Pada awalnya, pesaing Amazon adalah Barnes & Noble, Books-A-Million, dan toko buku lokal di sekitar Anda. Kini, Anda mungkin menjadi salah satu dari banyak pemilik bisnis yang bertanya, "Bagaimana cara saya bersaing dengan Amazon?"
Pertanyaan tersebut memang wajar. Baik Anda berjualan secara online, di toko fisik, maupun keduanya, kemungkinan besar Amazon bersinggungan dengan setidaknya sebagian pasar Anda.
Perusahaan yang didirikan oleh Jeff Bezos ini merambah ke banyak sektor, seperti e-commerce, logistik, periklanan, infrastruktur cloud, merek pribadi (private label), layanan kesehatan, hingga hiburan. Ketika sebuah perusahaan hadir di begitu banyak sektor, mudah untuk berasumsi bahwa mereka tak terkalahkan.
Namun, kenyataannya tidak demikian.
Dalam artikel ini, Anda akan mempelajari bagaimana para pesaing Amazon membedakan diri dalam praktiknya, mulai dari cara mereka menarik pelanggan, hingga cara memenuhi pesanan dan menjaga margin keuntungan. Lebih penting lagi, Anda juga akan mempelajari bagaimana prinsip-prinsip yang sama bisa diterapkan untuk membangun bisnis yang menguntungkan dan kuat tanpa harus mencoba mengalahkan Amazon.
12 pesaing utama Amazon
Berikut perbandingan singkat para pengecer belanja online saat ini:
| Platform | Pasar utama | Paling cocok untuk |
|---|---|---|
| Toko online | Global | Merek yang ingin kendali penuh atas margin, data, dan hubungan pelanggan |
| eBay | Global | Penjual dengan produk unik, barang bekas, atau koleksi |
| Walmart | AS (ekspansi global) | Penjual dengan volume tinggi yang bersaing di harga dan kemudahan |
| Flipkart | India | Merek yang menyasar konsumen massal dan menengah di India |
| Temu | Global | Produk sangat terjangkau yang mengikuti tren |
| Target | AS | Merek menengah dengan desain menarik |
| Alibaba Group | Global (B2B dan B2C) | Produsen dan pedagang grosir |
| Otto | Jerman (ekspansi ke UE) | Merek yang ingin berekspansi ke Eropa |
| JD.com | Tiongkok | Merek yang membutuhkan kecepatan dan kontrol logistik |
| Netflix | Global | Bisnis digital berbasis langganan |
| Rakuten | Jepang (perlahan mengglobal) | Merchant yang mengutamakan retensi dan loyalitas |
| Pesaing regional yang sedang naik daun | Amerika Latin, Asia Tenggara, Timur Tengah, Afrika | Merek yang ingin memasuki wilayah geografis tertentu |
1. Toko online
Pesaing pertama dan sering kali paling kuat bagi marketplace adalah pemilik toko e-commerce, seperti Anda!
Menurut data terbaru dari US Census Bureau, penjualan e-commerce menyumbang sekitar 16,3% dari total penjualan ritel AS pada pertengahan 2025, yang berarti kira-kira satu dari setiap enam dolar ritel dibelanjakan secara online, bukan di toko fisik.
Di Amerika Serikat, belanja online kini mengambil porsi penting dalam industri ritel. Hal ini penting terutama karena dua alasan:
- Kekuatan Amazon terletak pada skala audiensnya, tetapi audiens itu milik Amazon. Dengan toko online sendiri, Anda memiliki pelanggan, data, penetapan harga, dan pengalaman merek.
-
Bisnis yang lebih fleksibel sering kali mengalahkan yang generik dalam skala besar. Bisnis kecil bisa menawarkan perjalanan belanja yang disesuaikan dan layanan personal yang sulit ditiru oleh marketplace massal.
"Desain dan produksi produk Anda sendiri yang tidak bisa dijual Amazon," kata Rhiannon Taylor, pendiri butik online RT1home. "Jika itu sulit dilakukan, lakukan riset dan hanya tawarkan sesuatu yang benar-benar unik dan tidak tersedia di Amazon."
💡Poin penting: Jika Anda menjual produk yang tidak mudah dikomoditisasi Amazon, seperti SKU kustom atau produk merek pribadi, toko Anda sendiri adalah tempat di mana keunggulan tersebut benar-benar bisa dimaksimalkan. Di Shopify, merchant mengendalikan harga, meluncurkan produk sesuai jadwal mereka sendiri, dan membangun pendapatan berulang bulanan (MRR) melalui data pihak pertama dan loyalitas.
2. eBay
eBay adalah marketplace berbasis di San Jose yang terkenal karena memadukan daftar produk harga tetap dengan format lelang khasnya. Pada Q3 2025, eBay melaporkan pendapatan sebesar $2,82 miliar, naik sekitar 9% dibandingkan dengan tahun sebelumnya, didorong oleh pertumbuhan di kategori seperti barang koleksi dan pakaian.
Meskipun Amazon mendominasi pangsa ritel online AS secara keseluruhan, orientasi lelang dan penjualan kembali eBay memberikan pijakan kuat di kalangan pemburu diskon, pencari barang vintage, dan kolektor. Hal ini menjadikan eBay sebagai pilihan bagi merchant AS yang memiliki produk unik dan sulit distandardisasi, yang tidak cocok dengan model Buy Box Amazon pada umumnya.
💡Poin penting: Jika Anda menggunakan eBay untuk menjual stok rekondisi atau kuantitas terbatas, peluang sesungguhnya adalah menjaga agar permintaan tersebut tetap terhubung dengan bisnis inti Anda. Di Shopify, merchant bisa membuat daftar produk dan mengelola stok eBay langsung dari admin Shopify menggunakan Shopify Marketplace Connect. Dari sana, arahkan pelanggan yang melakukan pembelian ulang ke produk milik Anda sendiri atau bundel melalui toko Shopify Anda, sehingga eBay berfungsi sebagai sarana untuk menjangkau pelanggan baru, bukan keseluruhan bisnis.
📚Baca selengkapnya: Cara Jualan di eBay Tahun 2026: Panduan 7 Langkah untuk Pemula
3. Walmart
Berbeda dengan banyak kompetitor yang dari awal berfokus pada platform online, Walmart lebih dekat dengan model department store diskon tradisional. Hal ini menjadikannya salah satu pesaing kuat Amazon, terutama di Amerika Serikat, tempat keduanya bersaing memperebutkan perhatian pelanggan baik secara online maupun offline.
Dalam laporan pendapatan 8-K Walmart untuk tahun fiskal 2023, Walmart melaporkan total pendapatan sebesar $611 miliar.
Kekuatan Walmart berasal dari jaringan toko fisiknya yang masif (lebih dari 4.000 lokasi di AS) yang dipadukan dengan operasi e-commerce yang berkembang pesat.
💡Poin penting: Bagi merchant AS, Walmart merepresentasikan peluang kompetitif hibrida di mana permintaan online bertemu dengan pemenuhan pesanan offline. Jangkauan luas platform ini dan logistik yang didukung toko fisik menjadikannya saluran menarik untuk produk yang mengandalkan pengambilan cepat atau visibilitas lokal.
Fitur Local Delivery Shopify memungkinkan Anda menawarkan pengiriman di hari yang sama atau hari berikutnya langsung dari toko atau lokasi pemenuhan pesanan Anda. Dengan begitu, Anda dapat memenuhi ekspektasi konsumen terhadap kecepatan tanpa harus menyerahkan seluruh nilai bisnis kepada marketplace atau ritel besar.
4. Temu
Temu adalah marketplace e-commerce yang berkembang pesat dan dimiliki oleh PDD Holdings, grup publik di balik Pinduoduo. Temu diluncurkan di AS pada September 2022 dan beroperasi dengan model lintas negara, langsung dari pabrik, yang dirancang untuk menjaga harga tetap sangat rendah bagi konsumen.
Dalam laporan pendapatan 2024 yang belum diaudit, PDD Holdings melaporkan sekitar $54 miliar total pendapatan, naik 59% dibandingkan dengan tahun sebelumnya, didorong terutama oleh pertumbuhan bisnis internasionalnya, termasuk Temu.
Pertumbuhan Temu di pasar AS cukup signifikan, meskipun perubahan kebijakan seperti penghapusan celah pajak impor de minimis dan penambahan tarif telah memengaruhi keterlibatan pengguna dan dinamika harga di AS pada 2025.
💡Poin penting: Kebangkitan Temu menunjukkan betapa cepatnya permintaan yang didorong oleh harga murah dapat berkembang. Namun, hal ini juga menyoroti konsekuensinya. Marketplace yang sangat terjangkau bergantung pada margin tipis dan waktu pengiriman yang lama. Bagi merchant AS, bersaing langsung soal harga dengan Temu jarang menjadi strategi yang berkelanjutan.
Sebagai gantinya, merchant Shopify bisa fokus pada pemenuhan pesanan lokal yang lebih cepat, diferensiasi produk yang lebih jelas, dan nilai merek yang lebih kuat. Aplikasi resmi Temu di Shopify juga memberikan akses merchant Shopify ke Local Seller Program Temu di lebih dari 30 pasar, sehingga membantu mengurangi kompleksitas operasional dan membuka peluang pengiriman lokal bagi penjual.
📚Baca selengkapnya: Cara Berjualan di Temu: Panduan untuk Penjual AS (2026)
5. Flipkart
Berbasis di India, Flipkart adalah salah satu pasar e-commerce terbesar dan paling cepat berkembang di dunia, serta pesaing langsung bagi operasional Amazon di India.
Pada Agustus 2018, Walmart mengakuisisi saham mayoritas Flipkart (sekitar 77%) senilai kurang lebih $16 miliar. Akuisisi ini memberi Walmart kendali strategis atas platform tersebut beserta bisnis terkait lainnya.
Flipkart Internet Pvt. Ltd. melaporkan pendapatan operasional sekitar $2,5 miliar untuk tahun fiskal yang berakhir pada Maret 2025. Berbeda dengan model langganan berbayar Amazon, Flipkart memiliki program loyalitas Flipkart Plus (yang memberikan SuperCoins pada setiap pembelian). Program ini memungkinkan pembeli mendapatkan hadiah melalui aktivitas, bukan dengan membayar biaya keanggotaan, sehingga mendorong keterlibatan berulang di pasar yang sensitif terhadap harga.
💡Poin penting: Bagi merchant AS yang ingin berekspansi secara internasional, penting untuk memahami bahwa setiap pasar memiliki kekuatan kompetitif yang berbeda. Shopify Markets memungkinkan merchant AS menyesuaikan harga dalam INR, menampilkan katalog khusus wilayah, serta mengatur pengiriman dan bea masuk khusus India. Dengan begitu, Anda dapat bersaing dengan pemain lokal tanpa harus meniru strategi global Amazon.
6. Target
Didirikan pada 1962 di Minneapolis, Minnesota, Target telah menjadi bagian dari industri ritel Amerika selama lebih dari enam dekade. Saat ini, Target mengoperasikan hampir 1.989 toko di seluruh 50 negara bagian AS dan District of Columbia, dengan sekitar 75% penduduk Amerika yang tinggal dalam radius 16 kilometer dari toko Target.
Pada tahun fiskal 2023, Target melaporkan total penjualan bersih sebesar $107,4 miliar, menjadikannya salah satu jaringan ritel terbesar di AS, meskipun skalanya secara keseluruhan masih lebih kecil dibandingkan dengan Walmart atau Amazon.
Jika Amazon dikenal karena pilihan produk dan kecepatan, Target mengandalkan merchandise yang dikurasi, merek pribadi yang mengikuti tren, kolaborasi yang menarik, dan pengalaman belanja di toko yang kuat bagi konsumen Amerika yang peduli terhadap merek.
Target juga telah memperluas opsi layanan digitalnya. Melalui strategi "stores as hubs" atau toko sebagai pusat distribusi, lebih dari 80% populasi AS kini dapat menikmati pengiriman di hari yang sama, dan hampir semua lokasi menawarkan layanan Order Pickup dan Drive Up tanpa biaya tambahan.Strategi ini membantu menggabungkan kenyamanan belanja online dengan layanan pengiriman lokal.
💡Poin penting: Bagi merchant AS yang ingin tampil beda, peluangnya adalah menjadi merek yang sengaja dipilih pembeli. Merchant Shopify bisa menghubungkan Target+ sebagai marketplace yang didukung melalui aplikasi Marketplace Connect Shopify, sehingga Anda dapat memublikasikan dan mengelola daftar produk Target Plus, menyinkronkan stok, dan memenuhi pesanan untuk produk yang dijual di marketplace kurasi Target langsung dari admin Shopify Anda.
7. Alibaba Group
Alibaba Group, didirikan pada 1999 oleh Jack Ma, mengoperasikan berbagai platform perdagangan, termasuk Taobao, Tmall, dan AliExpress, yang masing-masing melayani perilaku pembeli yang berbeda di pasar domestik dan lintas negara.
Secara keseluruhan, Alibaba melaporkan sekitar $130 miliar pendapatan untuk tahun fiskal 2024.
Di luar perdagangan sehari-hari, Alibaba telah menghadirkan dua model yang belum berhasil direplikasi oleh Amazon pada skala budaya yang sama. Berikut yang membedakan mereka:
- Singles' Day (11 November). Festival belanja online tahunan terbesar di dunia ini menghasilkan estimasi penjualan sebesar $238 miliar pada 2025. Dalam satu jam pertama acara tersebut, Alibaba menyatakan 35 merek, termasuk Nike, L'Oréal, Anta, dan Proya, masing-masing menjual merchandise senilai lebih dari 100 juta yuan.
-
Perdagangan interaktif dan keterlibatan bergaya siaran langsung (livestream). Ekosistem Alibaba, khususnya Taobao dan inisiatif penjualan lewat siaran langsungnya, memadukan hiburan dengan pembelian secara real-time. Pendekatan ini secara signifikan mengubah ekspektasi konsumen di pasar Tiongkok.
💡Poin penting: Bagi merek AS, pelajarannya adalah mengenali ke mana arah ekspektasi pembeli. Ambil contoh Beekman 1802, merchant Shopify yang dikenal dengan produk alami berbahan susu kambing dan botani. Merek ini telah membangun basis pelanggan yang loyal di kategori perawatan kulit, perawatan diri, dan perlengkapan rumah.
Alih-alih mengandalkan penyiar pihak ketiga, tim Beekman 1802 membawa keahlian tersebut ke internal dengan menyelenggarakan acara live shopping sendiri langsung untuk audiensnya menggunakan Livescale. Mereka mencapai tingkat keterlibatan 49% yang luar biasa dan tingkat konversi penjualan 34,5%, hampir tiga kali lipat rata-rata platform Livescale.
8. Otto
Otto Group adalah salah satu perusahaan ritel tertua di Eropa dan salah satu yang paling awal bertransisi dari ritel katalog ke e-commerce.
Pada tahun keuangan 2024, Otto Group melaporkan sekitar €15 miliar pendapatan. Platform dan bisnis marketplace Otto juga telah berkembang. Nilai transaksi bruto (GMV) marketplace-nya naik sekitar 9% menjadi lebih dari €7 miliar pada 2024 dan 2025, sementara jumlah pelanggan aktif naik menjadi sekitar 12,2 juta.
Otto tidak berusaha menjadi platform segalanya bagi semua orang. Marketplace ini lebih memprioritaskan penjual terverifikasi, kategori home and living yang mendalam, serta layanan logistik yang lebih personal.
💡Poin penting: Otto menunjukkan bahwa di pasar luar AS, ekspektasi terhadap layanan pengiriman dan pemenuhan lokal sama pentingnya dengan luasnya pilihan produk. Jika Anda berjualan ke Eropa, Anda memerlukan strategi yang benar-benar sesuai dengan perilaku dan tingkat kepercayaan konsumen lokal.
9. JD
JD.com (JingDong) adalah salah satu platform e-commerce terbesar di Tiongkok dan pesaing langsung Amazon maupun Tmall milik Alibaba. Seperti Amazon, JD mengoperasikan bisnis yang berfokus pada model B2C, yaitu menjual produk langsung ke konsumen alih-alih mengandalkan penjual marketplace pihak ketiga sebagai sumber utama.
JD.com melaporkan sekitar $158,8 miliar pendapatan bersih untuk tahun fiskal 2024, meningkat 6,8% dibandingkan dengan tahun 2023.
JD bersaing dengan Amazon di salah satu keunggulan terbesarnya selama ini, yaitu logistik.
Platform ini telah membangun dan mengoperasikan jaringan logistik nasionalnya sendiri, termasuk gudang, pusat pemenuhan pesanan, dan pengiriman last mile (tahap akhir). Hasilnya, JD mampu menawarkan pengiriman di hari yang sama atau hari berikutnya di sebagian besar wilayah Tiongkok, bahkan untuk barang besar atau bernilai tinggi seperti elektronik dan peralatan rumah tangga.
💡Poin penting: Keberhasilan JD bertumpu pada keandalan logistik sebagai keunggulan kompetitif. Di pasar di mana kecepatan dan kepercayaan mendorong konversi, mengendalikan proses pengiriman bisa lebih penting daripada memperluas ragam produk.
10. Netflix
Beralih dari produk fisik, kini kita menengok Netflix, pesaing terbesar Amazon Prime Video.
Didirikan pada 1997 oleh Reed Hastings dan Marc Randolph di California, Netflix bermula sebagai layanan penyewaan DVD via pos sebelum menjadi platform streaming global berbasis langganan yang dibangun di atas satu kekuatan inti, konten hiburan orisinal.
Fokus tersebut membuahkan hasil. Netflix menutup 2024 dengan lebih dari 300 juta pelanggan berbayar di seluruh dunia dan melaporkan pendapatan $39 miliar untuk tahun tersebut.
Meskipun persaingan di industri streaming semakin ketat, Netflix mempertahankan posisinya sebagai salah satu layanan streaming langganan terbesar dan paling menguntungkan di dunia dengan menggandakan spesialisasi, alih-alih mencoba menyamai ekosistem serba ada milik Amazon.
💡Poin penting: Netflix membuktikan bahwa bersaing dengan Amazon paling efektif ketika Anda tidak bersaing di semua hal. Amazon menang dengan bundling, tetapi Netflix menang dengan fokus tanpa henti pada satu tugas: membuat penonton terus menonton. Bagi merchant AS, pelajarannya sama: identifikasi satu hal yang Anda lakukan lebih baik dari siapa pun dan bangun bisnis Anda di sekitar kekuatan itu.
11. Rakuten
Kembali ke ranah e-commerce, Rakuten adalah salah satu perusahaan perdagangan digital paling berpengaruh di Jepang. Didirikan pada 1997 di Tokyo, Rakuten beroperasi jauh melampaui ritel online, dengan bisnis yang mencakup e-commerce, pembayaran digital, perbankan, kartu kredit, telekomunikasi seluler, streaming (Rakuten TV), dan asuransi.
Ekosistem tersebut dibangun secara sengaja. Alih-alih bersaing dengan Amazon pada skala murni atau logistik, Rakuten membangun strateginya di sekitar loyalitas dan insentif.
Pada tahun 2024, Rakuten Group melaporkan pendapatan konsolidasi sekitar $15,3 miliar, menandai kali kedua dalam satu dekade terakhir pendapatan tahunannya melampaui $15 miliar. Rakuten tetap menjadi salah satu operator e-commerce terbesar dan paling mapan di Jepang, mengungguli platform seperti Yahoo Japan Shopping dan Amazon Japan.
Di pusatnya terdapat program Rakuten Points, yang memberi pelanggan poin bergaya cashback untuk berbelanja di marketplace dan layanan Rakuten. Poin tersebut bisa diperoleh dan ditukarkan di seluruh ekosistem Rakuten yang lebih luas, menciptakan insentif kuat bagi pelanggan untuk tetap berada dalam layanan Rakuten alih-alih berbelanja langsung di masing-masing merek.
💡Poin penting: Rakuten menunjukkan bahwa loyalitas bisa menjadi pendorong utama pertumbuhan. Jadi, alih-alih memenangkan pelanggan melalui pengiriman lebih cepat atau pilihan lebih luas, Rakuten membuat pembeli terus kembali dengan menjadikan setiap pembelian terasa seperti investasi untuk nilai di masa depan.
12. Pesaing regional yang sedang berkembang
Di banyak wilayah dengan pertumbuhan tinggi, marketplace lokal mendominasi karena mereka memahami pembayaran, logistik, dan perilaku konsumen jauh lebih baik daripada platform global yang menerapkan pendekatan satu ukuran untuk semua.
Bagi merchant, platform-platform ini sering kali menjadi jalur tercepat untuk memasuki pasar baru:
- Shopee (Asia Tenggara dan Amerika Latin): Shopee dioperasikan oleh Sea Limited dan menguasai sekitar 52% GMV e-commerce Asia Tenggara pada 2024. Model bisnis Shopee berfokus pada pengalaman belanja melalui ponsel, pencarian produk dalam aplikasi, dan metode pembayaran lokal, sehingga menjadikannya titik masuk yang praktis bagi merek yang ingin menguji permintaan di wilayah yang didominasi perangkat seluler.
- MercadoLibre (Amerika Latin): MercadoLibre adalah platform e-commerce terbesar di Amerika Latin, dengan penetrasi kuat di Brasil, Meksiko, dan Argentina. Pada 2024, MercadoLibre melaporkan pendapatan bersih sebesar $24,5 miliar. Ekosistem terintegrasi MercadoLibre, termasuk Mercado Pago (pembayaran) dan Mercado Envíos (logistik), menjadikannya gerbang tepercaya bagi merek yang memasuki pasar di mana kesenjangan infrastruktur masih ada.
-
Coupang (Korea Selatan): Coupang adalah pemain e-commerce dominan di Korea Selatan, dikenal dengan jaringan logistik terintegrasi dan standar pengiriman yang sangat cepat. Pada 2024, perusahaan melaporkan pendapatan bersih sebesar $8 miliar. Coupang menetapkan standar yang sangat tinggi untuk kecepatan dan keandalan, menjadikannya ancaman kompetitif sekaligus peluang distribusi bernilai tinggi bagi merek yang mampu memenuhi standar operasionalnya.
💡Poin penting: Platform-platform ini menunjukkan bahwa ekspansi e-commerce global tidak benar-benar berarti "Amazon di mana-mana”. Bagi banyak merek, marketplace regional adalah jalur tercepat untuk menjangkau pelanggan baru karena sudah dipercaya konsumen serta didukung sistem pembayaran dan logistik yang membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk dibangun secara mandiri.
Cara bisnis kecil bisa bersaing dengan Amazon
Setelah Anda menjelajahi bagaimana perusahaan besar bersaing dengan Amazon dan memanfaatkan keunggulan unik mereka, kini saatnya memahami bagaimana bisnis kecil bisa menghadapi pemain bisnis raksasa ini tanpa harus menjadi perusahaan multinasional bernilai miliaran dolar atau membanting harga.
Lebih penting lagi, strategi ini bukan hanya untuk perusahaan besar. Langkah-langkah berikut bisa langsung diterapkan oleh bisnis kecil mulai hari ini.
Berikan pengalaman pelanggan yang luar biasa
Salah satu keunggulan terbesar Anda sebagai bisnis kecil adalah kedekatan. Anda lebih dekat dengan kebutuhan, pertanyaan, dan keluhan pelanggan. Anda juga bisa bertindak berdasarkan wawasan tersebut lebih cepat daripada marketplace mana pun.
Fokuslah pada momen-momen yang benar-benar membentuk cara pelanggan mengingat merek Anda, bukan sekadar gestur permukaan.
- Jadikan momen "terima kasih" lebih bermakna. Catatan tulisan tangan masih efektif, tetapi Shopify memungkinkan Anda menghadirkan sentuhan personal secara konsisten tanpa terasa otomatis. Gunakan catatan pesanan Shopify untuk menandai pembeli pertama, pesanan bernilai tinggi, atau pembelian hadiah, sehingga tim dapat menambahkan sentuhan personal yang relevan.
- Personalisasi berdasarkan perilaku pelanggan. Personalisasi yang efektif bergantung pada waktu dan relevansi. Shopify Messaging memungkinkan Anda mengirim pesan berdasarkan riwayat pembelian, checkout yang ditinggalkan, atau waktu pembelian ulang. Padukan ini dengan segmen pelanggan Shopify untuk mengirim tindak lanjut seperti tips penggunaan, pengingat pembelian ulang, atau rekomendasi produk pelengkap kepada pelanggan yang tepat.
- Tindak lanjuti umpan balik secara terbuka. Alih-alih survei generik, gunakan umpan balik untuk mendorong perubahan yang nyata dan terlihat. Kumpulkan ulasan dan umpan balik pasca pembelian menggunakan Shopify Forms, lalu arahkan respons langsung ke CRM atau daftar email Anda untuk tindak lanjut.
-
Ubah dukungan pelanggan menjadi penggerak loyalitas. Amazon mengoptimalkan kecepatan, tetapi Anda bisa mengoptimalkan kualitas penyelesaian masalah. Shopify Inbox memungkinkan Anda merespons pelanggan secara real-time melalui chat, email, dan media sosial, dengan konteks pesanan yang terlampir.
Terapkan strategi omnichannel
Strategi ini berlaku baik untuk toko fisik maupun bisnis yang sepenuhnya berjalan secara digital. Menghadirkan pengalaman omnichannel sangat penting untuk mendapatkan pelanggan baru sekaligus mempertahankan pelanggan lama, sehingga bisnis Anda memiliki keunggulan dibandingkan dengan pesaing.
Riset kami menunjukkan bahwa 73% pembeli menggunakan beberapa saluran sebelum melakukan pembelian. Pengecer yang berjualan di berbagai saluran (marketplace, platform seluler, media sosial, dan lokasi fisik) meningkatkan pendapatan rata-rata 190%.
Ritel omnichannel bukan berarti hadir di semua tempat, melainkan hadir di mana pun pelanggan Anda berada. Ini melibatkan pengintegrasian setiap titik kontak untuk menawarkan pelanggan apa yang mereka butuhkan, kapan mereka membutuhkannya, di perangkat apa pun.
Strategi omnichannel:
- Meningkatkan nilai pelanggan dalam jangka panjang
- Menjangkau segmen pelanggan baru
- Meningkatkan efisiensi operasional
- Mendorong penjualan
- Mempercepat perputaran stok
Beriklan di marketplace online
Banyak pembeli secara aktif menjelajahi platform lain yang sudah mereka percaya, sering kali dengan niat yang lebih jelas, keselarasan niche yang lebih kuat, atau fitur penemuan produk melalui sosial media yang sudah terintegrasi.
Ya, marketplace seperti ini memiliki biaya tambahan. Namun, jika digunakan secara strategis dan bukan dijadikan keseluruhan bisnis Anda, platform tersebut juga dapat berfungsi sebagai channel untuk menghasilkan permintaan pasar.
Berikut beberapa opsi yang sudah mapan, beserta marketplace baru yang mulai mendapat perhatian:
- Etsy. Paling cocok untuk produk buatan tangan, vintage, dan berbasis kerajinan.
- Bonanza. Marketplace yang lebih kecil tetapi memiliki basis pengguna loyal, fokus pada produk unik dan non-massal.
-
Not on the High Street. Populer di kalangan pembeli Inggris yang mencari barang personal dan berdesain menarik.
📚Baca selengkapnya: Etsy dan Shopify: Cara Pakai Keduanya untuk Mengembangkan Bisnis Anda (2026)
Marketplace baru yang patut diperhatikan
- TikTok Shop. Salah satu saluran perdagangan dengan pertumbuhan tercepat, menggabungkan video pendek, penemuan produk berbasis kreator, dan checkout langsung di aplikasi.
- Facebook Marketplace. Memiliki audiens bawaan yang sangat besar, dengan transaksi yang banyak didorong oleh pencarian lokal, jual beli ulang, dan pesan langsung.
- Newegg. Marketplace khusus kategori yang dipercaya oleh pembeli yang melek teknologi, terutama untuk elektronik, komponen, dan perlengkapan gaming.
Buat program loyalitas yang menarik
Cara lain untuk bersaing dengan Amazon adalah menerapkan program loyalitas yang mudah digunakan.
Tergantung jenis bisnis Anda, pertimbangkan berbagai format program loyalitas:
- Berbasis poin
- Berjenjang
- Berbayar (misalnya, keanggotaan "plus" atau "premium")
- Berbasis pengeluaran
- Program bergaya game
- Program berbasis nilai (misalnya, inisiatif penanaman pohon)
Layanan seperti Smile dapat membantu Anda membuat program loyalitas secara gratis, dengan paket pro yang tersedia untuk kustomisasi lebih lanjut. Jika Anda memiliki toko Shopify, Anda bisa menambahkan aplikasi Smile untuk menyiapkan program loyalitas dengan mudah.
Menjadi bagian aktif di komunitas
Mungkin keunggulan terbesar bisnis kecil dibandingkan dengan perusahaan multinasional raksasa adalah kemampuan untuk hadir secara aktif di komunitas lokal.
Sebagai pemilik bisnis kecil, Anda memiliki pemahaman yang lebih baik tentang kebutuhan komunitas Anda. Apa cara yang lebih baik untuk membangun loyalitas selain berkontribusi dalam komunitas dan menyebarkan dampak positif?
Berikut beberapa cara untuk terlibat:
- Selenggarakan acara yang berkaitan dengan bisnis Anda atau untuk amal
- Berpartisipasi atau menjadi sponsor acara komunitas yang sudah ada
- Terapkan program atau insentif sukarelawan untuk karyawan
- Donasi untuk kegiatan lokal (sekali atau berkelanjutan)
- Bergabung dengan dewan atau organisasi komunitas di mana bisnis Anda bisa berkontribusi (seperti lembaga kesenian, kesehatan, dll.)
Manfaatkan dropshipping untuk keunggulan kompetitif
Dropshipping paling efektif ketika Anda menggunakannya untuk melayani audiens spesifik yang tidak terjangkau Amazon.
Karena Amazon mengoptimalkan skala, standardisasi, dan kecepatan, produk niche, terutama yang terkait identitas, selera, atau tren yang sedang berkembang, sering kali sulit muncul atau berkinerja baik di marketplace massal. Di situlah dropshipping bisa memberi bisnis kecil keunggulan.
Berikut mengapa dropshipping lebih cocok untuk produk niche:
- Alih-alih mengikat modal pada stok, dropshipping memungkinkan Anda menguji permintaan produk niche sebelum melakukan pengembangan.
- Karena pemenuhan pesanan ditangani oleh supplier, Anda bisa menginvestasikan lebih banyak waktu di area yang benar-benar memengaruhi pembeli niche: konten, komunitas, edukasi, dan dukungan pelanggan.
- Supplier kecil sering lebih cepat beradaptasi dibandingkan dengan produsen besar. Jadi, dengan bekerja sama dengan produsen spesialis, Anda bisa memperkenalkan produk atau variasi baru saat tren masih terbentuk.
🧠Tips: Shopify Collective memungkinkan Anda bermitra dengan merek Shopify lain untuk menjual produk lain, sementara aplikasi seperti DropCommerce dan Syncee menghubungkan Anda dengan supplier terverifikasi yang fokus pada kualitas, bukan volume.
Strategi utama para pesaing Amazon
Fokus pada pasar niche
Alih-alih mencoba menyamai pilihan produk Amazon yang sangat luas, beberapa pesaing menjadi ahli di pasar niche, memungkinkan mereka menawarkan:
- Ragam produk yang lebih luas di kategori pilihan mereka
- Pengetahuan produk yang lebih mendalam
- Layanan pelanggan yang terspesialisasi
Chewy adalah contoh sempurna perusahaan yang berhasil fokus pada area produk tertentu untuk bersaing dengan Amazon. Chewy mengkhususkan diri pada produk hewan peliharaan dan berhasil membangun posisi kuat di dunia e-commerce.
Merek ini:
- Menyediakan lebih dari 2.000 merek makanan hewan, mainan, dan aksesori
- Menawarkan obat resep hewan dan diet dari dokter hewan
- Memberikan informasi produk dan ulasan terperinci yang spesifik untuk berbagai jenis hewan peliharaan
Chewy terkenal dengan pengalaman pelanggan yang positif, seperti mengirim kartu ucapan hari raya tulisan tangan kepada pelanggan dan bahkan bunga belasungkawa ketika hewan peliharaan meninggal. Tingkat perhatian personal seperti ini adalah sesuatu yang sulit ditandingi oleh Amazon dengan fokusnya yang lebih luas.
Meningkatkan pengalaman belanja
Banyak pesaing menyadari bahwa untuk memenangkan pelanggan, mereka harus menawarkan sesuatu yang tidak dimiliki Amazon.
Beberapa taktik meliputi situs web yang lebih ramah pengguna dan dukungan pelanggan yang luar biasa.
Bagi pengecer dengan toko fisik, menggabungkan pengalaman online dan offline adalah strategi yang ampuh. Mereka memanfaatkan lokasi toko fisik sebagai keunggulan, memungkinkan pelanggan untuk:
- Melihat dan menyentuh produk sebelum membeli
- Mengambil pesanan online di toko
- Mengembalikan atau menukar barang dengan mudah
Menawarkan opsi pengiriman lebih cepat
Kecepatan adalah arena persaingan lainnya. Dengan pengiriman cepat dan pengembalian mudah, Amazon menetapkan standar tinggi, sehingga pesaing bekerja keras untuk menyamai standar tersebut dengan:
- Terhubung dengan mitra 3PL tepercaya melalui Shopify Fulfillment Network untuk menawarkan pengiriman lebih cepat
- Menyediakan pengembalian gratis dan mudah
Menjalankan promosi di luar Amazon
Merek juga bisa menjalankan promosi secara eksklusif di situs web mereka atau melalui saluran lain di luar Amazon. Strategi diskon ini mengarahkan pengunjung langsung ke situs web Anda sekaligus menghindari biaya dan batasan yang diberlakukan Amazon.
Beberapa taktik populer meliputi:
- Menjalankan flash sale atau promo harian yang tidak tersedia di Amazon
- Menggabungkan produk dengan cara yang tidak memungkinkan di platform Amazon
- Menjual item atau variasi tertentu hanya melalui saluran milik sendiri
Meningkatnya niche marketplace sebagai alternatif Amazon
Semakin banyak pembeli beralih ke toko online khusus alih-alih langsung ke Amazon. Marketplace niche ini, atau marketplace "vertikal", berfokus pada jenis produk tertentu atau melayani kelompok pelanggan tertentu.
Mereka menawarkan:
- Pengalaman belanja yang lebih terfokus
- Nuansa komunitas
- Kemudahan menemukan produk unik
Contohnya tidak hanya terbatas pada Etsy. Marketplace niche seperti Thrive Market menawarkan produk berkelanjutan dan organik, sementara marketplace berbasis langganan seperti Wildgrain dan Cratejoy mengurasi produk berdasarkan minat pelanggan.
Marketplace sneaker seperti GOAT dan Flight Club juga berkembang pesat karena mereka mengenal produk mereka luar dalam dan melayani penggemar sepatu yang serius. Setiap marketplace melayani kelompok pembeli tertentu, menunjukkan bahwa ada ruang yang luas untuk alternatif Amazon.
Kebangkitan marketplace niche menguntungkan kedua belah pihak: pembeli memiliki lebih banyak pilihan untuk menemukan apa yang mereka inginkan, dan penjual bisa menjangkau pelanggan yang benar-benar tertarik dengan produk mereka.
FAQ pesaing Amazon
Perusahaan apa saja yang sebanding dengan Amazon?
Perusahaan yang sebanding dengan Amazon adalah platform pengecer online besar yang menggabungkan penjualan online, logistik, dan layanan digital dalam skala besar. Contohnya antara lain Walmart, Alibaba Group, JD.com, dan MercadoLibre.
Siapa rival Amazon?
Amazon tidak memiliki satu rival tunggal. Sebaliknya, Amazon menghadapi persaingan dari pemain yang berbeda tergantung pada kategori dan wilayah. Walmart adalah rival utama di AS untuk barang umum, Alibaba mendominasi di Tiongkok, dan JD.com bersaing dalam kecepatan logistik.
Untuk banyak kategori, pesaing sesungguhnya Amazon juga termasuk pemilik toko online yang menjual langsung ke pelanggan melalui situs web mereka sendiri.
Siapa 3 pesaing teratas Amazon?
Pesaing teratas Amazon bervariasi menurut pasar, tetapi tiga rival yang sering disebut adalah:
- Walmart. Pengecer online terkemuka di AS dengan jaringan toko fisik yang masif.
- Alibaba Group. Padanan terdekat Amazon secara global dalam e-commerce dan layanan cloud.
- JD.com. Pesaing berbasis Tiongkok yang dikenal dengan keandalan logistik, terutama di bidang elektronik konsumen.
Perusahaan-perusahaan ini menantang pangsa pasar Amazon di berbagai wilayah dan kategori.
Apa keunggulan kompetitif Amazon?
Keunggulan kompetitif Amazon berasal dari skalanya di bidang penjualan online, logistik, dan teknologi.
Marketplace-nya memungkinkan jutaan penjual pihak ketiga menjangkau pelanggan di seluruh dunia, sementara jaringan layanannya mendukung pengiriman cepat dan harga kompetitif.
Dikombinasikan dengan keanggotaan Prime dan katalog produk yang sangat luas, infrastruktur ini membuat Amazon sulit disaingi dalam hal keluasan dan kenyamanan saja, terutama karena pesaing terbesar Amazon sering berubah menurut wilayah atau kategori.

