Memulai perusahaan baru berarti Anda akan menghadapi berbagai persyaratan hukum, termasuk menentukan struktur bisnis yang sesuai. Misalnya, Anda dapat memilih menjalankan usaha sebagai perseroan terbatas (limited liability company/LLC), kemitraan, waralaba (franchise), atau usaha perseorangan.
Dalam banyak kasus, peraturan yang berlaku membatasi nama resmi suatu bisnis. Akibatnya, Anda mungkin kesulitan membangun perusahaan dengan nama yang mudah diingat dan merek yang kuat. Di sinilah pendaftaran "doing business as" (DBA) dapat menjadi solusi.
Dalam artikel ini, Anda akan mempelajari apa itu DBA, cara menggunakan nama bisnis yang berbeda melalui pendaftaran DBA, serta berbagai alasan mengapa pemilik usaha kecil perlu mendaftarkan DBA untuk perusahaannya.
Apa arti "doing business as" (DBA)?
DBA, singkatan dari "doing business as", adalah nama bisnis fiktif atau nama dagang yang berbeda dari nama resmi yang digunakan saat sebuah bisnis memperoleh izin. Di Amerika Utara, sebutan yang umum untuk "doing business as" adalah "DBA" atau "d/b/a". Di negara lain, istilah "trading as" lebih umum digunakan atau disingkat menjadi "t/a".
Beberapa negara bagian menyebut dokumen yang diperlukan untuk mendaftarkan DBA sebagai "fictitious name filing" atau "fictitious name certificate". Untuk beroperasi dengan nama yang berbeda, perusahaan harus mengajukan permohonan yang mencantumkan nama DBA yang akan digunakan dan memastikan bahwa belum ada bisnis lain yang menggunakan nama tersebut.
Mengapa menggunakan nama DBA?
Secara teknis, sebagian besar bisnis tidak wajib mengajukan DBA untuk dapat beroperasi. Namun, nama DBA dapat memberikan berbagai manfaat, seperti:
- Anda ingin menggunakan nama yang lebih baik. Jika Jane Doe menjalankan bisnis perhiasan sebagai usaha perseorangan, kemungkinan besar ia ingin beroperasi dengan nama yang lebih mudah diingat, mudah ditemukan, dan relevan dengan industrinya. Nama DBA memungkinkannya untuk melakukan hal tersebut.
- Anda ingin mengembangkan bisnis. Jika Anda ingin memisahkan satu unit bisnis, meluncurkan produk baru yang tidak terkait dengan nama bisnis saat ini, atau beroperasi di wilayah tempat bisnis lain yang sudah dikenal menggunakan nama Anda, nama DBA dapat membantu mempermudah transisi tersebut. Dengan DBA, beberapa bisnis dapat beroperasi di bawah satu badan hukum.
- Bank mensyaratkan DBA. Beberapa bank mewajibkan usaha perseorangan dan kemitraan untuk mengajukan DBA agar bisa membuka rekening bank bisnis. Memiliki rekening bisnis terpisah dapat memberikan akses ke berbagai fasilitas yang dirancang khusus untuk membantu mengelola keuangan bisnis dengan lebih efektif.
- Anda sedang mengubah arah bisnis. Jika lini bisnis Anda saat ini tidak berjalan dengan baik, proses pendaftaran DBA dapat membantu Anda menjalankan bisnis dengan identitas baru tanpa harus mendirikan badan usaha baru atau mengurus izin usaha yang sepenuhnya berbeda.
- Anda ingin melindungi privasi. Karena nama resmi bisnis merupakan catatan publik, menjalankan usaha sebagai usaha perseorangan tanpa nama dagang dapat membuat nama pribadi terekspos. Dengan mendaftarkan nama DBA, Anda dapat menjaga nama Anda agar tidak muncul di dokumen resmi maupun materi pemasaran, sehingga privasi tetap lebih terjaga.
Cara memilih nama DBA
Praktik terbaik dalam memilih nama DBA mirip dengan saat memilih nama untuk bisnis atau merek Anda:
- Ikuti pedoman penamaan di negara bagian setempat. Sebagian besar negara bagian melarang nama DBA yang memuat frasa terkait perbankan atau pemerintah. Anda juga tidak boleh menggunakan "LLC" dalam nama DBA jika struktur bisnis Anda bukan LLC. Sebelum mengajukan pendaftaran nama, pastikan Anda memeriksa ketentuan yang berlaku di kantor pemerintah setempat.
- Pilih nama yang mudah diingat. Nama yang terdiri dari kata-kata dengan huruf awal yang sama sering kali lebih menarik dan mudah diingat. Contohnya seperti “Eli’s Electronics” atau “Joni Jeans”.
- Hindari kata yang sering salah eja. Nama DBA adalah identitas yang akan dikenali orang. Jadi, hindari kata-kata yang kerap salah tulis agar calon pelanggan lebih mudah menemukan bisnis Anda secara online.
- Pastikan belum digunakan pihak lain. Periksa kantor merek dagang, lakukan pencarian nama domain, dan pastikan handle media sosial masih tersedia sebelum mengajukan permohonan DBA.
Siapa yang perlu mengajukan pendaftaran DBA?
Beberapa jenis bisnis perlu menggunakan nama DBA agar dapat beroperasi secara efektif, sementara jenis bisnis lainnya hanya memiliki opsi untuk mendaftarkan DBA. Berikut hal-hal yang perlu Anda ketahui.
Usaha perseorangan
Usaha perseorangan adalah pihak yang paling sering mengajukan DBA. Hal ini karena usaha perseorangan harus mendaftarkan bisnis menggunakan nama pribadi mereka. Tanpa DBA, pilihan untuk membangun branding akan menjadi sangat terbatas.
Namun, jika Anda memiliki usaha perseorangan dan menggunakan nama sendiri sebagai nama resmi bisnis, seperti Sue Smith’s Styling Salon, Anda tidak perlu mengajukan formulir DBA. Dalam hal ini, Anda menjalankan bisnis atas nama sendiri sehingga tidak ada masalah di sini.
Kemitraan
Seperti usaha perseorangan, perusahaan dengan struktur bisnis kemitraan umum bukan merupakan badan hukum terpisah, sehingga tidak perlu mendaftarkan nama entitas bisnis ke negara bagian. Oleh karena itu, kemitraan umum perlu mengajukan DBA jika ingin beroperasi dengan nama fiktif yang bukan nama lengkap resmi Anda maupun nama para mitra.
Korporasi dan LLC
Berbeda dengan usaha perseorangan atau kemitraan umum, korporasi atau perseroan terbatas (limited liability company/LLC) tidak memerlukan DBA untuk beroperasi dengan nama alias. Hal ini karena mereka sudah mendaftarkan nama entitas bisnis yang terpisah dari nama pribadi pemiliknya. Namun, jika Anda ingin menjalankan bisnis dengan nama lain, Anda tetap bisa mendaftarkan DBA seperti halnya usaha perseorangan atau kemitraan.
Konteks ini sering terjadi pada pemilik waralaba (franchise) yang tidak semuanya dapat beroperasi dengan nama perusahaan induk atau nama merek. Misalnya, pemilik waralaba Wendy’s di Delaware bisa saja berbisnis dengan nama Brandywine Burgers.
Jika sebuah korporasi membentuk unit bisnis baru dengan misi atau lini produk yang sedikit berbeda, nama DBA dapat diajukan untuk menunjukkan nama unit tersebut sekaligus hubungannya dengan perusahaan induk.
Sebagai contoh, korporasi Veggies R Us memisahkan unit bisnis es krimnya dan menamainya The Cream of the Crop. Dalam kasus ini, The Cream of the Crop akan memerlukan pengajuan DBA karena nama yang digunakan berbeda dari LLC induknya.
Kapan perlu mendaftarkan DBA?
Jika bisnis Anda berniat menggunakan nama yang berbeda dari nama resmi Anda sendiri, Anda perlu mendaftarkan DBA. Tujuannya adalah agar pemerintah negara bagian dan pelanggan mengetahui pihak yang bertanggung jawab atas bisnis dan aktivitas yang dijalankan. Itulah alasan utama adanya pendaftaran DBA, yaitu untuk memastikan pelanggan mengetahui nama pemilik bisnis atau badan hukum di balik sebuah bisnis.
Beberapa negara bagian mewajibkan pemilik bisnis memperpanjang nama DBA secara berkala. Jika Anda sudah mendaftarkan nama DBA, kelalaian untuk memperpanjangnya dapat menimbulkan masalah serius bagi merek Anda. Misalnya, jika pendaftaran DBA telah kedaluwarsa sebelum sempat diperpanjang, Anda akan kehilangan hak penggunaan nama tersebut. Jika Anda terdaftar di negara bagian tempat nama DBA tidak memiliki perlindungan hukum tertentu, pemilik bisnis lain bahkan bisa mendaftarkan nama DBA Anda yang sudah kedaluwarsa sebelum Anda sempat mengambilnya kembali.
Biasanya, jika terlambat memperpanjang DBA, Anda harus memulai lagi seluruh proses pendaftaran dari awal. Selain itu, biayanya sering kali lebih mahal dibandingkan dengan sekadar memperpanjang. Kemudian, selama masa transisi tersebut, DBA Anda juga dianggap tidak berlaku, yang berpotensi mengganggu operasional bisnis dan berdampak pada kondisi keuangan perusahaan.
Tempat mendaftarkan DBA
Sebagian besar pendaftaran DBA dilakukan melalui kantor panitera wilayah atau pengadilan setempat. Biayanya biasanya berkisar antara Rp375.000 hingga Rp1.500.000. Perlu diingat bahwa Anda perlu mengajukan DBA di setiap negara bagian atau kota tempat bisnis beroperasi. Untuk informasi lebih lanjut tentang cara mendaftarkan DBA untuk bisnis Anda, lihat situs web SBA.
Kapan DBA perlu diperpanjang
Pendaftaran DBA bukanlah proses yang dilakukan satu kali saja. Seperti yang telah dibahas sebelumnya, sebagian besar negara bagian mewajibkan memperpanjang DBA dan mengonfirmasi bahwa nama tersebut masih digunakan untuk berbisnis. Aturannya berbeda-beda di setiap negara bagian, tetapi periode perpanjangan yang umum adalah lima tahun. Selama proses pengajuan DBA, pastikan Anda memperoleh informasi terbaru mengenai persyaratan pendaftaran dan masa perpanjangan di negara bagian Anda.
FAQ "Doing Business As" (DBA)
Apa manfaat utama dari menggunakan DBA?
DBA memungkinkan bisnis online beroperasi dengan nama yang berbeda tanpa mengubah identitas hukumnya. Misalnya, sebuah kafe lokal dapat mendaftarkan "City Beans" sebagai DBA untuk membangun merek yang mudah dikenali dan terasa relevan bagi pelanggan.
Apa arti "DBA" dalam istilah hukum?
DBA adalah singkatan dari "doing business as". Istilah ini mengacu pada nama fiktif yang digunakan oleh usaha perseorangan, kemitraan, atau LLC agar dapat berbisnis dengan nama yang berbeda dari nama resmi hukumnya.
Bisakah saya menambahkan DBA ke rekening bank pribadi?
Sebagian besar bank mengizinkan usaha perseorangan untuk menambahkan nama DBA ke rekening bank pribadi mereka, tetapi hanya jika rekening tersebut digunakan untuk keperluan bisnis.
Mengapa perusahaan menggunakan DBA?
DBA memberi tahu publik bahwa suatu entitas bisnis beroperasi dengan nama yang berbeda dari nama resmi pemiliknya. Ada berbagai alasan untuk menggunakan DBA, termasuk branding dan pemasaran, privasi, serta kebutuhan perbankan.
Apa contoh penggunaan DBA?
Jika seorang teknisi listrik bernama John Doe memiliki bisnis sebagai usaha perseorangan, ia dapat menggunakan nama DBA untuk beroperasi sebagai "John Doe Electricians" atau "Gold Star Electrical".
Mana yang lebih baik: DBA atau LLC?
LLC adalah struktur bisnis yang memisahkan pemilik dari entitas bisnisnya dan melindungi aset pribadi mereka dari utang perusahaan. Sebaliknya, DBA adalah nama dagang yang membantu bisnis dalam hal seperti membangun merek, tetapi tidak memberikan perlindungan finansial tambahan.
Bisakah saya menggunakan DBA yang sama dengan milik orang lain?
Beberapa negara bagian, county, dan kota melarang dua entitas bisnis yang berbeda beroperasi dengan nama DBA yang sama. Namun, DBA bukanlah merek dagang, sehingga pendaftaran DBA tidak selalu mencegah Anda menggunakan nama perusahaan lain.

