April Mall, salah satu pendiri Unsolicited Plant Talks, awalnya tidak berniat menjual tanaman secara online. Namun, ketika koleksi tanaman hias di rumahnya terus bertambah, ia memutuskan mengubah hobi menjadi bisnis.
"Saya punya perasaan semacam, 'Ini tidak akan ada habisnya. Pasti ada cara supaya saya bisa terus melanjutkan ini.' Jadi saya mulai melakukan perbanyakan tanaman," kenangnya dalam salah satu episode podcast Shopify Masters.
Pada akhirnya, April bersama suaminya sekaligus rekan bisnisnya, Daryk Mall, membangun rumah kaca untuk menanam lebih banyak tanaman. Kini, pasangan ini menjual lebih dari 700 produk di situs web mereka.
Menjual stek tanaman sendiri baru merupakan salah satu cara untuk mewujudkan impian membangun bisnis tanaman. Simak berbagai opsi lain dan hal-hal yang perlu Anda pertimbangkan jika ingin menjual tanaman secara online.
8 jenis bisnis tanaman
- Tanaman hias dalam ruangan
- Tanaman luar ruangan
- Benih dan umbi
- Terrarium dan kit
- Produk turunan tanaman
- Langganan tanaman
- Workshop online
- Layanan terkait tanaman
Menjual tanaman hias dalam ruangan hanya salah satu pintu masuk ke bisnis tanaman. Anda bisa memilih fokus pada beragam penawaran atau hanya satu jenis saja. Keputusan ini bergantung pada iklim tempat Anda tinggal, akses Anda ke pemasok tanaman grosir atau ruang tanam, serta seberapa besar modal awal yang siap Anda keluarkan.
Berikut beberapa ide untuk mulai menjual tanaman online:
1. Tanaman hias dalam ruangan
Tanaman dalam ruangan menarik bagi banyak orang. Pelanggan tidak perlu punya kebun maupun pencahayaan rumah yang ideal untuk menemukan tanaman yang cocok bagi mereka.
Anda bisa memilih spesialisasi pada jenis tanaman hias tertentu, seperti sukulen, kaktus, dan air plant. Atau, Anda juga dapat memutuskan untuk menjual tanaman yang bisa Anda budidayakan atau yang bisa didapatkan dari pemasok secara konsisten di tempat Anda tinggal.
House Plant Shop berfokus pada tanaman hias dalam ruangan dan mengelompokkannya berdasarkan jenis (tanaman langka, tanaman menjuntai, tanaman kering, tanaman ramah hewan peliharaan, dan lainnya), ukuran (air plant kecil dan air plant besar), bahkan zodiak.
2. Tanaman luar ruangan
Ada banyak jenis tanaman luar ruangan, mulai dari herba dan sayuran hingga pohon dan semak. Jika Anda memutuskan ingin menjualnya, hal yang harus dipertimbangkan lebih banyak daripada menjual tanaman dalam ruangan.
Misalnya, bagaimana cuaca akan memengaruhi bisnis Anda? Apakah Anda akan menjalankan bisnis musiman atau berjualan sepanjang tahun? Jika Anda menjual tanaman berukuran besar, bagaimana Anda akan menangani pengiriman atau pengantaran lokal?
Mengedukasi pelanggan dapat membantu Anda mengatasi sebagian hambatan ini. The Sill, yang awalnya menjual tanaman hias dalam ruangan sebelum berekspansi ke semak, tanaman patio, dan pohon berbunga, memungkinkan pelanggan berbelanja berdasarkan zona tanam. Merek ini juga menambahkan detail seperti "setangguh musim dingin di Midwest" dan "tidak terpengaruh embun beku" untuk membantu pelanggan memilih opsi terbaik.
3. Benih dan umbi
Benih dan umbi lebih mudah dikirim dan disimpan dibanding tanaman hidup, meskipun menjualnya tetap membutuhkan akses lahan untuk budidaya atau hubungan dengan petani yang bisa memproduksi benih atau umbi untuk Anda. Sertakan informasi penanaman dan foto tanaman saat sudah dewasa di halaman produk agar pelanggan tahu apa yang bisa diharapkan.
Selain memiliki halaman produk yang detail, West Coast Seeds yang berbasis di Kanada juga merilis Growing Guide tahunan dan menyediakan kuis online untuk membantu pelanggan menemukan benih dan perlengkapan yang tepat.
4. Terarium dan kit
Anda juga bisa menjual kit berisi tanaman hidup dan perlengkapannya agar pelanggan dapat membuat terarium di rumah. Misalnya, London Terrariums menjual terarium dalam berbagai ukuran sekaligus kit untuk merakit sendiri.
Bisnis pendirinya, Emma Sibley, juga berawal dari hobi.
"Saya awalnya hanya membuat terarium, memotretnya, lalu mengunggahnya ke Instagram," kata Emma dalam salah satu episode podcast Shopify Masters. "Lalu teman dan keluarga mulai bilang, 'Oh, ini ulang tahun ibu saya. Bisa buatkan terarium untuk saya hadiahkan ke dia?'"
Ketika permintaan dan minat dari keluarga serta kenalan terus bertambah, ia sadar ada peluang bisnis yang nyata, lalu mulai berjualan di pasar lokal dan pada akhirnya membuka tokonya sendiri.
Situs web London Terrariums menampilkan bagian produk terlaris untuk mendorong pengunjung membeli produk yang sudah terbukti diminati audiens.
5. Produk turunan tanaman
Jika Anda piawai berkebun dan memiliki kebun rumahan, Anda bisa menanam sendiri lalu membuat produk turunan dari tanaman tersebut. Pendiri Terre Bleu menanam lavender di kebun mereka dan menjual sabun, spray, serta salep berbahan lavender secara online.
6. Langganan tanaman
Model langganan memberi pencinta tanaman kesempatan untuk terus menambah koleksi spesies mereka. Partly Sunny Projects menawarkan PSP Succulent Subscription Box, yang berisi tiga tanaman setiap bulan.
7. Kursus dan workshop online
Bagikan pengetahuan Anda tentang tanaman dan berkebun melalui kursus serta workshop online. The Gardener’s Workshop menawarkan berbagai kelas tentang topik seperti budidaya bunga dan cara menjual ke toko bunga, sehingga pelanggan mendapatkan bekal untuk memulai proyek mereka sendiri.
8. Layanan terkait tanaman
Mengapa tidak memulai bisnis jasa untuk menyediakan tanaman bagi acara atau merawat green wall untuk klien korporat? Atau coba "planterior design", istilah yang digunakan toko tanaman Grounded untuk menggambarkan layanan konsultasi privat mereka.
Cara menjual tanaman secara online
- Temukan niche Anda
- Tentukan apakah akan menanam sendiri atau mengambil dari pemasok
- Pilih nama bisnis
- Bentuk bisnis Anda secara legal
- Tentukan harga tanaman Anda
- Susun rencana bisnis
- Tentukan pendekatan inventaris Anda
- Buat toko online Anda
- Optimalkan halaman produk dan koleksi
- Kirim tanaman dengan aman
- Susun rencana pemasaran dan media sosial
Berikut langkah-langkah untuk memulai bisnis tanaman online Anda:
1. Temukan niche Anda
Saat meluncurkan bisnis tanaman, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan:
Keahlian dan minat
Anda mungkin seorang pekebun andal yang mahir merawat ketapang biola, atau Anda berminat membagikan tips budidaya terbaik kepada orang lain. Keahlian dan minat Anda dapat membantu menentukan jenis bisnis tanaman yang paling cocok.
Lokasi
Apakah Anda berada di wilayah dengan kondisi tanam yang menantang? Atau justru bisa menanam dengan mudah sepanjang tahun? Tempat tinggal Anda dapat menentukan jenis tanaman yang dijual, atau bahkan mengarahkan Anda pada model bisnis tanaman tertentu.
Misalnya, Plant Material yang berbasis di Los Angeles berspesialisasi pada tanaman asli California. "Membawa tanaman ini ke tangan orang-orang dan memberi mereka kesempatan merasakan manfaat serta kegembiraan bekerja dengan tanaman asli California, itulah tujuan utamanya," kata Matthew Burrows, salah satu pendiri Plant Material, dalam episode Shopify Masters.
Target audiens
Target audiens Anda akan membentuk bisnis Anda. Misalnya, jika Anda menyasar pemilik tanaman pemula, pendekatan dan pesan Anda tentu berbeda jika dibandingkan dengan ketika Anda menyasar pekebun berpengalaman.
Persaingan
Meneliti kompetitor dapat memberi Anda wawasan tentang pasar dan cara tampil yang berbeda. Misalnya, Matthew merasa yakin memulai Plant Material karena di Los Angeles hanya ada sedikit pembibitan yang khusus menjual tanaman asli California.
2. Tentukan apakah akan menanam sendiri atau mengambil dari pemasok
Menanam tanaman untuk dijual sangat mungkin dilakukan jika Anda memiliki ruang dan kondisi yang tepat. April dari Unsolicited Plant Talks memulai bisnisnya dengan memperbanyak tanaman di rak-rak di dalam rumahnya.
Namun, menjual tanaman dalam skala lebih besar membutuhkan ruang tambahan, dan Anda bisa cepat melampaui kapasitas setup awal. Pada akhirnya, April mendapatkan pendanaan dari NASA untuk membangun rumah kaca.
Pendiri Partly Sunny Projects, Sonja Detrinidad, memutuskan untuk tidak menanam sendiri karena di wilayah California tempat ia tinggal cukup mudah menemukan penanam berpengalaman untuk diajak bekerja sama. "Saya punya penanam yang sudah membudidayakan varietas tanaman tertentu selama 40 tahun," katanya.
Pada akhirnya, keputusan ini bergantung pada model bisnis, keahlian, anggaran, dan ruang yang Anda miliki.
3. Pilih nama bisnis
Nama bisnis Anda bisa lugas, seperti London Terrariums, atau lebih ekspresif, seperti Unsolicited Plant Talks. Semuanya bergantung pada identitas merek Anda.
Untuk membantu menemukan nama yang cocok untuk merek tanaman Anda, coba AI Business Name Generator dari Shopify. Jelaskan bisnis Anda, Anda bisa menyertakan lokasi atau informasi tentang penawaran Anda, lalu alat ini akan menghasilkan berbagai opsi.
Sebelum memutuskan, periksa apakah nama tersebut sudah digunakan di media sosial, sebagai domain, dan di basis data entitas bisnis wilayah Anda.
4. Bentuk bisnis Anda secara legal
Cara Anda mendaftarkan bisnis bergantung pada tempat tinggal Anda dan jenis bisnis yang ingin Anda mulai. Misalnya, jika Anda seorang solopreneur di Amerika Serikat, Anda perlu memutuskan apakah usaha perseorangan atau limited liability company (LLC) lebih tepat untuk Anda.
LLC biasanya membutuhkan lebih banyak dokumen, tetapi dapat melindungi aset pribadi Anda dari tanggung jawab hukum. Selain itu, Anda mungkin perlu mendaftarkan bisnis ke lembaga pemerintah lokal dan negara bagian.
Periksa juga aturan setempat untuk mengetahui apakah Anda memerlukan lisensi tambahan guna menjual tanaman hidup atau benih. Misalnya, di California, Anda memerlukan lisensi untuk menjual stok bibit. Jika Anda berencana merekrut karyawan, kemungkinan Anda memerlukan employer identification number (EIN) dari IRS.
5. Tentukan harga tanaman Anda
Anda dapat mengikuti model penetapan harga standar untuk menentukan harga sebagian besar barang yang dijual online. Untuk menemukan harga retail penawaran Anda:
- Jumlahkan biaya variabel per produk (harga pokok penjualan, kemasan, pengiriman, dan sebagainya).
- Tetapkan nilai untuk waktu Anda dan perkirakan waktu yang akan dihabiskan per produk.
- Jumlahkan biaya tetap Anda (biaya overhead, seperti sewa) lalu bagi dengan rata-rata jumlah produk yang Anda perkirakan terjual per bulan.
- Tambahkan margin keuntungan yang diinginkan di atasnya, sambil mempertimbangkan kondisi pasar secara keseluruhan.
Selain itu, pertimbangkan siapa pelanggan Anda dan berapa harga yang mereka anggap wajar. Toko tanaman Grounded yang berbasis di Washington, DC menjual tanamannya dengan harga antara $18 hingga $85. "Kami secara strategis menempatkan titik harga kami pada level yang terjangkau dan mudah diakses oleh kebanyakan orang," kata Mignon Hemsley, salah satu pendiri Grounded. "Kami ingin semua orang bisa merasakan pengalaman memiliki tanaman dan merawat sesuatu."
6. Susun rencana bisnis
Rencana bisnis adalah peta jalan bagi perusahaan Anda. Beberapa elemen dalam rencana bisnis meliputi:
- Deskripsi perusahaan. Cantumkan bisnis Anda, tujuan, model bisnis, struktur bisnis, visi, misi, dan proposisi nilai.
- Riset pasar. Sertakan wawasan tentang kekuatan, peluang, ukuran pasar, dan persaingan di pasar yang Anda pilih.
- Layanan. Jelaskan penawaran Anda, termasuk bagaimana Anda akan menentukan harga tanaman.
- Rencana pemasaran. Rencana pemasaran Anda mencakup bagaimana Anda akan mempromosikan toko tanaman Anda.
7. Tentukan pendekatan stok Anda
Kecuali Anda hanya menjual tanaman luar ruangan, umumnya Anda memerlukan ruang dengan pengendalian iklim sebagai penyimpanan stok. Sonja dari Partly Sunny Projects memulai dari garasi rumah sebelum pindah ke ruang rumah kaca khusus.
Kebutuhan penyimpanan Anda akan bergantung pada apa yang Anda jual, bagaimana Anda mendapatkan produk, dan anggaran Anda. Anda bisa menempuh jalur seperti Sonja, menggunakan ruang di rumah untuk penyimpanan saat bisnis masih berkembang.
Selain itu, Anda bisa menyewa ruang gudang. Anda juga dapat mempertimbangkan dropshipping, model bisnis yang memungkinkan Anda menjual tanaman atau produk terkait tanaman atas nama merek Anda, sementara pemenuhan pesanannya dilakukan oleh pemasok pihak ketiga.
Setelah memutuskan di mana persediaan akan disimpan, Anda memerlukan strategi untuk mengelolanya. Bekerja sama dengan pemasok yang andal akan membantu Anda membuat perencanaan. Anda juga perlu bertanya pada diri sendiri:
- Apa yang akan saya lakukan dengan stok berlebih?
- Apakah saya akan membuka pre-sale untuk varietas yang akan datang?
- Perlukah saya menyiapkan buffer jika sebagian stok tanaman rusak atau mati?
- Jika saya pergi selama beberapa hari, apa rencana saya untuk perawatan tanaman? Sistem irigasi otomatis dan lampu tanam dengan timer dapat membantu menutup celah jika Anda belum memiliki staf yang menangani tanaman.
8. Buat toko online Anda
Menjual tanaman secara online melalui situs web sendiri memberi Anda kontrol paling besar atas bisnis. Sonja awalnya menerima pesanan melalui grup chat WhatsApp dan membuat invoice untuk setiap pelanggan.
Ketika cara itu menjadi terlalu memakan waktu, ia membuka toko online dengan Shopify. Peralihan ini membantunya menghemat waktu untuk administrasi dan lebih banyak waktu untuk membangun merek.
Shopify memudahkan bisnis untuk memulai situs web, tanpa perlu kemampuan coding atau desain. Pilih tema siap pakai dari Shopify Theme Store lalu sesuaikan dengan penjenamaan, font, warna, dan tata letak unik Anda. Tema Cascade adalah pilihan yang bagus untuk penjual tanaman dengan cerita merek yang kuat, sementara tema Editions menawarkan banyak ruang putih agar tanaman Anda tampil menonjol.
Anda juga dapat menambahkan aplikasi ke toko Shopify Anda untuk meningkatkan fungsionalitas dan menyesuaikan situs. Misalnya, jika Anda ingin berjualan di marketplace seperti Etsy, Amazon, atau eBay, Anda dapat menggunakan Shopify Marketplace Connect untuk mengintegrasikan katalog Shopify Anda dengan platform tersebut. Anda juga dapat menghubungkan katalog Shopify ke kanal penjualan sosial seperti Facebook.
9. Optimalkan halaman produk dan koleksi
Saat Anda menjual tanaman secara online, Anda tidak punya keuntungan bisa mendampingi pelanggan berkeliling pembibitan secara langsung. Karena itu, halaman koleksi dan produk Anda harus bekerja lebih keras untuk membantu pelanggan menemukan tanaman yang tepat.
Berikan informasi detail tentang tanaman Anda, seperti spesies, nama umum, deskripsi, ukuran, petunjuk perawatan, dan tingkat kesulitan, untuk memandu pelanggan. Lalu, kelompokkan tanaman Anda ke dalam halaman koleksi yang membantu. Tingkat detail seperti ini bukan hanya berguna untuk edukasi pelanggan, tetapi juga dapat membantu calon pembeli menemukan produk Anda melalui mesin pencari.
Foto produk adalah salah satu elemen terpenting di halaman Anda. Baik Anda menyewa profesional maupun mengerjakannya sendiri, berikut beberapa tips yang perlu diikuti:
- Tampilkan berbagai sudut pengambilan gambar agar pelanggan dapat melihat produk dari semua sisi.
- Sertakan foto close-up yang menunjukkan detail tekstur.
- Tampilkan produk dalam sebuah suasana (sering disebut lifestyle shot) yang menginspirasi pelanggan untuk menata atau memposisikannya di ruang mereka sendiri. Saat styling, perhatikan kebutuhan cahaya dan kelembapan tanaman. Misalnya, Anda tentu tidak ingin memotret pohon fiddle leaf fig di bawah sinar matahari langsung, karena tanaman ini lebih menyukai cahaya matahari samar-samar.
10. Kirim tanaman dengan aman
Pengiriman dan pengemasan tanaman membutuhkan perencanaan yang cermat. "Bayangkan paket Anda akan berada dalam pertandingan rugby sampai tiba di tujuan," kata Sonja. "Anda harus melakukan semua yang perlu dilakukan untuk melindunginya."
Mengemas tanaman dengan benar memastikan tanaman tetap hidup, dan pelanggan tetap puas. Berikut beberapa hal yang perlu diingat saat menentukan proses pengemasan dan pengiriman:
- Perhatikan aturan pengiriman internasional. Ada aturan yang mengatur bagaimana tanah dan bahan organik dapat melintasi perbatasan internasional, artinya ada beberapa tanaman dan benih yang tidak bisa Anda kirim ke negara lain. Misalnya, Kanada mengizinkan impor tanah dari AS dengan dokumentasi yang tepat, tetapi tidak dari negara lain.
- Pertimbangkan iklim ekstrem. Suhu ekstrem dapat merusak tanaman, jadi ambil langkah pencegahan untuk melindunginya. Misalnya, jika tanaman akan melewati suhu di bawah titik beku selama pengiriman, tambahkan heat pack dan gunakan pengiriman ekspres.
- Siapkan tanamannya. Bungkus bagian pangkal tanaman dengan kerah karton atau serutan kayu agar tanah tidak mudah tumpah. Pastikan tanaman memiliki cukup air untuk perjalanan. Letakkan tanaman yang sudah dibungkus di dalam kotak dengan bahan pelindung yang cukup, seperti kertas koran atau packing peanuts biodegradable.
- Pilih kurir yang tepat. Bekerja sama dengan kurir yang mengantar tujuh hari dalam seminggu untuk menghindari jeda akhir pekan dan pertimbangkan hanya menawarkan metode ekspres untuk lokasi di luar area lokal Anda.
11. Susun rencana pemasaran dan media sosial
Peluang untuk menumbuhkan audiens online Anda terbuka lebar jika Anda menggunakan kombinasi kanal yang tepat. Berikut beberapa yang patut dipertimbangkan:
Pemasaran media sosial
Jika Anda memulai dengan anggaran terbatas, bangun audiens media sosial secara organik melalui posting yang konsisten dan informasi yang berguna. Misalnya, Sonja memosisikan dirinya sebagai ahli tanaman di TikTok, yang memungkinkannya memperkenalkan merek kepada pelanggan tanpa pendekatan jualan yang terlalu agresif.
"Jadilah sosok yang bernilai di platform sebagai sumber informasi, lalu sisipkan sedikit seperti, 'Oh ya, ini link ke situs web saya,'" katanya. "Mereka akan percaya pada apa yang Anda bagikan karena mereka melihat hasil dari hal-hal yang Anda sarankan untuk dilakukan."
Publikasi media
Liputan media dapat dengan cepat meningkatkan awareness dan kredibilitas Anda. Grounded mengalaminya saat bersiap untuk peluncuran besar pada 2020. Saat itu, mereka kesulitan mendapatkan traction di media sosial dan melalui buletin. "Danuelle sampai membuatkan akun Instagram untuk ayahnya agar dia bisa menjadi pengikut ke-100 kami," kata Mignon tentang rekan pendiri Grounded, Danuelle Doswell.
Lalu Danuelle menulis siaran pers yang menyoroti program langganan Grounded, penawaran yang membantu perusahaan tampil berbeda, lalu mengirimkannya ke publikasi lokal di DC. Salah satunya memuat berita itu, dan jumlah pengikut merek tersebut melonjak menjadi 8.000, sementara 700 orang mendaftar buletinnya.
Content marketing
Gagasan di balik pemasaran konten (content marketing) adalah membuat dan menerbitkan konten yang bermanfaat untuk membangun kepercayaan dengan audiens Anda. Misalnya, sebuah merek dapat membuat video edukatif yang menunjukkan cara membangun kebun balkon. Epic Gardening awalnya adalah blog sebelum menjadi toko tanaman, tetapi hingga kini tetap menggunakan blog dan kanal YouTube-nya untuk menyediakan konten bermanfaat yang dipercaya pelanggan.
"Kami punya seorang hortikulturis di tim, lalu semua penulis kami adalah penulis kebun," kata pendiri Kevin Espiritu dalam salah satu episode Shopify Masters. "Mereka terlatih dalam bidang berkebun tertentu. Mungkin spesialisasinya bunga, tanaman ornamental, atau semak. Kami akan memilih penulis yang tepat untuk topik yang tepat. Semua artikel kami melewati yang kami sebut hort review: hortikulturis kami akan meninjaunya dan memeriksa akurasinya."
3 tips menjalankan merek tanaman yang sukses
Berikut beberapa cara untuk membantu bisnis tanaman online Anda tumbuh:
Bangun kepercayaan
Anda mengirim tanaman hidup, pesan merek Anda harus mencerminkan bahwa Anda paham betul proses pengiriman, berhati-hati dalam penanganan, dan menyediakan dukungan pelanggan setelah pembelian. Menjadikan edukasi sebagai fondasi merek dan strategi konten dapat menumbuhkan kepercayaan.
Sonja dari Partly Sunny secara konsisten membuat konten seperti tips perawatan tanaman untuk membangun kepercayaan dengan audiens sebelum mengubah mereka menjadi pelanggan.
Bangun koneksi langsung
Pertimbangkan untuk meningkatkan eksposur merek Anda dan menjangkau audiens baru melalui peluang retail lokal. Selain membuka toko fisik sendiri, ada banyak cara yang lebih terjangkau untuk menambahkan penjualan tatap muka ke strategi Anda:
- Buka booth di pasar tani lokal.
- Adakan acara dadakan, seperti tukar tanaman.
- Bermitra dengan bisnis retail yang sudah mapan untuk menjual tanaman dari ruang mereka. Mereka mendapat manfaat dari peningkatan dekorasi dan mengambil komisi dari setiap penjualan.
- Jika Anda menanam sendiri atau beroperasi dari fasilitas khusus, buka jam terbatas agar pelanggan dapat melihat stok secara langsung, misalnya melalui acara bulanan.
Grounded mengadakan acara tatap muka untuk terhubung dengan komunitasnya. Misalnya, pada Februari 2026, mereka mengundang pelanggan ke Airplane Mode, sebuah acara tempat pengunjung bisa mendengarkan musik dan membuat zine. Meski tidak berkaitan langsung dengan tanaman, acara itu berlangsung di ruang retail mereka di Washington, DC.
Fokus pada layanan pelanggan
Seperti tanaman yang membutuhkan cukup sinar matahari, air, dan nutrisi untuk tumbuh baik, pelanggan Anda juga membutuhkan perhatian sebelum, dan terutama setelah, melakukan pembelian.
Gunakan email konfirmasi pesanan, kemasan, atau posting blog untuk membantu pelanggan merawat tanaman mereka, dan isi halaman FAQ Anda dengan pertanyaan umum seputar perawatan tanaman. Misalnya, FAQ milik The Sill mengarahkan pelanggan ke sumber daya yang dapat membantu mereka merawat tanaman dengan baik.
Untuk masalah yang tidak tercakup di FAQ, pastikan pelanggan tahu kapan dan bagaimana menghubungi Anda terkait masalah tanaman mereka. Saat bisnis berkembang, rekrut atau alihdayakan layanan pelanggan kepada orang-orang yang benar-benar paham. "Kami punya spesialis tanaman yang berbicara dengan pelanggan kapan pun mereka mengalami masalah dengan tanamannya," kata Danuelle.
Grounded juga berinvestasi besar pada dukungan pelanggan. "Orang-orang bisa mendaftar sesi office hour gratis lewat Zoom," kata Mignon. "Lewat video, kami lebih mudah menilai masalah pada tanaman dan membantu memulihkannya."
FAQ jual tanaman online
Apakah menjual tanaman merupakan ide bisnis yang bagus?
Meski menjual tanaman membutuhkan pengetahuan khusus tentang perawatan tanaman serta kebutuhan ruang dan pengiriman tertentu, ini tetap merupakan ide bisnis yang cukup bagus. Minat terhadap tanaman masih kuat.
Platform apa yang terbaik untuk menjual tanaman secara online?
Shopify adalah platform terbaik untuk menjual tanaman secara online jika Anda ingin menjalankan toko e-commerce sendiri, yang memungkinkan Anda mempertahankan lebih banyak keuntungan dan mengumpulkan data pelanggan. Shopify menawarkan aplikasi gratis yang memungkinkan Anda terhubung ke platform penjualan sosial seperti Facebook dan marketplace seperti Etsy.
Tanaman apa yang paling baik untuk dijual secara online?
Dengan perawatan yang tepat dalam pengemasan dan pengiriman, Anda dapat menjual banyak varietas tanaman secara online. Jika Anda baru mulai menjual tanaman, cobalah sukulen. Beberapa varietasnya tangguh dan ringkas, sehingga mudah dikemas, dan sebagian besar tidak membutuhkan banyak air untuk bertahan selama perjalanan. Sukulen juga hadir dalam banyak variasi, umum sebagai tanaman hias dalam ruangan, dan biasanya membutuhkan perawatan yang tidak rumit.
Apakah legal menjual tanaman secara online?
Ya, di sebagian besar tempat menjual tanaman secara online adalah legal. Di beberapa lokasi, Anda mungkin diwajibkan memiliki izin usaha atau izin khusus. Namun, aturan berbeda-beda di tiap negara terkait impor dan ekspor tanah serta bahan organik. Pelajari regulasi di semua wilayah tempat Anda berencana berjualan.
Bisakah Anda menghasilkan uang dari menjual tanaman secara online?
Tentu saja Anda bisa menghasilkan uang dengan menjual tanaman secara online. Panduan ini mencakup semua yang Anda butuhkan untuk mulai membangun bisnis yang menguntungkan. Ingat, banyak bisnis membutuhkan waktu sebelum menghasilkan laba, karena sering kali keuntungan awal diputar kembali untuk membeli inventaris atau menjalankan iklan berbayar. Jaga ekspektasi Anda di awal dan pantau kondisi keuangan dengan cermat. Anda mungkin perlu menyesuaikan strategi harga atau menekan pengeluaran, dan itu adalah bagian wajar dari membangun bisnis baru.

