Biaya rata-rata sebuah billboard di Tuscaloosa, Alabama, sekitar $2.000 per bulan. Jika Anda menyewa satu dan seluruh 100.000 penduduk kota itu melihatnya dalam sebulan, biaya ruang iklan tersebut setara dengan $0,02 per impresi, angka yang cukup efisien. Sekarang, bayangkan Anda menerbitkan sebuah postingan di platform media sosial terbesar di dunia, Facebook, dan seluruh 2,96 miliar penggunanya melihat postingan Anda. Semua impresi itu akan menelan biaya yang bahkan lebih rendah, karena postingan organik di Facebook tidak dipungut biaya.
Tentu saja, kedua skenario ini tidak sepenuhnya realistis, tidak semua orang di Tuscaloosa akan melihat billboard, dan tidak semua pengguna Facebook akan melihat sebuah postingan. Meski begitu, perbandingan ini memberi gambaran tentang daya jangkau dan skala pemasaran media sosial. Jika dijalankan secara strategis, satu postingan media sosial dapat menjangkau lebih banyak orang dengan biaya lebih rendah dibanding banyak taktik pemasaran lain. Berikut penjelasan tentang apa saja yang tercakup dalam pemasaran media sosial, serta cara memulainya.
Apa itu pemasaran media sosial?
Pemasaran media sosial adalah proses menggunakan platform media sosial untuk mempromosikan produk atau layanan Anda, meningkatkan kesadaran merek, berinteraksi dengan audiens, dan mendorong traffic website. Kegiatannya mencakup menerbitkan konten berkualitas tinggi ke akun media sosial Anda, menjalankan iklan media sosial, menanggapi komentar dan pesan, serta melacak dan menganalisis metrik media sosial. Platform yang paling umum digunakan untuk pemasaran media sosial antara lain Facebook, Instagram, YouTube, LinkedIn, dan TikTok.
Pilar pemasaran media sosial
Ada lima elemen inti dalam pemasaran media sosial:
- Strategi. Strategi pemasaran media sosial Anda mencakup tujuan, audiens target, platform utama, dan strategi konten khusus media sosial. Pada dasarnya, strategi ini menentukan mengapa, di mana, dan apa yang akan diposting perusahaan Anda, sekaligus metrik apa yang akan Anda pantau.
- Publikasi. Publikasi adalah cara Anda membuat konten media sosial dan menampilkannya di hadapan audiens. Anda akan menentukan seberapa sering harus memposting, kapan waktu terbaik untuk memposting, serta alat publikasi dan penjadwalan apa yang dibutuhkan untuk mendukung proses tersebut.
- Manajemen komunitas. Pemasaran media sosial memungkinkan Anda berinteraksi langsung dengan audiens. Anda dapat menyukai atau membalas komentar pada postingan, memantau platform media sosial untuk melihat penyebutan nama perusahaan, serta menerima dan membalas pesan langsung dari pengguna media sosial.
- Periklanan. Semua postingan media sosial dapat diklasifikasikan sebagai konten berbayar atau organik. Konten organik gratis untuk diposting, dan luas jangkauannya bergantung pada jumlah pengikut serta detail algoritma platform. Konten berbayar, atau iklan media sosial, memungkinkan bisnis membayar platform untuk mempromosikan postingan kepada lebih banyak orang dan menargetkan audiens tertentu.
- Analitik. Analitik media sosial mengacu pada serangkaian praktik yang Anda gunakan untuk memantau efektivitas kampanye media sosial. Ini mencakup pelacakan, peninjauan, dan analisis metrik seperti jangkauan akun atau postingan, tayangan, interaksi, klik, dan penyebutan.
Kelebihan dan kekurangan pemasaran media sosial untuk usaha kecil
Pemasaran media sosial populer di berbagai jenis bisnis, lebih dari 96% usaha kecil dan 97% perusahaan Fortune 500 menggunakan kanal media sosial sebagai bagian dari strategi pemasaran mereka. Berikut gambaran manfaatnya, beserta beberapa kekurangan yang relevan bagi bisnis e-commerce kecil:
Manfaat pemasaran media sosial
- Peningkatan penjualan. Kampanye pemasaran media sosial yang efektif dapat menghasilkan prospek, meningkatkan pengenalan merek, dan mendorong traffic website, yang pada akhirnya dapat meningkatkan penjualan.
- Pengembalian investasi (return on investment/ROI) yang kuat. Pemasaran media sosial organik bisa sangat hemat biaya karena hampir tidak memerlukan biaya untuk memposting di platform media sosial, terutama jika dibandingkan dengan mahalnya kanal pemasaran tradisional seperti billboard dan iklan cetak yang jangkauannya relatif terbatas.
- Hubungan pelanggan yang lebih baik. Bisnis dapat menggunakan jejaring sosial untuk berinteraksi langsung dengan pelanggan saat ini maupun calon pelanggan, menangani keluhan mereka, atau menjawab pertanyaan dengan segera. Interaksi yang positif dapat memperkuat hubungan pelanggan dan meningkatkan persepsi terhadap merek.
Kekurangan pemasaran media sosial
- Bisa memakan waktu. Membangun kehadiran media sosial yang kuat di berbagai platform membutuhkan waktu. Bergantung pada tujuan Anda, misalnya, Anda mungkin perlu membuat dan menerbitkan lebih dari 20 postingan per minggu di setiap platform utama, lalu mengalokasikan dua jam per hari untuk aktivitas manajemen komunitas.
- Membutuhkan keterampilan yang beragam dan spesifik. Pengelola media sosial yang ideal adalah orang yang ahli atau setidaknya kompeten, dalam desain grafis, fotografi, videografi, penulisan konten, dan layanan pelanggan. Mereka juga memahami praktik terbaik tiap platform dan mengikuti tren media sosial. Bagi usaha kecil, memenuhi semua ekspektasi ini secara internal bisa menjadi tantangan, sementara menggunakan freelancer atau agensi pemasaran media sosial dapat menjadi mahal.
- Tidak akan menjangkau semua segmen audiens. Pemasaran media sosial hanya menjangkau pengguna media sosial. Jika audiens Anda berada di tempat lain, pilih taktik pemasaran yang berbeda.
Cara menyusun strategi pemasaran media sosial yang sukses
- Tentukan anggaran dan tujuan Anda
- Identifikasi audiens target Anda
- Riset kompetitor
- Pilih platform media sosial
- Tentukan brand media sosial Anda
- Susun strategi konten
Pemasaran konten yang efektif content marketing dimulai dari rencana yang jelas. Berikut cara menyusun strategi pemasaran media sosial Anda dalam enam langkah:
1. Tentukan anggaran dan tujuan Anda
Membuat rencana pemasaran media sosial sebaiknya dimulai dengan meninjau anggaran pemasaran digital Anda. Tentukan berapa banyak waktu dan dana yang dapat Anda alokasikan untuk pemasaran media sosial, serta target apa yang ingin Anda capai. Mungkin ada biaya untuk mempromosikan postingan media sosial, menyewa agensi atau freelancer, atau menugaskan karyawan untuk menangani kampanye media sosial secara internal. Tetapkan target media sosial yang mendukung tujuan bisnis yang lebih luas, tetapi tetap realistis sesuai anggaran Anda.
Misalnya, jika salah satu tujuan bisnis Anda adalah menghasilkan prospek 10% lebih banyak pada tahun kalender berikutnya, Anda bisa menetapkan target media sosial untuk meningkatkan traffic ke landing page berpagar sebesar 25% dalam periode yang sama, dengan pemahaman bahwa tidak semua pengunjung website akan mengisi formulir dan menjadi prospek. Jika anggaran Anda lebih besar, target media sosial itu bisa dinaikkan menjadi 35% untuk mencerminkan tambahan sumber daya pemasaran yang tersedia bagi kampanye tersebut. Jika Anda belum melihat hasil dari konten organik, Anda bisa berinvestasi pada postingan LinkedIn berbayar, iklan Facebook, atau strategi influencer marketing untuk mencapai target.
2. Identifikasi audiens target Anda
Lakukan riset audiens untuk mengetahui demografi pengguna aktif di masing-masing platform media sosial paling populer. Setelah itu, tentukan audiens target untuk upaya media sosial Anda. Mengetahui siapa yang ingin Anda sasar, sekaligus siapa yang aktif di tiap platform, akan membantu Anda menentukan platform mana yang perlu dihadiri bisnis Anda. Misalnya, jika audiens target Anda adalah pria berusia 45 hingga 65 tahun, Anda mungkin akan memusatkan strategi pemasaran media sosial pada Facebook, YouTube, dan Instagram, karena kanal-kanal ini adalah yang paling populer di kalangan audiens tersebut.
3. Riset kompetitor
Dalam beberapa kasus, Anda dapat mempercepat proses riset audiens dengan melakukan analisis kompetitif. Misalnya, katakanlah audiens target Anda adalah orang tua yang peduli lingkungan, bekerja dari rumah, berusia 25 hingga 45 tahun, dan memiliki pendapatan yang cukup longgar. Anda dapat mengidentifikasi kompetitor yang sukses di kategori ini dengan mencari merek serupa secara online, mensurvei pelanggan, atau mengevaluasi penyebutan di media sosial dan jumlah pengikut. Setelah itu, lihat platform media sosial apa yang digunakan kompetitor Anda dan apakah mereka menerima like serta komentar di platform tersebut. Jika Anda melihat pola yang sama pada beberapa kompetitor di platform tertentu, Anda dapat menyimpulkan bahwa audiens target Anda sangat aktif di sana.
Analisis kompetitif juga dapat membantu Anda mengidentifikasi jenis konten yang berhasil, karakteristik brand, dan ritme publikasi. Meski Anda tentu tidak ingin meniru perusahaan lain sepenuhnya, riset kompetitor dapat membantu menemukan taktik yang efektif untuk bisnis seperti milik Anda. Saat waktunya membuat konten, Anda dan tim kreatif dapat menghasilkan aset yang terasa khas bagi bisnis Anda, sambil tetap mengambil inspirasi dari hal-hal positif yang dilakukan kompetitor.
4. Pilih platform media sosial
Untuk memilih platform dalam strategi pemasaran media sosial, mulailah dari audiens, singkirkan platform yang tidak melayani audiens target yang telah Anda identifikasi. Selanjutnya, pertimbangkan fitur, tampilan, dan performa jenis konten tertentu di masing-masing jejaring media sosial. Misalnya, jika Anda berencana menjual produk, pertimbangkan platform dengan fitur belanja di dalam aplikasi, seperti Facebook atau Instagram. Jika Anda berencana memposting tautan ke artikel blog atau tulisan lain, pertimbangkan platform seperti Twitter atau LinkedIn yang dapat menampilkan gambar unggulan dari tautan eksternal. Strategi pemasaran media sosial Anda juga bisa melibatkan kombinasi taktik yang berbeda untuk setiap platform media sosial.
5. Tentukan brand media sosial Anda
Meski konten media sosial Anda akan mencerminkan identitas brand utama, Anda mungkin memutuskan untuk membuat sedikit variasi pada visual, nada, dan gaya bahasa, bergantung pada kanal sosialnya. Misalnya, Anda bisa mengizinkan nada yang sedikit ironis di Twitter, tetapi menjaga konten LinkedIn tetap rapi dan profesional, mengingat platform tersebut terutama digunakan untuk jejaring bisnis.
Setelah brand media sosial Anda ditetapkan, buatlah panduan brand dan pastikan variasi khusus tiap platform juga dicatat. Ini akan membantu konten media sosial Anda tetap terlihat konsisten.
6. Susun strategi konten
Gunakan tujuan, riset audiens target, dan analisis kompetitif Anda untuk mengidentifikasi topik utama, jenis postingan, ritme publikasi, serta waktu terbaik untuk memposting di setiap platform media sosial. Untuk membuat konten yang menarik dan menjaga audiens tetap terlibat, hindari dorongan untuk terlalu banyak menayangkan konten promosi. Salah satu aturan umum dalam strategi pemasaran media sosial yang efektif adalah 80% konten Anda sebaiknya menghibur atau memberi informasi, dan 20% sisanya secara langsung mempromosikan perusahaan Anda.
Misalnya, bayangkan tujuan utama Anda adalah meningkatkan penjualan botol minum pakai ulang. Audiens target Anda peduli pada kesehatan dan lingkungan, dan kompetitor Anda mendapatkan interaksi tinggi pada postingan seputar wellness serta konten video. Strategi konten Anda bisa mencakup materi tentang dampak lingkungan negatif dari botol plastik sekali pakai, risiko kesehatan dari plastik sekali pakai, dan tips wellness yang bermanfaat. Konten ini dapat disajikan dalam bentuk video pendek, kutipan dari artikel panjang di blog Anda, dan infografik bermerek.
Metrik pemasaran media sosial
Tim pemasaran menggunakan metrik media sosial untuk mengevaluasi hasil kampanye dan mengidentifikasi taktik yang berhasil, sehingga mereka dapat menyesuaikan strategi untuk mengoptimalkan hasil. Berikut daftar metrik yang memberikan wawasan berharga:
- Jangkauan. Jumlah orang unik yang melihat sebuah postingan media sosial.
- Impresi. Jumlah berapa kali sebuah postingan ditampilkan kepada pengguna.
- Interaksi. Jumlah like, komentar, klik, share, atau pesan langsung pada satu postingan tertentu atau pada seluruh akun.
- Tingkat interaksi. Persentase pengguna yang dijangkau dan berinteraksi dengan sebuah postingan dari seluruh orang yang melihatnya. Rumusnya adalah: tingkat interaksi = interaksi postingan / jangkauan postingan.
- Tingkat amplifikasi. Persentase pengikut, dari seluruh pengikut Anda, yang membagikan sebuah postingan. Rumusnya adalah: tingkat amplifikasi = share postingan / total pengikut akun.
- Rasio klik-tayang. Persentase orang, dari seluruh tayangan postingan, yang mengklik tautan di postingan Anda. Rumusnya adalah: rasio klik-tayang = klik tautan postingan / impresi postingan.
- Tayangan akun. Jumlah orang yang melihat profil media sosial perusahaan Anda.
- Tingkat pertumbuhan audiens. Ukuran seberapa cepat audiens Anda bertambah, dinyatakan dalam persentase. Rumusnya adalah: tingkat pertumbuhan audiens = (pengikut baru bersih dalam periode waktu tertentu / total pengikut) x 100.
- Biaya per klik (cost-per-click/CPC). Ukuran efisiensi biaya yang menunjukkan berapa banyak yang Anda bayarkan untuk setiap klik yang diterima sebuah postingan. Rumusnya adalah: CPC = pengeluaran iklan / jumlah klik.
- Tingkat konversi. Persentase orang yang melakukan tindakan yang diinginkan, seperti membeli produk atau mengisi formulir kontak. Rumusnya adalah: tingkat konversi = jumlah impresi / jumlah orang yang melakukan tindakan yang diinginkan.
- Pengembalian investasi (return on investment/ROI). Ukuran profitabilitas sebuah kampanye pemasaran media sosial. Rumusnya adalah: ROI = laba yang diatribusikan ke kampanye / total biaya kampanye.
- Penyebutan. Jumlah berapa kali pengguna menyebut perusahaan Anda di platform sosial.
- Pangsa suara sosial (share of social voice/SoSV). Frekuensi penyebutan perusahaan Anda dibandingkan kompetitor, dinyatakan dalam persentase. Rumusnya adalah: SoSV = (jumlah penyebutan brand Anda / jumlah penyebutan brand kompetitor) x 100.
- Sentimen sosial. Distribusi sentimen netral, positif, dan negatif tentang perusahaan Anda. Rumusnya adalah: sentimen sosial = (total jumlah penyebutan positif - total jumlah penyebutan negatif) / total jumlah penyebutan.
FAQ pemasaran media sosial
Apa yang dikerjakan pemasar media sosial?
Pemasar media sosial mempromosikan produk atau layanan perusahaan di platform media sosial. Mereka dapat menyusun strategi media sosial, memantau tren, membuat konten yang menarik, menjadwalkan dan menerbitkan postingan, serta melacak dan menganalisis data analitik.
Jenis konten apa yang berkinerja paling baik di media sosial?
Meski detailnya berbeda di tiap platform, jenis konten berikut cenderung berkinerja baik di kanal media sosial:
- Video pendek: TikTok, YouTube, dan Instagram
- Konten buatan pengguna: Instagram, Twitter, LinkedIn, dan Facebook
- Konten budaya perusahaan: Facebook, LinkedIn, dan Twitter
- Gambar berkualitas tinggi: Pinterest, Instagram, dan Facebook
- Infografik: Twitter, Pinterest, Instagram, LinkedIn, dan Facebook
Bagaimana bisnis dapat mengukur keberhasilan kampanye pemasaran media sosial mereka?
Bisnis melacak metrik media sosial, seperti interaksi, jangkauan, rasio klik-tayang, dan konversi, untuk mengukur keberhasilan kampanye pemasaran media sosial mereka dan menghitung pengembalian investasi (return on investment/ROI).
Apa saja kesalahan umum dalam pemasaran media sosial yang perlu dihindari?
Bisnis yang baru memulai kadang melakukan kesalahan umum berikut dalam pemasaran media sosial:
- Memilih platform yang salah untuk audiens target
- Tidak melacak metrik media sosial
- Tidak cukup sering memposting
- Terlalu berfokus pada konten promosi
- Mengabaikan manajemen komunitas

