Jadi Anda sudah memutuskan untuk membuka toko online, punya setidaknya satu produk, dan siap untuk mulai berjualan. Produk Anda mungkin terlihat bagus di kamar tidur atau ruang kerja, tapi bagaimana caranya agar produk tersebut benar-benar menonjol di era filter Instagram?
Tenang saja. Anda tidak harus menjadi fotografer profesional untuk menghasilkan foto produk yang menarik perhatian. Dalam artikel ini, Anda akan belajar langkah demi langkah cara melakukan fotografi produk menggunakan ponsel dengan pencahayaan alami dan aplikasi foto produk yang tepat.
6 langkah menguasai fotografi produk dengan ponsel
- Gunakan ruangan dengan pencahayaan yang baik
- Pilih smartphone Anda
- Siapkan tripod mini
- Atur latar belakang (backdrop)
- Gunakan papan pemantul putih
- Pasang lembar difuser jika matahari terlalu terang
Sebagian besar pemilik toko e-commerce sudah tahu dasar-dasar fotografi produk dengan ponsel: cari latar belakang putih dan cahaya alami, pilih pengaturan kualitas dan resolusi tertinggi di ponsel Anda, lalu jepret! Jadilah foto produk. Ini adalah awal yang bagus.
Namun, ada beberapa alat dan aksesori tambahan yang bisa meningkatkan kualitas foto secara signifikan dan menunjukkan nilai produk Anda sehingga calon pembeli bisa membayangkan produk tersebut dalam kehidupan mereka.
Jika Anda ingin menjadi fotografer profesional dengan smartphone dan menghasilkan foto produk yang memukau, berikut cara menyiapkan setup Anda.
1. Gunakan ruangan dengan pencahayaan yang baik
Pertama, cari ruangan di rumah Anda yang memiliki jendela dengan pencahayaan yang baik. Semakin besar jendelanya, semakin banyak cahaya alami yang tersedia untuk menghidupkan tampilan produk Anda.
Mengambil foto produk lebih dekat ke jendela menghasilkan cahaya yang lebih lembut dengan bayangan yang lebih gelap. Semakin jauh dari sumber cahaya, bayangan akan semakin terang dan tajam.
2. Pilih smartphone Anda
Sebagian besar kamera smartphone saat ini merupakan alternatif DSLR yang sangat baik untuk fotografi produk. Semakin tinggi jumlah megapiksel, semakin baik hasil foto produk Anda.
Anda bisa menggunakan smartphone apa pun yang memiliki kamera bagus, tetapi usahakan untuk menggunakan model terbaru dengan kamera 12 megapiksel atau lebih.
3. Siapkan tripod mini
Harga tripod mini bervariasi, dari yang terjangkau hingga yang mahal, tetapi apa pun anggaran Anda, tripod mini adalah investasi yang sepadan. Tripod mini akan mengurangi guncangan kamera dan membantu menyeragamkan sudut serta gaya foto untuk lini produk Anda.
Jika Anda menginginkan tripod mini yang sederhana, pertimbangkan Manfrotto Pixi mini tripod kit. Tripod ini cocok untuk pemula, mampu menahan ponsel Anda dengan stabil, dan bisa ditempatkan di atas sweep untuk menghasilkan foto produk berkualitas tinggi dengan mudah.
4. Atur latar belakang (backdrop)
Tempatkan backdrop putih di belakang produk Anda untuk memberikan tampilan yang bersih dan konsisten serta menghilangkan gangguan visual. Anda bisa menggunakan kertas putih sweep atau membeli poster board murah di toko alat tulis atau toko seni terdekat. Anda juga memerlukan meja untuk meletakkan backdrop.
Anda bisa menggunakan selotip atau Sticky Tack untuk menahan backdrop atau menempelkan produk ke backdrop.
Selalu gunakan backdrop berwarna putih. Backdrop putih memantulkan cahaya alami ke produk dan menghasilkan foto dengan pencahayaan merata. Ini juga mempermudah proses editing jika Anda perlu menghapus latar belakang. Warna krem atau putih pudar akan menyulitkan proses editing dan pencahayaan. Selain itu, usahakan untuk menempatkan backdrop tidak hanya di belakang produk, tetapi juga di bawahnya.
5. Gunakan papan pemantul putih
Mengendalikan pencahayaan adalah kunci saat belajar mengambil foto produk dengan iPhone atau perangkat Android. Papan pemantul (bounce board) membantu meminimalkan bayangan yang terlalu kuat dan menciptakan lingkungan pencahayaan yang lebih seimbang untuk memunculkan detail terbaik produk Anda. Anda bisa membeli papan pemantul putih berbahan foam di marketplace online.
6. Pasang lembar difuser jika matahari terlalu terang
Lembar difuser berfungsi melunakkan cahaya yang terlalu keras. Anda bisa membelinya secara online, atau membuatnya sendiri di rumah menggunakan kertas roti, tirai shower buram, atau kertas printer.
Cara menggunakan pencahayaan alami untuk fotografi produk
Dapatkan pencahayaan fotografi yang tepat dan Anda akan memiliki foto produk yang luar biasa. Jika salah, tidak ada retouching yang bisa menyelamatkan foto Anda.
Ada tiga tips penting yang krusial untuk mendapatkan hasil terbaik dari sesi pemotretan Anda.
1. Potret di ruangan yang terang. Cahaya alami melalui jendela adalah pilihan yang lebih baik daripada cahaya buatan dari studio foto. Pertama, Anda mungkin sudah punya akses ke jendela (dan gratis). Kedua, cahaya datang dari satu arah sehingga menghasilkan bayangan alami dan menambah tekstur pada produk Anda.
Perhatikan cuaca: apakah cerah atau mendung? Untuk mendapatkan tampilan yang Anda inginkan, Anda mungkin lebih memilih langit sedikit berawan dibandingkan sinar matahari penuh. Seperti yang terlihat pada contoh di bawah, perbedaannya bisa sangat signifikan pada bayangan dan highlight di foto Anda.
2. Tempatkan pengaturan Anda dekat jendela. Usahakan posisi 90 derajat di sebelah kanan atau kiri setup Anda. Rencanakan untuk memulai pemotretan pada waktu paling terang dalam sehari. Jika matahari terlalu terang, Anda selalu bisa menggunakan lembar difuser untuk melunakkan cahaya.
Apa pun yang terjadi, hindari cahaya keras dengan segala cara, karena bisa membuat warna terlihat terlalu jenuh dan akan menonjolkan cacat sekecil apa pun pada produk Anda, hal-hal yang biasanya tidak terlihat dengan mata telanjang.
3. Kendalikan cahaya alami dengan papan foam dan reflektor. Terkadang matahari tiba-tiba menghilang di balik awan di tengah sesi pemotretan. Jika itu terjadi, jangan khawatir, gunakan papan foam untuk memantulkan dan mengintensifkan cahaya guna mengisi bayangan.
Jika Anda menggunakan reflektor, Anda bisa memanipulasi cahaya pada produk dengan menggerakkan reflektor lebih dekat atau lebih jauh. Ini akan membantu memantulkan cahaya alami dari matahari kembali ke produk.
Ingat untuk menguji berbagai sudut reflektor guna menemukan keseimbangan yang tepat antara bayangan dan pencahayaan.
Sudut kamera terbaik untuk fotografi produk
Saat mengambil foto produk untuk situs e-commerce Anda, beberapa sudut memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan yang lain. Menawarkan berbagai perspektif produk kepada calon pembeli juga bisa membantu menjawab pertanyaan yang tidak tercakup dalam deskripsi produk Anda.
Berikan sebanyak mungkin sudut pandang berbeda untuk menonjolkan fitur utama produk Anda. Tampilan menyeluruh dari berbagai sisi sangat menarik dan bisa membantu calon pembeli membayangkan diri mereka mengenakan atau menggunakan produk tersebut, yang pada akhirnya dapat meningkatkan penjualan.
Penting juga untuk menyertakan foto close-up produk Anda. Foto close-up memungkinkan Anda menangkap fitur yang menunjukkan kualitas produk, seperti detail cetakan, kain, tekstur, atau detail penggunaan, serta menyoroti elemen spesifik yang biasanya diperiksa pembeli di toko fisik.
Baik Anda memotret fotografi pakaian, alas kaki, atau produk lainnya, berikut lima sudut kamera yang sebaiknya Anda coba dalam sesi pemotretan:
- Sejajar mata (eye level). Tampilan ini menunjukkan produk seperti yang Anda lihat saat menatap lurus ke depan.
- Sudut tinggi (high angle). Tampilan ini menunjukkan produk seolah-olah Anda melihat ke bawah dari sudut tertentu.
- Sudut rendah (low angle). Tampilan ini menunjukkan produk seolah-olah Anda melihat ke atas dari lantai.
- Pandangan burung (bird's eye). Tampilan ini menunjukkan produk seolah-olah Anda berdiri tepat di atasnya.
- Miring (slanted). Tampilan ini menunjukkan produk dari satu sisi.
Jika Anda baru memulai fotografi produk dengan ponsel, disarankan untuk menjaga posisi smartphone dan tripod tetap di tempat yang sama selama pemotretan, lalu putar produk Anda untuk mengubah sudut yang diinginkan. Saat Anda memutar produk alih-alih kamera, semua foto akhir akan memiliki framing yang sama, serta menjamin konsistensi dan mengurangi kebutuhan editing setelah pemotretan.
Cara memotret fotografi produk dengan ponsel
Sekarang semua peralatan sudah siap dan Anda memahami berbagai sudut kamera serta pencahayaan, saatnya mulai memotret.
Sebelum memulai, gunakan checklist berikut untuk memastikan kamera Android atau iPhone Anda siap digunakan.
- Siapkan ponsel Anda. Pastikan ponsel terisi penuh dan Anda memiliki penyimpanan cadangan untuk gambar-gambar Anda.
- Atur white balance. Untuk mengatur white balance sesuai suhu cahaya di setup Anda, sentuh tombol WB, lalu sentuh latar belakang putih.
- Periksa eksposur. Sentuh tombol Exposure yang berbentuk lingkaran, lalu sentuh produk Anda agar kamera tahu untuk mengekspos produk tersebut.
- Jaga semuanya tetap fokus. Sentuh tombol Focus yang berbentuk lingkaran, lalu sentuh produk Anda agar kamera tahu untuk memfokuskan pada produk dengan tepat.
- Pastikan Anda mengunci pengaturan kamera. Setelah selesai menyesuaikan pengaturan ini, sentuh masing-masing tombol sekali lagi untuk mengunci pengaturan. Ini akan mencegah kamera menyesuaikan pengaturan secara otomatis saat Anda sedang memotret.
Setelah pengaturan terkunci, Anda siap untuk mulai memotret!
Setelah jepretan pertama, lihat hasilnya dan pertimbangkan apakah perlu diterangkan atau digelapkan untuk mencapai eksposur yang tepat. Jika eksposur perlu disesuaikan, sentuh tombol +/- di bawah tombol Focus yang berbentuk lingkaran, lalu geser slider ke atas atau ke bawah untuk mengubah eksposur.
Kesalahan umum dalam fotografi produk dengan ponsel
Karena begitu banyak orang memiliki smartphone, mengambil foto produk kini lebih mudah diakses dari sebelumnya. Namun, itu juga berarti ada banyak kesalahan umum yang sering terjadi. Menyadari jebakan-jebakan ini bisa membantu Anda menghindarinya.
Ingat untuk menghindari tiga kesalahan umum berikut dalam fotografi produk dengan ponsel agar Anda bisa mendapatkan hasil terbaik:
- Melakukan zoom in. Fungsi zoom pada ponsel sebenarnya bukan alat yang ideal untuk foto produk. Zoom sangat mengurangi kualitas gambar. Jika Anda membutuhkan bidikan yang lebih dekat, lebih baik lakukan cropping saat editing.
- Menggunakan kamera depan. Kamera depan atau "kamera selfie" biasanya tidak sebaik kamera belakang. Ini mungkin bervariasi tergantung spesifikasi ponsel Anda. Namun secara umum, kamera belakang memiliki lebih banyak megapiksel, yang menghasilkan kualitas gambar yang lebih tinggi.
- Menyalakan flash. Flash ponsel akan membuat foto overexpose dan merusak warna. Lebih baik gunakan pencahayaan alami dan ikuti saran yang telah diuraikan di atas.
Tren fotografi produk dengan ponsel
E-commerce terus berkembang, dan ini memengaruhi cara Anda mendekati pencitraan produk. Penting untuk mengikuti tren terkini agar tahu apa yang dicari pelanggan dan apa yang masuk akal untuk brand Anda.
Berikut tiga tren umum fotografi produk yang perlu diingat saat Anda memotret dengan smartphone:
- Foto 360 derajat. Kemajuan teknologi telah memungkinkan brand untuk menawarkan tampilan 360 derajat penuh dari produk mereka. Meskipun terlihat seperti video, foto 360 derajat sebenarnya adalah rangkaian dari beberapa gambar diam.
- Editing foto dengan AI. AI telah membantu bisnis menjadi lebih efisien di banyak bidang, termasuk fotografi produk. Meskipun Anda bisa menggunakan AI untuk menghapus latar belakang dari foto produk ponsel, tetap penting untuk memeriksa kualitasnya dengan cermat, karena alat-alat ini bisa menghasilkan ketidaksempurnaan.
- Video produk. Bukan tren baru, melainkan tren yang terus berkembang, semakin banyak brand yang menggunakan video produk. Faktanya, 89% orang mengatakan mereka ingin melihat lebih banyak video dari brand. Seperti gambar 360 derajat, video memberikan tampilan produk yang lebih lengkap kepada calon pembeli. Mereka juga bisa melihat produk beraksi secara langsung.
Cara mengedit foto produk
Ide mengedit foto mungkin terdengar menakutkan, tetapi sebenarnya sangat mudah dilakukan dengan smartphone.
- Pilih aplikasi fotografi produk. Buka app store di ponsel Anda dan unduh aplikasi editing untuk foto produk. Beberapa fotografer smartphone lebih suka aplikasi mobile seperti Lightroom atau Snapseed; yang lain lebih memilih software editing foto untuk desktop.
- Buka aplikasi editing Anda. Pilih gambar yang ingin Anda siapkan untuk toko online. Sebagian besar gambar memerlukan sedikit penyesuaian agar benar-benar terlihat optimal.
- Gunakan aplikasi untuk melakukan beberapa editing dasar. Ini meliputi kecerahan, kontras, ketajaman, highlight/bayangan, dan white balance. Jangan tergoda oleh filter, bingkai, tint, dan oversaturasi. Tujuan Anda adalah membuat produk terlihat memukau dan menonjol. Usahakan agar hasilnya semirip mungkin dengan tampilan produk di kehidupan nyata.
- Simpan preset. Setelah mengedit foto pertama, simpan pengaturan sebagai preset agar Anda bisa menerapkan penyesuaian yang sama ke foto lain dari sesi pemotretan. Meskipun preset membantu menghemat waktu, pastikan untuk memeriksa setiap gambar setelah menerapkan preset untuk melihat apakah ada penyesuaian tambahan yang perlu dilakukan.
- Terapkan lapisan latar belakang putih. Hilangkan noda atau lipatan dari latar belakang dengan menggantinya menggunakan lapisan putih. Karena Anda memotret dengan latar belakang putih, akan mudah untuk mengisolasi produk dan menambahkan lapisan.
Setelah gambar produk Anda terlihat bersih, tajam, dan indah, tambahkan ke toko Shopify Anda dan manfaatkan kerja keras Anda!
5 aplikasi terbaik untuk fotografi produk
Memilih aplikasi editing yang tepat adalah bagian penting dari menguasai fotografi produk dengan smartphone. Banyak ponsel dilengkapi editor bawaan, tetapi ada banyak aplikasi pihak ketiga yang menyediakan semua yang Anda butuhkan untuk membuat produk Anda menonjol.
Berikut beberapa pilihan aplikasi foto produk dengan rating tertinggi:
1. Lightroom
Tersedia untuk: iOS dan Android.
Harga: Memerlukan langganan Adobe Creative Cloud, mulai dari $9,99/bulan.
Banyak yang menganggap Adobe Lightroom adalah aplikasi terbaik untuk fotografi produk di pasaran. Aplikasi ini memiliki alat yang mudah digunakan seperti slider dan preset untuk menghasilkan foto sesuai keinginan Anda. Lightroom juga merupakan pilihan yang tepat jika Anda berencana mengedit foto di komputer. Anda bisa memulai di perangkat mobile, web, atau desktop, dan saat melakukan editing, perubahan akan otomatis diterapkan di semua perangkat.
Jika Anda ingin memaksimalkan Lightroom, Anda bisa mendaftar paket Adobe Creative Cloud Photography, yang mencakup aplikasi editing foto untuk desktop, mobile, dan web, ditambah versi terbaru Photoshop seharga $9,99 per bulan.
2. Photoshop Express
Tersedia untuk: iOS, Android, dan Windows.
Harga: Memerlukan langganan Adobe Creative Cloud, mulai dari $9,99/bulan.
Anda mungkin sudah pernah mendengar tentang Adobe Photoshop dan kemampuannya. Dengan Photoshop Express, Anda mendapatkan semua fitur editing foto unggulannya langsung di smartphone. Anda bisa menggunakan foto produk dari ponsel atau mengambilnya langsung di dalam aplikasi. Kemudian sesuaikan hue, kecerahan, eksposur, dan kontras dengan mudah untuk menghasilkan foto yang memukau untuk toko Anda.
3. Snapseed
Tersedia untuk: iOS dan Android.
Harga: Gratis.
Snapseed adalah software editing fotografi gratis milik Google. Aplikasi ini menghadirkan kemampuan editor komputer profesional ke ponsel Anda, dengan banyak fitur untuk mengedit gambar yang biasanya hanya ditemukan di software mahal. Fotografer pemula juga mendapat manfaat lebih dengan fitur Stacks di Snapseed, yang memungkinkan Anda mengembalikan editing ke versi sebelumnya dan memudahkan penyimpanan serta penerapan pengaturan.
4. VSCO
Tersedia untuk: iOS dan Android.
Harga: Tersedia versi gratis; paket berbayar tahunan seharga $29,99 atau $59,99.
VSCO memiliki semua alat editing dasar seperti eksposur, kontras, keseimbangan warna, dan lainnya, memungkinkan Anda membuat foto yang luar biasa di mana saja. Ini adalah aplikasi foto produk yang sangat baik untuk menyempurnakan gambar dan juga berfungsi sebagai alat Instagram yang efektif dengan koleksi filter yang sangat banyak dan opsi kustomisasi foto yang tak terbatas.
5. Photon
Tersedia untuk: iOS.
Harga: Gratis
Photon adalah pilihan yang tepat baik untuk fotografer smartphone berpengalaman maupun pemula. Anda bisa menggunakan Photon tidak hanya sebagai editor tetapi juga sebagai kamera untuk sesi pemotretan produk. Aplikasi fotografi produk ini memungkinkan Anda mengatur eksposur dan fokus serta dilengkapi stabilizer; rasanya seperti memotret dengan lensa kamera DSLR berkualitas tinggi.
Jika Anda lebih suka mengedit foto di komputer, Anda bisa menggunakan Photon untuk mengambil foto produk dalam format RAW. Ini memastikan informasi atau data tidak terkompresi dan menghasilkan gambar produk dengan kualitas lebih tinggi.
Memaksimalkan hasil fotografi produk Anda
Belajar cara mengambil foto dengan iPhone atau Android memang terasa sulit pada awalnya, tetapi setelah beberapa kali berlatih di belakang kamera, Anda akan menjadi mahir. Dengan semua informasi di atas, Anda sudah berada di jalur yang tepat untuk menguasai fotografi produk dan meningkatkan penjualan di toko Anda. Pada titik tertentu, Anda bahkan mungkin mempertimbangkan untuk menjual foto Anda secara online.
FAQ fotografi produk dengan ponsel
Bagaimana cara mengambil foto profesional di rumah dengan iPhone?
- Pilih iPhone 13 atau yang lebih baru.
- Coba aplikasi kamera pihak ketiga.
- Gunakan latar belakang putih untuk setup Anda.
- Tempatkan setup Anda di dekat jendela dengan cahaya alami.
- Tekan dan tahan viewfinder untuk mengunci fokus.
- Hindari melakukan zoom in pada foto.
- Coba berbagai sudut kamera.
- Gunakan aplikasi editing foto.
Bagaimana cara mengambil foto produk yang berkualitas?
- Gunakan kamera smartphone dengan 12 megapiksel atau lebih.
- Potret dari tripod untuk mengurangi guncangan kamera.
- Gunakan cahaya alami dari jendela.
- Pantulkan cahaya menggunakan papan foam untuk melunakkan bayangan.
- Gunakan sweep atau foto close-up untuk menonjolkan fitur produk.
- Potret dari berbagai sudut dan ukuran gambar.

