Orang-orang sangat suka membeli kopi secara online, sehingga industri kopi e-commerce global saat ini mencapai nilai $45 miliar.
Hampir tiga perempat warga Amerika minum kopi setiap hari. Jadi, tidak heran jika Amerika Serikat menjadi pasar kopi terbesar di dunia.
Baik Anda seorang roaster lokal yang ingin membawa penjualan ke ranah online maupun seorang pengusaha e-commerce yang baru memulai bisnis kopi, kami telah menyusun panduan lengkap untuk membantu Anda membangun bisnis kopi online yang sukses.
Di bawah ini, pelajari cara memulai menjual kopi secara online serta lima tips untuk mengembangkan bisnis kopi online Anda.
Cara menjual kopi online dalam 6 langkah
- Tentukan target audiens
- Tentukan produk apa yang akan dijual di toko kopi online
- Pilih model bisnis
- Temukan supplier kopi
- Bangun identitas merek
- Siapkan toko kopi online
Jika Anda pemilik kafe atau roaster yang ingin membawa bisnis ritel kopi Anda ke ranah online, Anda bisa langsung melompat ke langkah keenam. Jika ini pertama kalinya Anda terjun ke bisnis kopi, perjalanan Anda dimulai dari awal.
1. Tentukan target audiens
Untuk membangun basis pelanggan setia di pasar yang kompetitif, Anda perlu terlebih dahulu mengidentifikasi target audiens untuk bisnis kopi online Anda.
Untuk menentukan target pasar Anda, tanyakan pada diri sendiri:
- Siapa pelanggan ideal Anda? Misalnya, apakah pelanggan ideal Anda membeli biji kopi specialty single-origin (kopi dari satu daerah asal tertentu) untuk digiling dan diseduh sendiri di rumah, atau mereka lebih memilih opsi praktis seperti kopi pod atau kopi bubuk? Apakah mereka tertarik mencoba tren kopi terbaru, atau mereka menikmati kopi dengan cara yang sama setiap hari?
-
Apa kebutuhan dan masalah spesifik mereka? Apakah pencinta kopi di target pasar Anda kesulitan menemukan biji kopi specialty dengan pilihan rasa seperti hazelnut? Atau mereka sudah lama mencari biji kopi decaf specialty (tanpa kafein)? Cobalah untuk menggali masalah utama agar Anda bisa menemukan peluang bisnis terbaik.
Contoh niche yang bisa Anda targetkan antara lain:
- Penggemar kopi specialty
- Konsumen yang peduli kesehatan
- Varian kopi rendah asam
- Kopi dengan cita rasa (flavored coffee)
- Kopi single-origin
- Kopi fair trade
- Kopi organik
- Kopi yang peduli dampak sosial
Ketika kedai kopi Grind berekspansi dari toko fisik ke penjualan online langsung ke konsumen, pendirinya, David Abrahamovitch, perlu mengidentifikasi target pelanggan dan masalah yang mereka hadapi.
"Kami ingin menjadi kebalikan dari kedai kopi yang membuat pengunjung merasa tidak paham karena tidak tahu apakah mereka mau kopi Guatemala atau Ethiopia single-origin," kata David dalam sebuah episode Shopify Masters. "Intinya, 'Saya cuma mau flat white, tapi saya mau yang jauh lebih enak dari kedai sebelah. Tapi saya tidak sedang mencari edukasi tentang kopi.' Itulah pelanggan yang kami incar."
Grind telah berkembang pesat sejak membuka etalase toko fisik pertamanya di London. Sementara itu, lini e-commerce-nya tetap berhasil mempertahankan perhatian audiensnya, berkat identitas merek Grind yang kuat dan melayani pelanggan setianya.
"Saya tahu kami punya merek yang disukai orang," kata David. "Mereka bukan sekadar suka, mereka sangat menyukainya. Dan itu sesuatu yang sangat istimewa."
2. Tentukan produk apa yang akan dijual di toko kopi online
Menjual kopi online bukan hanya soal menjual biji kopi sangrai. Anda dapat mempertimbangkan untuk menjual kopi pod, kopi instan, cold brew dalam botol, kopi kaleng siap minum, bahkan peralatan pembuat kopi.
Saat mempertimbangkan penawaran produk Anda, tanyakan pada diri sendiri: Masalah apa yang bisa dipecahkan oleh produk saya untuk pelanggan ideal? Misalnya, Grind memutuskan untuk berinovasi pada kopi pod Nespresso agar lebih ramah lingkungan tanpa mengorbankan kepraktisan.
"Kami perlu menemukan cara untuk membawa Grind keluar dari toko fisik dan masuk ke rumah-rumah orang," kata David. "Jadi kami mulai mencari cara, dan saya memutuskan bahwa membuat pod Nespresso adalah cara yang sangat bagus untuk masuk ke rumah orang, karena pod Nespresso sangat praktis. Penggunaannya sangat mudah, dan tidak menimbulkan berantakan. Tapi dampaknya terhadap lingkungan cukup buruk. Kurang dari sepertiga pod yang benar-benar didaur ulang."
David dan tim Grind menyukai ide kopi pod, tetapi mereka tidak mau menambah masalah lingkungan yang sudah parah. Maka mereka mencari solusi yang sesuai dengan target audiens mereka dan memutuskan untuk membuat pod yang bisa dikomposkan.
Mereka berinvestasi besar dalam produk baru ini. Hasilnya pun sepadan berkat visi mereka dan waktu yang tepat. Ketika pandemi COVID-19 melanda dan pelanggan setia tidak bisa lagi mengunjungi toko fisik Grind, permintaan penjualan kopi online melonjak drastis.
3. Pilih model bisnis
Umumnya, toko kopi online menyediakan biji kopi sangrai ke pelanggan melalui salah satu dari tiga cara: menyangrai kopi sendiri, menjual kembali (reselling) merek kopi grosir, atau dropshipping (salah satu bentuk dari reselling).
Menyangrai atau memproduksi sendiri
Artinya Anda akan membeli biji kopi mentah dari supplier dan menyangrai biji tersebut sendiri. Ini memberi kendali penuh atas tahap produksi ini. Jika menyangrai biji sendiri, biji kopi tersebut akan menjadi fondasi seluruh lini produk kopi Anda.
Menjual kembali dari grosir
Dalam model ini, Anda membeli biji kopi sangrai atau minuman kopi siap saji dari grosir, menyimpannya, dan mengirimkannya sendiri ke pelanggan. Jika memilih cara ini, Anda perlu memperhitungkan biaya penyimpanan dan pengiriman, serta mengembangkan strategi pengelolaan stok yang memastikan ketersediaan produk sekaligus meminimalkan kerusakan.
Dropshipping
Dengan model bisnis dropshipping kopi, Anda tetap mengendalikan upaya pemasaran, tetapi menyerahkan tanggung jawab kontrol kualitas kepada mitra dropshipping tepercaya. Dropshipping semakin populer, terutama di kalangan pengusaha yang ingin menguji pasar tanpa investasi awal yang besar. Selain itu, Anda bisa mengalihdayakan penyimpanan dan pemenuhan pesanan ke supplier kopi grosir yang bekerja sama dengan pelaku dropshipping.
Jika Anda memilih jalur dropshipping, Anda bisa menyederhanakan operasional dengan menggunakan aplikasi dropshipping yang terintegrasi dengan toko Shopify Anda. Aplikasi ini menghubungkan Anda dengan jaringan supplier, mengotomatiskan pengelolaan stok, dan menyederhanakan pemrosesan pesanan. Dengan itu, Anda bisa fokus pada pemasaran dan layanan pelanggan, sementara supplier menangani pemenuhan pesanan.
Di sisi lain, peralatan untuk menyangrai kopi bisa cukup mahal serta membutuhkan keahlian untuk mengoperasikannya. Jika Anda memiliki modal dan minat terhadap keahlian ini, atau jika Anda pemilik kafe dengan peralatan yang sudah mapan, opsi ini mungkin paling cocok untuk Anda. Namun, jika Anda mencari opsi yang lebih sederhana dan tidak terlalu membutuhkan keterlibatan langsung, Anda bisa mempertimbangkan reselling atau dropshipping daripada bersaing dengan roaster kopi lainnya.
Memahami margin keuntungan kopi
Per akhir Februari 2026, harga kopi per ons adalah 19¢ dan $6,91 per pon (sekitar 0,45 kg). Harga kopi telah melonjak drastis dalam tiga tahun terakhir, naik hampir 130%.
Akibatnya, margin keuntungan kopi semakin menyusut. Sebuah laporan dari NYU tentang margin keuntungan menunjukkan rata-rata margin kotor untuk produk ritel bahan makanan sebesar 26,31%. Namun, bisnis kopi mungkin bisa menetapkan harga lebih tinggi, dengan satu sumber yang menyarankan 40% hingga 60%.
Saat menentukan harga produk kopi Anda, ada baiknya menggunakan kalkulator margin keuntungan untuk memastikan penjualan online selalu menghasilkan laba. Hal-hal seperti ruang gudang (jika diperlukan), tenaga kerja (jika diperlukan), biaya grosir, pengiriman, pengemasan, harga perangkat lunak SaaS, dan biaya akuisisi pemasaran, semuanya dapat memengaruhi margin keuntungan Anda.
Langganan (subscription) juga bisa membantu karena memungkinkan Anda mempertahankan pelanggan tanpa harus terus-menerus mengeluarkan biaya untuk mengakuisisi mereka.
4. Temukan supplier kopi
Ada empat jenis utama biji kopi: Arabika, Liberika, Robusta, dan Excelsa. Dengan pangsa pendapatan hampir 60% di pasar kopi, Arabika adalah jenis biji kopi yang paling populer. Setiap jenis biji memiliki profil rasa yang berbeda, jadi pilihlah mana yang akan diminati oleh target audiens Anda. Misalnya, penikmat kopi sejati mungkin penasaran untuk mencoba biji non-Arabika.
Berikut hal-hal yang perlu dipertimbangkan saat memilih supplier kopi:
- Kualitas produk. Minta sampel dari calon supplier Anda untuk memastikan produk kopi mereka memenuhi standar, terutama jika Anda ingin menjual kopi berkualitas tinggi.
- Layanan pelanggan. Supplier Anda harus mampu menjawab pertanyaan apa pun tentang sumber dan pengolahan biji kopi. Jika muncul masalah terkait ketersediaan atau kualitas di kemudian hari, Anda harus dapat mempercayai supplier untuk mengomunikasikan masalah tersebut dengan jelas.
- Harga. Bandingkan harga dari berbagai supplier untuk menemukan opsi yang memungkinkan Anda mendapatkan keuntungan dari produk. Untuk menentukan apakah Anda bisa mendapatkan keuntungan atau tidak, Anda mungkin perlu merancang strategi penetapan harga awal untuk toko kopi online.
- Jaminan kualitas (QA). Bagaimana proses kontrol kualitas supplier? Tanyakan kepada semua calon supplier mengenai bagaimana mereka melakukan QA pada biji kopi mereka untuk menjaga standar tinggi di setiap batch sangrai.
-
Ulasan pelanggan. Cari tahu ulasan tentang semua calon supplier. Situs seperti Better Business Bureau (BBB) dan Trust Pilot dapat membantu. Jika memungkinkan, hubungi pelanggan mereka saat ini dan tanyakan pengalaman mereka.
Pertimbangan khusus dalam pemenuhan pesanan kopi meliputi:
- Masa simpan
- Jenis kemasan
- Tanggal sangrai dan waktu pemrosesan
- Waktu pengiriman pesanan, misalnya setelah kopi disangrai, seberapa cepat dikirim ke pelanggan?
- Kondisi penyimpanan
Jika Anda tertarik untuk terhubung dengan supplier kopi yang sudah mapan tanpa perlu menyimpan stok, Anda bisa mempertimbangkan menggunakan Shopify Collective untuk menelusuri produk kopi dari merek Shopify terverifikasi. Collective adalah jaringan supplier gratis untuk pengguna Shopify yang memenuhi syarat, sehingga memudahkan Anda menghubungi supplier dan mengimpor halaman produk ke toko Anda.
Saat checkout, Collective menghitung tarif pengiriman dan mengarahkan pesanan ke supplier untuk dikirim ke pelanggan. Ini sangat berguna jika Anda sedang menjajaki model bisnis reselling atau dropshipping yang disebutkan sebelumnya.
Anda juga dapat mempertimbangkan untuk bermitra langsung dengan petani kopi, meskipun membangun hubungan tersebut bisa memakan waktu lama.
Dalam sebuah episode Shopify Masters, Aaron Zack, wakil presiden penjualan, pemasaran, dan proyek strategis di Propeller Coffee, membahas bagaimana bisnis kopinya mulai bekerja sama dengan sebuah perkebunan di Brasil.
"Kami adalah roaster kecil asal Kanada yang berbasis di ujung barat Toronto. Jadi, kami benar-benar perlu bekerja dari hulu melalui komunitas supplier, broker, dan perantara lainnya untuk menemukan para petani tersebut dan membangun koneksi," kata Aaron.
"Selama delapan setengah tahun kami melakukan proses sangrai kopi, sekarang kami memiliki hubungan dengan sebuah perkebunan keluarga yang luar biasa di Brasil, yang telah memenangkan penghargaan Cup of Excellence di Brasil selama lebih dari 25 tahun."
Penting juga untuk mempertimbangkan implikasi etis dari perdagangan kopi, baik bagi lingkungan maupun pekerja. Jika keberlanjutan dan tanggung jawab sosial penting bagi Anda dan target pasar, pertimbangkan untuk mendapatkan sertifikasi dari Fairtrade America untuk merek kopi Anda. Pastikan juga untuk memasukkan komitmen terhadap sumber yang etis ke dalam pesan merek dan pernyataan nilai yang disampaikan ke audiens.
"Kopi yang hebat ditanam oleh petani yang peduli," kata Aaron. "Dan yang peduli bukan hanya pada tanaman, kopi, dan lingkungan tempat mereka tumbuh, tetapi juga pada para pekerja dan komunitas tempat mereka menanam kopi."
5. Bangun identitas merek
Membangun identitas merek yang kuat sangat penting dalam industri kopi. Pelanggan Anda sudah memiliki kebutuhan akan kopi, tugas Anda adalah membuat mereka memilih kopi dari merek Anda. Setelah mengidentifikasi niche, Anda perlu menyelaraskan strategi pemasaran merek dengan target audiens Anda.
Tentukan proposisi nilai Anda
Nilai apa yang diberikan produk Anda kepada pelanggan, dan apa yang membedakan produk tersebut dari merek kopi lain? Entah itu komitmen terhadap praktik pertanian berkelanjutan, penekanan pada biji kopi yang baru disangrai, atau hal lainnya, pastikan untuk mengomunikasikan proposisi nilai Anda dengan jelas kepada pelanggan.
Pilih nama dan slogan
Pilih nama toko dan nama domain situs web yang mudah diingat dan mengomunikasikan tidak hanya apa yang Anda jual secara online, tetapi juga jiwa merek dan misinya. Anda juga dapat membuat slogan, yang bisa dilakukan dengan bantuan generator slogan gratis dari Shopify.
Kembangkan gaya komunikasi merek
Pilih gaya komunikasi merek dan gunakan secara konsisten di semua materi pemasaran untuk menjaga konsistensi branding. Tanyakan pada diri sendiri: Bagaimana pelanggan ideal saya berbicara tentang kopi? Kemudian, Anda dapat menyesuaikan gaya komunikasi tersebut dengan target pembeli. Misalnya, jika Anda menjual kopi online kepada penikmat kopi yang memiliki pengetahuan mendalam tentang berbagai jenis biji, Anda dapat memilih gaya komunikasi yang lebih ilmiah dan menggunakan istilah teknis industri untuk menunjukkan keahlian Anda. Sebaliknya, jika target Anda adalah penikmat kopi yang belum terlalu memahami industri ini, Anda bisa membangun persona merek yang lebih ramah serta edukatif dalam cara yang hangat dan mengundang.
Rancang identitas visual merek Anda
Pilih logo, warna merek, dan tipografi, lalu gunakan branding yang jelas dan konsisten di semua aspek merek Anda. Elemen-elemen desain branding ini dapat membuat bisnis Anda langsung dikenali oleh pelanggan dan membantu tampil menonjol di antara kompetitor.
6. Siapkan toko kopi online
Baik Anda ingin membawa kafe fisik ke ranah online maupun membangun bisnis dari nol, pertimbangkan langkah-langkah berikut untuk mulai menjual kopi secara online:
Pilih platform e-commerce
Anda bisa membuat toko kopi online dengan uji coba gratis tiga hari dari Shopify. Pilih paket harga untuk memulai.
Pilih tema dan sesuaikan
Jika menggunakan Shopify, Anda bisa mengunjungi Shopify Theme Store untuk menemukan tema desain web yang sesuai dengan identitas visual merek. Kemudian, Anda bisa menyesuaikan tema tersebut untuk memperkuat identitas visual merek yang khas bagi bisnis kopi Anda.
Siapkan halaman penting
Prioritaskan desain halaman utama, lalu tambahkan halaman penting seperti FAQ pengiriman, panduan kebijakan pengembalian, dan halaman Kontak. Anda dapat merujuk pada toko kopi lain atau roaster lokal untuk melihat bagaimana mereka menyusun situs web mereka dalam menjual kopi secara online.
Tambahkan produk dan koleksi
Ambil foto produk, tulis deskripsi produk, dan mulai buat halaman produk Anda. Kelompokkan produk ke dalam koleksi dan produk unggulan agar pelanggan lebih mudah menjelajahi toko kopi online Anda.
Atur opsi pengiriman
Beli dan cetak label pengiriman dengan harga diskon langsung dari admin Shopify untuk memastikan pelanggan menerima produk kopi mereka dengan cepat dan hemat biaya. Anda juga dapat mempertimbangkan untuk menyediakan opsi pengiriman lokal bagi pelanggan di sekitar Anda.
Siapkan opsi pembayaran
Pastikan Anda telah mengaktifkan pemroses pembayaran seperti Shopify Payments agar bisa mulai menerima pembayaran dari pelanggan toko kopi online. Tentukan jenis metode pembayaran pelanggan yang ingin diterima, lalu pastikan halaman checkout menampilkan opsi tersebut dengan jelas untuk pelanggan.
Apakah Anda memerlukan lisensi untuk menjual kopi secara online?
Secara umum, Anda memerlukan setidaknya lisensi bisnis dan izin penjual untuk menjual kopi secara online. Di bawah ini, pelajari tentang berbagai izin dan lisensi lain yang mungkin diperlukan. Konten ini hanya bersifat sebagai informasi. Untuk informasi hukum atau pajak, konsultasikan dengan pengacara atau penasihat pajak.
Izin dan lisensi utama
Berikut adalah lisensi inti yang dibutuhkan untuk menjalankan bisnis online. Persyaratan dapat berubah dan bervariasi berdasarkan lokasi. Pastikan Anda memeriksa ketentuan di wilayah hukum setempat untuk informasi yang paling akurat dan terbaru.
Bisnis kopi yang beroperasi dengan model dropshipping kemungkinan hanya perlu memperoleh hal berikut:
- Lisensi bisnis. Ini adalah dokumen umum yang memungkinkan Anda menjalankan bisnis di wilayah hukum tertentu.
-
Izin penjual. Izin penjual, juga dikenal sebagai lisensi pajak penjualan, memungkinkan Anda memungut pajak penjualan atas barang yang dijual sehingga Anda bisa menyetorkannya ke pemerintah.
Izin dan lisensi produksi
Jika Anda memilih untuk terlibat langsung dalam proses pengolahan biji kopi, Anda memerlukan izin tambahan. Ini mencakup proses menyangrai, menyortir, mengemas, atau menangani produk makanan dengan cara apa pun.
- Izin makanan rumahan (cottage food permit). Saat menjalankan bisnis makanan dari rumah, Anda mungkin memenuhi syarat untuk izin makanan rumahan. Izin ini memungkinkan pengusaha menyiapkan produk makanan berisiko rendah di lingkungan rumah tinggal. Setiap negara bagian memiliki regulasi yang berbeda, jadi pastikan Anda memeriksa aturan di wilayah Anda untuk mengetahui apakah bisnis kopi Anda memenuhi syarat.
- Izin penanganan makanan (food handler's permit). Izin ini menunjukkan bahwa Anda telah menyelesaikan pelatihan keamanan pangan yang disetujui oleh negara bagian Anda.
- Persetujuan FDA. Jika Anda memilih untuk menyangrai dan/atau mengemas kopi sendiri, fasilitas tersebut harus diperiksa dan disetujui oleh FDA sebagaimana diwajibkan oleh Food Safety Modernization Act (FSMA).
-
Registrasi makanan olahan (processed food registration/PFR). Beberapa negara bagian mewajibkan registrasi PFR untuk produksi. Konsultasikan dengan departemen kesehatan atau departemen pertanian negara bagian Anda untuk informasi lebih lanjut dan memulai prosesnya.
Langkah pertama untuk mendapatkan lisensi yang tepat adalah memperoleh lisensi bisnis. Untuk mendapatkannya, periksa persyaratan lisensi negara bagian Anda dan ajukan melalui situs web pemerintah daerah Anda.
Cara mengembangkan bisnis kopi online Anda
- Bangun strategi pemasaran kopi
- Manfaatkan kekuatan storytelling
- Pertimbangkan kemitraan merek
- Diversifikasi penawaran produk Anda
- Ekspansi ke area baru dalam industri kopi
Setelah meluncurkan toko kopi online, penting untuk menemukan cara-cara kreatif agar bisnis kopi online Anda terus berkembang pesat.
Berikut lima tips untuk membantu mengembangkan toko kopi online Anda:
1. Bangun strategi pemasaran kopi
Setelah toko kopi online Anda resmi beroperasi, saatnya memperkenalkan bisnis ke calon pelanggan. Untuk itu, Anda perlu mengembangkan strategi pemasaran.
Mulailah dengan mempertimbangkan di mana target audiens Anda aktif secara online dan jenis konten serta topik apa yang ingin mereka lihat dari merek kopi Anda. Misalnya, jika Anda sudah memiliki kedai kopi dengan daftar email dan pengikut di media sosial, Anda bisa mencoba kampanye pemasaran email dan media sosial. Jika masih baru, sekarang adalah waktu yang tepat untuk membuat akun media sosial untuk perusahaan kopi Anda agar bisa mulai membangun audiens.
Taktik pemasaran tambahan meliputi: mengumpulkan dan membagikan konten buatan pengguna (UGC), membuat konten edukatif, meluncurkan kampanye musiman, dan lainnya.
Apa pun strategi pemasaran yang Anda pilih, pastikan tidak mengabaikan kekuatan visibilitas di hasil pencarian Google. Membuat Google Business Profile sendiri adalah salah satu cara gratis untuk memperbarui profil bisnis Anda secara online dan membangun kredibilitas dengan audiens. Anda juga perlu berinvestasi pada strategi optimasi mesin pencari (SEO) yang dapat membantu bisnis kopi online Anda muncul di halaman hasil mesin pencari (SERP) yang relevan. Mengembangkan strategi SEO adalah praktik terbaik pemasaran konten yang akan membantu Anda meningkatkan kesadaran merek, sebuah kebutuhan krusial di tahap awal merek kopi Anda.
2. Manfaatkan kekuatan storytelling
Di pasar kopi yang sangat kompetitif, Anda dapat tampil menonjol dari kompetitor (dan memberikan nilai kepada pelanggan) dengan mengedukasi audiens tentang kopi serta menceritakan berbagai kisah.
Kisah tersebut bisa berupa cerita asal-usul bisnis Anda, bagaimana merek Anda memberikan dampak positif, atau bahkan suasana yang ingin dirasakan pelanggan saat menikmati kopi Anda.
Ambil contoh Propeller Coffee. Perusahaan ini beralih dari model bisnis yang sebagian besar grosir ke model langsung ke konsumen (DTC) selama pandemi COVID-19. Di Shopify Masters, Aaron Zack membahas bagaimana memasarkan perusahaan e-commerce itu berbeda, dan bagaimana ia menyadari pentingnya storytelling di industri kopi e-commerce yang kompetitif.
"Cara kami menentukan fokus storytelling adalah dengan menjadi sangat ‘nerdy’. Dalam storytelling kami, ada banyak fakta, edukasi, dan informasi tentang kopi atau proses kami," kata Aaron. "Apa pun yang kami bicarakan, kami berusaha fokus pada topiknya dan bukan pada diri kami sendiri. Orang memang ingin sedikit mengenal kami, tapi saya rasa yang paling mereka inginkan adalah belajar."
Canyon Coffee mengambil pendekatan yang lebih visual terhadap storytelling. Pendirinya, Ally Walsh dan Casey Wojtalewicz, bertanya pada diri sendiri seperti apa kira-kira perusahaan kopi imajiner seniman Georgia O'Keeffe.
"Setelah mengunjungi rumahnya di New Mexico dan melihat Chemex yang terletak secara alami di antara barang-barangnya, kami memahami bahwa kopi bisa terasa tenang, penuh intensi, dan menyatu dengan kehidupan sehari-hari," kata Ally kepada Shopify Masters.
3. Pertimbangkan kemitraan merek
Membangun kemitraan adalah cara yang efektif untuk memperkenalkan kopi Anda kepada konsumen baru. Misalnya, Grind menjalin kemitraan dengan klub sosial dan jaringan hotel global Soho House. Grind memasok kopi untuk seluruh lokasi Soho House, sementara Soho House menyediakan kopi Grind di kamar-kamar hotelnya. Ini adalah hubungan antar merek yang saling menguntungkan.
Pastikan untuk membangun kemitraan yang selaras dengan basis pelanggan dan identitas merek Anda. Misalnya, David mempertimbangkan basis pelanggan Grind saat ini dan identitas merek yang lahir di London ketika memutuskan kemitraan dengan Soho House.
"Banyak pelanggan kami yang memang sudah menjadi anggota Soho House," katanya. "Kami memiliki banyak nilai yang sama, dan saya rasa kami adalah pilihan yang cukup jelas sebagai merek yang lahir di London, sama seperti Soho House yang juga banyak membawa identitas London ke berbagai tempat."
4. Diversifikasi penawaran produk Anda
Setelah memulai toko kopi online sendiri, susun rencana untuk memperluas penawaran produk Anda dari waktu ke waktu. Ini adalah saat yang tepat untuk menyusun strategi pengembangan produk toko Anda sekaligus menentukan produk baru apa yang akan diluncurkan dan kapan.
Ambil inspirasi dari produk berikut sebagai opsi yang bisa Anda jual online bersama kopi Anda:
- Alat pembuat kopi dan aksesori. Pertimbangkan untuk menjual peralatan seduh seperti ketel, peralatan pour-over, atau French press.
- Produk makanan. Kue kering, biji kopi berlapis cokelat, atau cokelat batangan adalah produk makanan yang bisa melengkapi penawaran produk kopi Anda.
- Minuman lainnya. Pertimbangkan untuk menjual minuman tambahan seperti teh dan cokelat panas.
-
Produk bermerek. Setelah identitas visual merek terbentuk, Anda dapat menjual merchandise bermerek, seperti mug kopi, kaus, atau tote bag yang menampilkan nama dan logo bisnis kopi Anda.
Cara lain untuk mendiversifikasi penawaran produk Anda adalah dengan menyediakan opsi langganan bagi pembeli. Dua jenis yang paling umum adalah langganan pengisian ulang (replenishment) dan langganan kurasi. Dengan langganan pengisian ulang, pelanggan menerima produk yang sama secara berkala dalam interval waktu tertentu. Sementara itu, langganan kurasi menawarkan produk baru yang mungkin tidak bisa dipilih pelanggan sendiri.
Misalnya, bisnis kopi bisa menawarkan langganan kurasi di mana pelanggan menerima kantong kopi yang berbeda setiap bulan berdasarkan preferensi mereka.
5. Ekspansi ke area baru dalam industri kopi
Seiring pertumbuhan bisnis kopi online Anda, Anda dapat mempertimbangkan untuk memasuki area baru di pasar kopi.
Ambil contoh James Hoffmann, yang telah membangun karier selama 20 tahun di dunia kopi. James memenangkan World Barista Championship, menjalankan merek langsung ke konsumen (DTC) Square Mile Coffee Roasters, dan memiliki kafe fisik bernama Prufrock Coffee. Ia juga seorang kreator konten edukatif tentang kopi dengan lebih dari dua juta pengikut di YouTube.
James memperluas bisnisnya ke ranah merchandise dan koleksi terkait kopi melalui Tens Hundreds Thousands.
"Saya punya ide produk berupa satu set dadu yang bisa membantu Anda membuat resep untuk menyeduh kopi," kata James dalam sebuah episode Shopify Masters.
Namun, menjual kopi dan produk terkait, belum lagi menangani proses pemenuhan pesanan, menjadi tantangan baru yang sama sekali berbeda bagi James.
"Saya duduk di meja, mengisi seribu amplop secara manual, dan saya berpikir, 'Ini pekerjaan yang menyiksa. Apa yang saya lakukan? Ini seharusnya tidak perlu seperti ini,'" kata James.
Ia memutuskan untuk mulai menggunakan layanan gudang pihak ketiga dan mencoba model cetak sesuai permintaan, yang terintegrasi dengan toko Shopify mereknya.
Kini, perusahaan tersebut menjual poster bertema kopi, keramik spesial, dan pakaian edisi terbatas, dalam jumlah puluhan, ratusan, dan ribuan, sesuai dengan nama merek bisnis. Model edisi terbatas ini menjadikan produk James sebagai koleksi yang dicari, sekaligus memperkuat reputasi merek.
Jalur ekspansi lain untuk merek kopi meliputi:
- Membuka lokasi fisik. Ini adalah langkah terbesar, membutuhkan ruang komersial, staf, dan investasi awal yang signifikan untuk meluncurkan dan mengoperasikan toko fisik. Jika Anda belum siap untuk langsung terjun sepenuhnya, pertimbangkan toko pop-up.
- Menjual biji kopi secara grosir. Kembangkan bisnis kopi Anda dengan memasok biji kopi ke merek lain melalui model grosir. Ini biasanya memerlukan lisensi grosir dan izin tambahan tergantung pada lokasi dan struktur bisnis Anda.
- Menjual peralatan dan aksesori kopi. Perluas lini produk Anda dengan item seperti mesin kopi, alat pour-over, mug, dan filter. Anda memerlukan supplier yang andal dan proses pemenuhan pesanan.
- Membuat dan menjual merchandise. Tawarkan kaus, stiker, hoodie, dan mug dengan branding bisnis Anda, di samping kopi. Ini memerlukan desain, metode produksi, dan solusi pemenuhan pesanan.
- Merilis edisi terbatas. Ciptakan antusiasme dengan produk atau kolaborasi unik. Anda dapat menggunakan biji kopi langka untuk rilis terbatas atau bekerja sama dengan merek yang disukai pelanggan untuk menghadirkan produk eksklusif dengan waktu terbatas.
FAQ menjual kopi online
Apakah menjual kopi online menguntungkan?
Ya, ada banyak cara untuk menghasilkan uang dari menjual kopi online. Anda bisa menggunakan supplier dropshipping kopi untuk menjual biji kopi mentah, atau bisa menjual minuman kopi botolan buatan sendiri. Shopify Collective menawarkan opsi lain dengan menghubungkan Anda dengan merek kopi yang sudah mapan yang mencari mitra ritel.
Apakah perlu lisensi untuk menjual kopi online?
Ya. Dalam kebanyakan kasus, Anda memerlukan setidaknya lisensi bisnis dan izin penjual untuk menjual kopi melalui toko online. Tergantung pada negara bagian dan model pemenuhan pesanan, Anda mungkin juga memerlukan: izin makanan rumahan (khusus rumah tinggal), persetujuan FDA untuk fasilitas produksi Anda, izin penanganan makanan, dan registrasi makanan olahan.
Bisakah menjual kopi online menjadi bisnis yang menguntungkan?
Menjual kopi online bisa menjadi ide bisnis e-commerce yang menguntungkan. Orang-orang di seluruh dunia minum kopi, dan sebagian besar warga Amerika minum kopi setiap hari. Berkat popularitas yang luas ini, bisnis kopi online Anda berpotensi memiliki banyak calon pelanggan, tetapi persaingannya juga tinggi. Agar penjualan kopi online menguntungkan, Anda perlu membedakan merek Anda agar tampil menonjol. Anda juga perlu memastikan operasional bisnis berjalan efisien untuk menghasilkan keuntungan.
Bagaimana cara mengembangkan bisnis kopi online saya?
Anda bisa mengembangkan bisnis online dengan memperluas penawaran produk, menjalin kemitraan, dan fokus pada storytelling serta upaya pemasaran berbasis edukasi.
Bisakah saya menjalankan bisnis kopi dari rumah?
Anda bisa menjalankan bisnis kopi dari rumah jika Anda menggunakan model dropshipping, karena Anda tidak perlu menyangrai biji kopi atau menyimpan produk sendiri. Jika Anda berencana menyangrai biji sendiri atau membuat produk kopi sendiri, Anda tetap bisa bekerja dari rumah, tetapi cara ini memerlukan ruang untuk membuat dan menyimpan produk tersebut, serta izin dan lisensi yang diperlukan.
Lisensi apa saja yang diperlukan untuk menjual kopi online?
Untuk menjual kopi secara online, Anda mungkin memerlukan lisensi seperti:
- Lisensi bisnis
- Izin penjual
- Izin makanan rumahan (khusus rumah tinggal)
- Persetujuan FDA untuk fasilitas produksi (jika memproduksi sendiri)
- Izin penanganan makanan (jika menangani biji kopi secara langsung)
- Registrasi makanan olahan
Persyaratan lisensi dapat berbeda di setiap wilayah, sehingga penting untuk memeriksa ketentuan hukum di yurisdiksi lokal Anda terkait izin dan/atau lisensi untuk menjual kopi secara online.

