Jika Anda membuka toko dan ingin membeli produk dengan harga yang lebih murah, Anda memerlukan lisensi grosir untuk mendapatkan diskon dari supplier.
Tanpa lisensi tersebut, Anda akan membayar harga yang sama seperti pembeli pada umumnya dengan keuntungan yang sangat tipis. Dengan izin yang tepat, Anda sering kali bisa membeli barang grosir tanpa perlu membayar pajak.
Baca selengkapnya untuk memahami cara mendapatkan lisensi bisnis grosir, apa itu lisensi grosir, mengapa dibutuhkan, dan berapa biayanya.
Apa itu lisensi grosir?
Lisensi grosir memungkinkan Anda membeli produk dalam jumlah besar langsung dari produsen atau supplier dengan harga yang lebih rendah. Dengan lisensi ini, Anda sering kali tidak perlu membayar pajak penjualan saat membeli produk.
Anda memerlukan lisensi grosir jika berencana menjual kembali barang kepada pelanggan (baik secara online maupun di toko fisik) atau ke bisnis lain. Peraturan dan biayanya juga berbeda di setiap wilayah. Beberapa wilayah mengenakan biaya saat Anda mengajukan permohonan dan mengharuskan perpanjangan setiap tahun, sementara yang lainnya tidak.
Keuntungan utamanya adalah akses ke harga grosir yang lebih murah dan margin keuntungan yang lebih baik. Namun, Anda diharuskan memungut dan membayar pajak penjualan dari pelanggan dengan benar sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Langkah-langkah mendapatkan lisensi grosir
- Daftarkan bisnis Anda dan tentukan struktur hukum
- Ajukan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) Badan
- Dapatkan izin pajak penjualan atau ID pajak penjualan
- Kumpulkan informasi dan dokumen yang diperlukan
- Ajukan permohonan lisensi grosir dan bayar biayanya
- Tunggu persetujuan dan terima lisensi grosir Anda
1. Daftarkan bisnis Anda dan tentukan struktur hukum
Langkah pertama untuk mendapatkan lisensi grosir adalah memastikan bisnis Anda terdaftar secara resmi. Langkah ini mencakup pendaftaran bisnis serta menentukan struktur hukum untuk bisnis Anda.
Umumnya, pengecer memilih dari struktur bisnis berikut:
- Usaha perseorangan
- Kemitraan umum
- Kemitraan terbatas
- Kemitraan Perseroan Terbatas (LLP)
- S Corporation
- Benefit corporation (perusahaan berdampak sosial)
- Perseroan terbatas (LLC)
- Nirlaba
Memilih jenis badan usaha yang tepat juga membentuk strategi grosir untuk usaha retail dalam jangka panjang, mulai dari perlakuan pajak, hingga proses negosiasi dengan supplier.
2. Ajukan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) Badan
Setelah mendaftarkan bisnis, Anda dapat mengajukan NPWP Badan. Ini adalah nomor identitas wajib pajak federal bisnis Anda. Sebagai contoh, NPWP ini akan Anda gunakan untuk membuka rekening bank bisnis dan mengajukan pajak.
Untuk mengajukan NPWP Badan di Indonesia, Anda dapat mengunjungi kantor pajak setempat atau menggunakan layanan online yang tersedia. Anda akan memerlukan nama, nomor identitas, alamat, dan nama bisnis untuk melengkapi permohonan NPWP. Biasanya, NPWP ini bisa diperoleh dalam jangka waktu beberapa hari kerja.
3. Dapatkan izin pajak penjualan atau ID pajak penjualan
Dengan bisnis Anda yang sudah terdaftar dan diakui oleh otoritas pajak, Anda dapat mengajukan izin dan ID pajak penjualan. Izin pajak penjualan, juga dikenal sebagai lisensi pajak penjualan atau izin penjual, adalah dokumen yang dikeluarkan pemerintah guna memberi wewenang kepada bisnis untuk memungut pajak penjualan dari pelanggan atas barang dan jasa yang dikenai pajak.
Persyaratan dan ketentuan spesifik untuk memperoleh izin pajak penjualan bervariasi tergantung wilayahnya. Oleh karena itu. sebaiknya periksa detailnya dengan otoritas setempat.
4. Kumpulkan informasi dan dokumen yang diperlukan
Setelah sudah siap memulai bisnis, sekarang saatnya mengumpulkan informasi dan dokumen untuk melangkah ke tahap selanjutnya dalam mendapatkan lisensi grosir.
Meskipun detail persyaratannya dapat bervariasi tergantung pada lokasi bisnis Anda, ada sejumlah informasi dan dokumen umum yang biasanya diperlukan seperti berikut ini:
- Nama lengkap
- Nama bisnis
- ID wajib pajak
- NPWP Badan
- Alamat rumah
- Alamat bisnis
- Informasi kontak bisnis (email, telepon, dll.)
- Lisensi bisnis
- Izin pajak penjualan
- Struktur bisnis
- Jenis usaha
Walaupun mungkin tidak selalu memerlukan lisensi bisnis, tetapi bisa jadi hal tersebut dibutuhkan di wilayah Anda. Meski tidak diwajibkan, memperoleh lisensi bisnis dapat memperkuat pengajuan Anda dan meningkatkan peluang persetujuan lisensi grosir.
5. Ajukan permohonan lisensi grosir dan bayar biayanya
Setiap wilayah memiliki proses tersendiri untuk mendapatkan lisensi grosir. Jadi, Anda perlu memeriksa otoritas setempat untuk mengetahui apa persyaratan permohonannya serta biaya yang terkait. Misalnya, beberapa wilayah mungkin mengenakan biaya tahunan untuk lisensi grosir umum. Sementara itu, di daerah lain bisa tidak memerlukan lisensi grosir kecuali Anda membeli atau menjual produk tertentu secara grosir.
Tujuan utama lisensi grosir adalah untuk dapat membeli produk secara legal dengan harga grosir, yang umumnya lebih rendah dari harga eceran, kemudian menjual produk tersebut untuk mendapatkan keuntungan. Terkadang, pembelian grosir bahkan bisa bebas pajak. Namun, Anda mungkin masih diharuskan untuk memungut pajak penjualan dari pelanggan saat barang dijual kembali.
Lisensi grosir biasanya diperlukan untuk bisnis yang bertujuan untuk menjual produk ke bisnis lain (B2B) atau ke konsumen (B2C). Hal ini umumnya terjadi di industri seperti elektronik, pakaian, suku cadang otomotif, dan makanan.
6. Tunggu persetujuan dan terima lisensi grosir Anda
Setelah mengajukan permohonan, tahap berikutnya adalah menunggu. Dalam beberapa kasus, pemeriksaan fisik terhadap lokasi toko Anda mungkin diperlukan. Oleh karena itu, Anda sebaiknya sudah siap jika hal tersebut diminta. Anda juga bisa mengantisipasi pertanyaan lanjutan atau kebutuhan dokumentasi saat permohonan Anda ditinjau.
Persyaratan untuk mendapatkan persetujuan lisensi grosir
Meskipun persyaratan untuk lisensi grosir dapat bervariasi, sebaiknya Anda tetap periksa otoritas setempat. Ada beberapa pedoman umum yang biasanya tetap berlaku. Umumnya, bisnis diharuskan memiliki hal-hal berikut untuk mendapatkan persetujuan lisensi grosir:
Pendaftaran bisnis yang valid dan struktur hukum
Bisnis harus terdaftar di wilayah tempat Anda beroperasi dengan struktur hukum yang tepat.
Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) Badan atau ID Pajak Federal
NPWP Badan adalah nomor identifikasi wajib pajak federal bisnis Anda dan berfungsi sebagai cara untuk mengidentifikasi bisnis Anda sebagai entitas yang berdiri sendiri. Untuk mendapatkan lisensi grosir, Anda perlu memastikan langkah ini terlebih dahulu jika belum melakukannya.
Izin pajak penjualan atau ID pajak penjualan
Meskipun pembelian grosir mungkin bebas pajak, pengecer sering kali diharuskan membayar pajak penjualan untuk setiap penjualan yang mereka lakukan. Namun, beberapa wilayah tidak memerlukan pajak penjualan. Oleh karena itu, sebaiknya selalu periksa di mana usaha Anda beroperasi dan pelanggan Anda berada.
Alamat bisnis fisik (bukan kotak pos)
Sebagai bisnis eceran, Anda umumnya memiliki alamat usaha fisik. Banyak wilayah tidak menerima alamat kotak pos sebagai alamat bisnis resmi Anda saat meninjau permohonan lisensi grosir. Jadi, pastikan untuk selalu memberikan alamat usaha fisik.
Bukti asuransi bisnis
Asuransi bisnis melindungi Anda dari kondisi tidak terduga dan di luar kendali. Banyak wilayah yang mensyaratkan adanya perlindungan ini sebelum menyetujui permohonan lisensi grosir.
Permohonan lisensi grosir yang lengkap
Untuk menerima persetujuan lisensi grosir, Anda perlu melengkapi permohonan lisensi grosir yang diperlukan di daerah tempat Anda berencana mengoperasikan bisnis. Proses ini mungkin memerlukan beberapa permohonan dan biaya tergantung pada jenis bisnis Anda.
Pembayaran biaya lisensi grosir
Meskipun beberapa wilayah tidak mengenakan biaya lisensi grosir, sebagian besar tetap memerlukan semacam pembayaran atau deposit. Sekali lagi, Anda mungkin harus membayar sejumlah biaya jika mengajukan di beberapa tempat.
Berapa biaya lisensi grosir?
Biaya lisensi grosir tergantung pada lokasi dan jenis lisensi grosir yang Anda cari. Di Indonesia, biaya lisensi usaha perdagangan bervariasi tergantung pada skala bisnis dan wilayah tempat Anda beroperasi.
Untuk menetapkan margin yang realistis, bandingkan potensi biaya lisensi Anda dengan panduan penetapan harga grosir yang lebih luas.
Apakah saya memerlukan lisensi grosir?
Jika Anda ingin menjual kembali produk, Anda kemungkinan memerlukan lisensi grosir. Beberapa bisnis mungkin perlu berbagai jenis izin penjualan kembali tergantung pada tempat mereka beroperasi. Pilihan izin Anda juga memengaruhi saluran distribusi retail mana yang dapat Anda akses secara legal.
Izin penjual vs. lisensi grosir
Izin penjual dan lisensi grosir adalah dua jenis izin yang berbeda untuk pengecer. Izin penjual sering kali diperlukan untuk semua bisnis yang menjual atau menyewakan barang yang dikenai pajak di suatu wilayah.
Izin penjual tidak sama di semua tempat. Aturannya bisa berbeda secara signifikan antar wilayah, bahkan terkadang antar otoritas setempat di wilayah tersebut. Setiap daerah juga memiliki kriteria kelayakan, proses permohonan, dan persyaratan dokumentasinya sendiri.
Izin reseller vs. lisensi grosir
Izin reseller, juga disebut "sertifikat penjualan kembali" atau "lisensi penjualan kembali", memungkinkan Anda membeli barang tanpa membayar pajak penjualan saat Anda menjualnya kembali. Dengan izin ini, kewajiban pembayaran pajak penjualan dialihkan ke konsumen akhir. Lisensi grosir sering kali menjadi prasyarat untuk mendapatkan izin reseller.
Dapatkan lisensi grosir untuk bisnis retail Anda
Setelah memahami manfaat memiliki lisensi grosir, Anda dapat mengatur dan mengumpulkan informasi yang Anda perlukan untuk memanfaatkannya. Ketika seluruh dokumen selesai, jelajahi peluang grosir baru untuk mengembangkan toko Anda melalui penjualan massal sebelum Anda meluncurkan produk tersebut di Shopify.
FAQ mendapatkan lisensi grosir
Apa yang bisa Anda beli dengan lisensi grosir?
Lisensi grosir memungkinkan Anda membeli barang dalam jumlah besar langsung dari produsen atau supplier dengan harga lebih rendah dan bebas pajak untuk dijual kembali. Anda dapat membeli produk jadi seperti pakaian, elektronik, dan barang rumah tangga, atau bahan baku serta kemasan.
Bisakah Anda membeli barang grosir dengan LLC?
Ya. Membentuk LLC membuat bisnis Anda legal. Akan tetapi, supplier tetap perlu lisensi grosir atau reseller dari wilayah Anda untuk memberikan harga bebas pajak. Anda memerlukan dokumen LLC dan lisensi.
Bisakah saya menggunakan NPWP Badan untuk membeli barang grosir?
Supplier mungkin meminta NPWP Badan (nomor identitas pajak) untuk memeriksa bahwa bisnis Anda sah. Namun, hanya memiliki NPWP saja tidak berarti dapat membeli dengan bebas pajak. Anda tetap perlu menunjukkan sertifikat grosir atau reseller yang berlaku di wilayah Anda.
Berapa lama lisensi bisnis berlaku?
Sebagian besar wilayah memberikan lisensi grosir atau reseller yang berlaku selama satu tahun dan memerlukan perpanjangan setiap tahunnya. Beberapa tempat menawarkan lisensi untuk dua tahun atau yang tidak kedaluwarsa selama Anda terus mengajukan formulir pajak penjualan dan membayar biaya.
Apa konsekuensi menjalankan bisnis retail/ecommerce saya tanpa lisensi grosir yang valid?
Tanpa lisensi, supplier dapat mengenakan pajak penjualan kepada Anda. Pemerintah daerah juga bisa menagih pajak terutang, ditambah bunga dan denda. Anda juga berisiko kehilangan hubungan kerja sama dengan supplier. Jika pelanggaran terus terjadi, Anda dapat diaudit, kehilangan hak untuk berjualan, atau bahkan mendapat sanksi perdata.


