Menerima paket pesanan lewat pos atau kurir adalah salah satu kesenangan sederhana dalam hidup. Ada sensasi antisipasi saat Anda meletakkannya di meja dapur, bunyi kecil ketika lakban dipotong, derit halus saat bubble wrap dibuka, dan tentu saja aroma produk baru yang perlahan menyebar di udara.
Lalu tibalah momen melihat isinya: barang baru yang mengkilap, dibungkus rapi dalam struktur kardus pelindung, terbuka mulus saat Anda menarik tab untuk menampilkan pembelian Anda.
Pengalaman seperti ini cukup untuk membuat orang ingin memesan lagi. Bagi bisnis online khususnya, pengalaman unboxing sangat penting. Itulah satu-satunya pengalaman tatap muka yang didapat pelanggan. Dan pelanggan akan langsung menyadari ketika pengalaman itu gagal. Dalam survei Mondi tahun 2025 terhadap 6.000 konsumen, 95% mengatakan kemasan pelindung adalah prioritas, dan 59% mengatakan kemasan memengaruhi apakah mereka akan membeli lagi.
Artikel ini akan memandu Anda melalui enam langkah dasar untuk merancang kemasan produk e-commerce. Anda juga akan melihat cara membuat desain kemasan produk lebih efektif, lengkap dengan contoh dari retailer yang melakukannya dengan tepat.
Apa itu desain kemasan produk?
Desain kemasan produk adalah proses menciptakan wadah luar yang akan menampung produk Anda. Desain ini menentukan tampilan dan kesannya, bagaimana kemasan melindungi isi di dalamnya, serta seberapa menyenangkan kemasan tersebut saat dibuka.
Tiga elemen utama dalam desain kemasan produk adalah:
- Struktur. Bentuk dan format kemasan.
- Grafis. Warna, tipografi, citra visual, dan tata letak.
- Material. Komposisi kemasan, seperti bahan yang dapat terurai secara alami dan lapisan pelindung.
Secara keseluruhan, desain kemasan yang baik bersifat praktis. Ia mencerminkan posisi brand Anda dan selaras dengan cara serta tempat produk dijual. Misalnya, di rak retail, Anda harus menonjol dan menyampaikan pesan dengan cepat; dalam e-commerce, prioritas utamanya adalah perlindungan produk dan pengiriman yang hemat biaya.
Jangan lupakan kepatuhan. Visual yang menarik juga harus menyisakan ruang yang diwajibkan secara hukum untuk detail seperti komposisi, peringatan, barcode, dan aturan pelabelan.
Mengapa desain kemasan produk penting?
Jika Anda menjalankan bisnis e-commerce, kesan tatap muka pertama pelanggan terhadap produk Anda terjadi saat mereka membuka kemasannya. Itu adalah peluang besar untuk memberi mereka pengalaman positif dengan brand Anda sejak awal.
Pengalaman unboxing dapat membentuk apa yang terjadi setelahnya, seperti pembelian ulang, ulasan, dan berbagi di media sosial. Paket yang terasa dipikirkan dengan matang dan mudah dibuka memberi pelanggan sesuatu untuk dibicarakan atau diposting.
Desain kemasan produk juga melindungi produk Anda selama belum terjual. Baik saat melewati rute pengiriman yang berguncang, maupun saat diambil pelanggan di toko, kemasan menjaga barang tetap utuh sehingga pelanggan akhir menerima produk baru yang tidak rusak. Lebih sedikit penyok dan lecet berarti lebih sedikit retur dan masalah layanan pelanggan. Dalam jangka panjang, hal ini membangun loyalitas pelanggan karena pembeli tahu mereka akan menerima barang dalam kondisi baru, sesuai harapan mereka.
Jenis-jenis kemasan produk
- Perbandingan material desain kemasan
- Kemasan biodegradable
- Kemasan kardus dan kertas
- Inovasi kemasan plastik
- Pilihan kemasan logam dan kaca
Material kemasan yang Anda gunakan sama pentingnya dengan desainnya. Anda tentu ingin kemasan dibuat dari material berkualitas tinggi yang melindungi produk dan memudahkan proses pengangkutan. Pastikan Anda menggunakan material yang tahan lama, mampu menghadapi gesekan dan benturan, serta tidak cepat rusak seiring waktu.
Berikut beberapa contoh jenis material kemasan produk yang paling umum digunakan.
Perbandingan material desain kemasan
| Jenis material | Keberlanjutan | Keamanan produk | Biaya pengiriman | Paling cocok untuk |
|---|---|---|---|---|
| Biodegradable | Terurai secara alami, standar emas untuk brand ramah lingkungan | Sering kali membutuhkan bantalan tambahan | Fleksibel, tergantung material dan sumber pasokan | Brand berfokus lingkungan dan unboxing minim limbah |
| Kardus dan kertas | Dapat didaur ulang dan familier bagi sebagian besar rumah tangga | Strukturnya kuat, cocok untuk sebagian besar jenis produk | Rendah hingga sedang, umumnya hemat biaya | E-commerce umum dan barang ringan |
| Plastik | Dampaknya lebih rendah jika didaur ulang | Sangat tahan lama, baik untuk menahan kelembapan dan kebocoran | Rendah dan ringan, membantu menekan biaya pengiriman | Cairan, barang sensitif terhadap kelembapan, kebutuhan daya tahan tinggi |
| Logam | Dapat didaur ulang dengan siklus hidup panjang | Kuat, melindungi dari cahaya dan udara | Lebih tinggi karena bobot tambahan | Minuman, bahan kimia, cat, dan isi sensitif lainnya |
| Kaca | Dapat digunakan kembali dan didaur ulang | Rapuh saat pengiriman | Lebih tinggi karena berat dan perlindungan tambahan yang dibutuhkan | Wadah makanan, wine, produk kemasan premium |
Kemasan biodegradable
Semakin banyak konsumen mencari kemasan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Bahkan, 78% pembeli global menganggap keberlanjutan penting dalam keputusan pembelian, jadi pertimbangkan dampak lingkungan saat merancang kemasan produk Anda.
Gunakan material yang dapat didaur ulang bila memungkinkan dan hindari kemasan berlebihan yang pada akhirnya hanya akan berakhir di tempat pembuangan akhir. Material seperti pati jagung, kain organik, dan bambu dapat terurai secara alami alih-alih menjadi limbah jangka panjang.
Industri ini juga terus menghadirkan opsi baru, seperti:
- Film berbahan rumput laut yang berpotensi menggantikan plastik
- Kemasan miselium jamur, yang menggantikan kemasan pelindung mirip busa dan terurai secara alami
- Serat tebu yang dibuat dari produk sampingan pertanian untuk menggantikan format plastik sekali pakai
Mengadopsi kemasan biodegradable juga merupakan cara yang baik untuk tetap patuh di masa depan. Sebagai contoh, European Packaging and Packaging Waste Regulation (PPWR) mewajibkan semua kemasan dapat didaur ulang pada 2030.
Kemasan kardus dan kertas
Berbagai studi menunjukkan bahwa lebih dari sepertiga konsumen di Amerika aktif mendaur ulang. Untuk selaras dengan praktik berkelanjutan dan membantu pelanggan merasa ikut berkontribusi bagi bumi, pilih material yang dapat didaur ulang seperti kardus dan kertas saat merancang kemasan produk Anda.
Sebagian besar konsumen memiliki fasilitas untuk mendaur ulang material ini di rumah, tanpa perlu pergi ke tempat pembuangan khusus. Bahkan, American Forest and Paper Association melaporkan bahwa 79% warga Amerika memiliki akses ke program daur ulang rumah tangga di lingkungan tempat tinggal mereka.
Data limbah dan daur ulang di AS juga menunjukkan bahwa kemasan berbasis kertas didaur ulang pada tingkat yang lebih tinggi dibanding kemasan plastik, sehingga beralih ke serat dapat secara nyata memperbaiki hasil akhir siklus hidup kemasan. Pergeseran ini dikenal sebagai paperization atau fiberization, yaitu penggunaan solusi kemasan berbasis serat seperti struktur bergelombang, bantalan kertas, dan sisipan serat cetak untuk mengurangi penggunaan plastik.
Inovasi kemasan plastik
Secara kolektif, kita memproduksi lebih dari 380 juta ton kemasan plastik setiap tahun. Plastik sekali pakai menyumbang 50% dari penggunaannya. Terlepas dari statistik ini, sebagian besar plastik tidak dapat terurai, akhirnya menumpuk di tempat pembuangan akhir atau mencemari laut dan saluran air, bahkan kadang masuk ke makanan yang kita konsumsi.
Pilihan ideal tentu menghindari plastik sepenuhnya, tetapi plastik memang menawarkan manfaat yang tidak dimiliki material kemasan lain. Plastik sangat tahan lama dan ringan, membantu perusahaan e-commerce menekan biaya pengiriman.
Jika Anda memang perlu mengandalkan plastik dalam kemasan produk, pilih versi daur ulang dan dorong pelanggan melakukan hal yang sama. Ini mencegah plastik sekali pakai berakhir di tempat pembuangan akhir dengan memberinya kehidupan kedua, atau kadang bahkan ketiga.
Pilihan kemasan logam dan kaca
Kemasan logam lebih berat daripada kardus atau plastik, tetapi sangat berguna untuk mengemas produk kimia, cairan, atau cat. Minuman adalah salah satu contohnya, kaleng logam melindungi isi dari oksigen dan cahaya, yang dapat mengubah rasa atau komposisi produk.
Kaca memiliki sifat serupa dan digunakan untuk wadah makanan serta botol anggur, tetapi daya tahannya lebih rendah. Barang yang dikemas dalam kaca mudah rusak selama pengiriman. Untuk membantu mencegah pecah, investasikan pada wadah pengiriman pelindung atau material kemasan seperti bubble wrap, agar pelanggan tidak menerima produk yang rusak.
Logam dan kaca lebih mahal untuk dikirim karena perusahaan pengiriman mengenakan biaya berdasarkan berat aktual dan/atau berat dimensi (DIM) dan Anda akan dikenakan biaya berdasarkan angka yang lebih besar. Material yang lebih berat menghasilkan biaya berat aktual yang lebih tinggi. Namun, pengiriman kaca yang rapuh juga membutuhkan lebih banyak material pelindung dan kotak pengiriman yang lebih besar, yang dapat meningkatkan berat DIM meskipun produknya sendiri tidak terlalu berat.
Proses desain kemasan produk dalam 6 langkah
Ada beberapa pertimbangan utama untuk menghasilkan desain kemasan produk yang efektif, mulai dari riset, hingga pengujian. Berikut cara melakukannya dalam enam langkah dasar.
- Tentukan produk dan pelanggan Anda
- Riset kompetitor
- Identifikasi kebutuhan produk Anda
- Buat konsep kemasan Anda
- Lakukan pre-press dan cetak kemasan Anda
- Uji kemasan
1. Tentukan produk dan pelanggan Anda
Langkah pertama adalah menentukan spesifikasi produk Anda dan siapa yang paling mungkin membelinya.
Artinya, Anda perlu menjawab pertanyaan seperti:
- Berapa ukuran dan bentuknya? Pertimbangkan dimensi dan berat produk Anda. Misalnya, jika Anda menjual batang gorden, Anda perlu mempertimbangkan kemasan yang cocok untuk benda panjang dan ramping. Jika Anda menjual paperweight, Anda perlu mempertimbangkan ide kemasan yang lebih kuat dan tahan lama.
- Terbuat dari apa produk tersebut? Apakah produk Anda rapuh? Apakah memiliki masa simpan? Jika produk Anda terbuat dari kaca tipis, pertimbangan kemasan harus mencakup cara mencegah produk pecah selama pengiriman. Jika Anda menjual sesuatu yang memiliki masa simpan, seperti produk konsumsi, Anda perlu memastikan metode pengawetan dalam kemasan makanan, seperti ice pack atau kantong tersegel.
- Siapa target audiens Anda? Kenali pelanggan Anda. Misalnya, jika Anda menjual perkakas listrik untuk pekerja profesional, mungkin kotak kardus berkilau bukan pilihan kemasan terbaik.
Bagi Patrice Mousseau, pendiri Satya, brand perawatan kulit alami, desain kemasan produk dimulai dari percakapan tentang kisah pribadinya dan hal-hal yang penting baginya. Saat bekerja dengan desainer kemasan produk, ia membahas bersama mereka “apa inti produk ini dan nilai-nilai di baliknya.”
“Biasanya, mereka akan pergi dulu dan mulai membentuk gambaran awal,” kata Patrice. “Lalu mereka akan memberi Anda, misalnya, lima atau enam opsi dan dari sana Anda bisa mempersempitnya menjadi satu atau dua pilihan teratas.”
💡TINDAKAN: Catat daftar rinci atribut produk dan pelanggan untuk membantu pengambilan keputusan Anda.
Desain kemasan untuk berbagai kanal penjualan
Namun, kemasan produk tidak bisa disamaratakan untuk semua kanal. Tempat Anda berjualan akan mengubah fungsi yang harus dijalankan kemasan. Misalnya:
- Direct to consumer (DTC). Kemasan Anda adalah titik kontak yang berinteraksi langsung dengan pelanggan secara pribadi dan akan mereka ingat. Ciptakan pengalaman unboxing yang berkesan dengan desain yang mudah dibuka, sisipan kemasan yang dipikirkan dengan baik, dan branding premium, tanpa menciptakan limbah berlebihan.
- Retail. Di rak toko, kemasan harus memenangkan perhatian pembeli dengan cepat. Pastikan proposisi nilai produk terbaca dari jarak beberapa meter, dengan nama produk yang jelas, manfaat utama, dan hierarki visual yang rapi. Pertimbangkan juga bagaimana kemasan terlihat di bawah pencahayaan toko, bagaimana ia ditumpuk atau dipajang menghadap depan, dan apakah desainnya tetap mudah dikenali saat dikelilingi kompetitor.
- Wholesale. Produk Anda akan melewati lebih banyak tangan saat dijual B2B. Sering kali produk dikirim dalam jumlah besar di atas palet, yang berarti membutuhkan lapisan tambahan di luar kemasan cantiknya. Karton luar yang kokoh, pelabelan yang konsisten, dan perlindungan pengemasan adalah kunci untuk mengurangi kerusakan dan mempermudah operasional bagi mitra grosir.
2. Riset kompetitor
Langkah berikutnya dalam merancang solusi kemasan adalah meneliti kompetitor Anda. Lihat apa yang sudah digunakan dan cari tahu apa yang mungkin paling cocok untuk produk Anda sendiri. Anda tidak perlu membangun ulang kemasan yang memang sudah efektif di kategori tersebut, tetapi carilah cara untuk tampil berbeda, baik melalui material, struktur, maupun pesan.
Untuk mencari inspirasi desain kemasan produk, Anda bisa:
- Mengunjungi toko retail yang menjual produk serupa dengan milik Anda dan mengamati bagaimana barang-barang tersebut dipajang. Catat warna, bentuk, dan material yang digunakan untuk mengemas produk sejenis.
- Melihat retailer online favorit Anda. Cari produk serupa dan perhatikan kemasan yang digunakan. Baca ulasan pelanggan untuk mengetahui apa yang mereka katakan tentang kemasan, akan lebih bijak jika Anda juga mencari ulasan negatif untuk menemukan area yang bisa diperbaiki.
- Mencari video unboxing di YouTube, jika ada untuk jenis produk Anda. Video seperti ini memberi gambaran yang sangat baik tentang apa yang disukai orang dari proses membuka kemasan dan bisa memicu ide kreatif.
- Menggunakan social listening untuk menangkap reaksi spontan terhadap kemasan. Reaksi ini bisa muncul dalam postingan, komentar, forum, atau video. Semua itu dapat membantu Anda memahami pain point yang berulang sehingga Anda bisa memperbaiki desain sendiri.
💡TINDAKAN: Lihat bagaimana pihak lain mengemas produk mereka dan catat bagaimana Anda bisa melakukannya dengan lebih baik.
3. Identifikasi kebutuhan produk Anda
Sekarang saatnya mencari tahu kebutuhan kemasan seperti apa yang dibutuhkan produk Anda, baik secara fisik maupun hukum. Inilah bagian penting yang perlu Anda teliti sebelum masuk ke tahap desain yang lebih menyenangkan, karena jika dilakukan dengan benar, Anda bisa menghindari banyak masalah.
Di tahap ini, Anda menentukan jenis material kemasan yang dibutuhkan untuk menyimpan produk dengan aman, dengan mempertimbangkan dimensi dan beratnya, serta seberapa jauh produk akan dikirim.
Regulasi hukum juga harus dipenuhi saat mengemas dan mengirim produk tertentu. Sebagai contoh, FDA memiliki aturan dan regulasi ketat terkait pengemasan, pelabelan, dan penyimpanan produk kecantikan serta makanan. Pastikan Anda meneliti regulasi apa saja yang berlaku untuk produk yang Anda jual di lokasi Anda.
💡TINDAKAN: Teliti tanggung jawab hukum yang Anda miliki untuk mengemas jenis produk Anda dan kebutuhan material untuk mewujudkannya. Jika Anda mengirim ke luar negeri selain domestik, pastikan Anda memahami tanggung jawab dalam kedua situasi tersebut.
4. Buat konsep kemasan Anda
Setelah memahami seluruh aspek teknis kebutuhan kemasan Anda, saatnya mewujudkannya. Di sinilah kebutuhan logistik dan teknis produk bertemu dengan kreativitas serta identitas brand Anda.
Anda tentu bisa membuat sketsa mockup kemasan dengan pensil dan kertas. Namun, diagram dan ukuran kotak harus benar-benar presisi sebelum dikirim ke perusahaan kemasan untuk diproduksi.
Bekerja dengan desainer freelance dapat memberi Anda desain berkualitas tinggi tanpa biaya setara agensi.
Patrice menemukan keberhasilan kemasan untuk Satya setelah bertemu dengan seorang desainer yang sedang beralih membangun usahanya sendiri. “Saya datang ke sebuah agensi desain dan mereka memberi penawaran $20.000,” kata Patrice. “Jelas itu sama sekali bukan pilihan bagi saya.”
“Dia berkata, ‘Namun, salah satu desainer senior saya akan keluar dan membuka perusahaannya sendiri, mungkin Anda sebaiknya bicara dengannya.’ Jadi saya bisa bekerja dengan desainer senior yang luar biasa berbakat dan sedang membuka bisnisnya sendiri, dan saya mendapat jasanya hanya dengan beberapa ribu dolar, yang benar-benar luar biasa.”
💡TINDAKAN: Berpikirlah kreatif dan berani. Di sinilah Anda bisa menambahkan faktor “wow” yang memunculkan rasa senang pada pelanggan. Desain Anda harus fungsional sekaligus menarik perhatian. Anda juga bisa bekerja sama dengan desainer kemasan profesional untuk membuat kemasan final.
Software dan alat desain kemasan
Sebaiknya Anda berinvestasi pada software yang membantu mengubah ide desain menjadi hasil profesional, dengan artwork dan tipografi berkualitas tinggi yang siap dicetak.
Berikut beberapa alat yang digunakan untuk membuat konsep kemasan:
- Adobe Illustrator. Cocok untuk membuat artwork siap cetak di atas dieline dan bekerja dengan file format AI/PDF. Pemasok kemasan juga sering menyediakan dieline dalam format yang ramah Illustrator. Kekurangannya, Illustrator membutuhkan keterampilan desain tertentu, sehingga bisa terasa menantang bagi pemula.
- Esko ArtiosCAD. Ideal untuk desain struktural dan pembuatan prototipe. Software ini memang dibuat khusus untuk kemasan dan mendukung alur kerja virtual. Dibanding alat berbasis template yang lebih ringan, ini biasanya merupakan alat yang lebih profesional dari sisi biaya dan kurva belajar.
- Pacdora. Software ini menyediakan template, generator dieline, dan mockup 3D untuk pemula. Sangat cocok untuk membuat konsep dengan cepat menggunakan file yang bisa diunduh dan berorientasi cetak. Kekurangannya, struktur kemasan Anda harus sesuai dengan salah satu template yang tersedia, jika tidak, Anda memerlukan rekayasa kustom dengan alur kerja CAD.
- Canva. Alat desain lain yang ramah pemula untuk membuat visual kemasan cepat berbasis template. Canva tidak bisa membangun struktur kemasan, tetapi dapat menghasilkan materi kreatif untuk label dan sisipan.
Cara mendesain kemasan produk dengan anggaran terbatas
Selama proses desain, ingatlah biaya dari setiap jenis kemasan yang Anda pilih.
Biaya desain kemasan produk Anda akan bergantung pada:
- Jenis material yang Anda pilih. Apakah Anda akan menggunakan plastik, kardus, atau kardus bergelombang?
- Dimensi kemasan Anda. Semakin banyak material yang digunakan, semakin mahal biayanya.
- Jenis kemasan yang Anda pilih. Apakah berupa kotak dengan tutup terpisah? Kotak dengan dua kompartemen? Silinder aluminium? Kotak dengan satu tab penutup atau tiga?
- Seberapa besar logo/artwork Anda. Saat memproduksi kemasan, perusahaan biasanya mengenakan biaya berdasarkan ukuran desain logo yang ingin Anda tampilkan pada kemasan.
- Di mana Anda menempatkan logo/artwork. Apakah hanya di bagian depan kotak? Mungkin pesan kecil di bagian dalam tutup? Atau Anda ingin membungkus seluruh permukaan kemasan dengan desain?
- Jumlah pesanan minimum (minimum order quantities/MOQs) dari pemasok Anda. Pemasok memiliki biaya produksi awal yang dibagi ke seluruh proses produksi, sehingga mereka sering menetapkan MOQ untuk menjaga biaya per unit tetap rendah.
Setelah Anda memiliki informasi di atas, berikut beberapa cara untuk menekan biaya:
- Mulailah dengan kemasan stok, lalu tambahkan elemen bermerek seperti stiker dan label sebelum berkomitmen pada kotak cetak penuh.
- Gunakan label untuk meningkatkan tampilan kemasan polos selama tahap pengujian atau produksi batch kecil.
- Pilih struktur standar untuk menghindari kompleksitas yang meningkatkan biaya produksi.
- Gunakan template atau bekerja sama dengan freelancer untuk membantu artwork jika Anda tidak terlalu mahir desain.
5. Lakukan pre-press dan cetak kemasan Anda
Pre-press adalah tahap kontrol kualitas yang terjadi tepat sebelum apa pun masuk ke mesin cetak. Di sinilah artwork final diperiksa, disesuaikan, dan disiapkan agar memenuhi persyaratan spesifik dari percetakan Anda.
Pre-press menjadi semakin penting saat skala produksi membesar. Bayangkan dampak profil warna yang salah atau bleed yang hilang pada ribuan unit, biayanya mahal dan bisa menunda peluncuran Anda.
Pre-press mencakup berbagai pemeriksaan, seperti:
- Akurasi warna. Sebagian besar kemasan dicetak dalam CMYK, jadi warna yang terlihat bagus di layar bisa berubah saat dicetak, terutama pada material kraft, matte, foil, atau bertekstur.
- Bleed dan area aman. Bleed mencegah munculnya garis putih kecil setelah pemotongan. Area aman menjaga teks dan logo agar tidak terpotong.
- Dieline. Templat ini menunjukkan area potong, lipatan, dan zona lem. Jika artwork ditempatkan di lokasi yang salah, desain bisa tersembunyi di lipatan atau terpotong saat trimming.
- Resolusi. 300 dpi umumnya merupakan standar minimum agar aset cetak tetap tajam dan jelas terlihat.
- Format file. Percetakan membutuhkan file tertentu seperti PDF/X, AI/EPS, atau file berlapis. Jika mitra percetakan Anda meminta .psd atau .jpeg, berikan persis seperti yang mereka minta, dan konfirmasikan apakah mereka juga menginginkan font tertanam, teks yang sudah di-outline, serta gambar tertaut disertakan.
Jika memungkinkan, mintalah bukti digital, bukti cetak, atau sampel fisik. Sampel adalah perlindungan terakhir Anda sebelum produksi penuh, tempat Anda bisa menangkap kesalahan seperti perubahan warna, hitam yang tampak kusam, atau masalah keterbacaan barcode.
6. Uji kemasan
Kemas salah satu produk Anda menggunakan konsep dan material kemasan baru, lalu lakukan stress test seolah-olah paket itu sedang melewati kerasnya proses pengiriman. Jatuhkan, guncang, dan lemparkan. Bersikaplah tegas, karena proses transit bisa sangat menuntut secara fisik bagi barang.
Stress test akan:
- Memastikan kemasan mampu menahan benturan, tekanan, dan getaran tanpa merusak produk
- Memastikan produk tidak bergeser ke sana kemari atau tenggelam dalam filler
- Memastikan kemasan mendukung kecepatan picking/packing, label menempel dengan rapi, dan kotak tetap tertutup selama penanganan
Jika Anda menemukan barang dagangan rusak, kembali ke tahap awal dan sesuaikan material Anda agar terhindar dari ulasan buruk di masa depan.
Setelah menguji daya tahan kemasan, saatnya menguji seberapa mudah kemasan dibuka. Jika pelanggan membutuhkan palu godam dan obor las untuk membuka salah satu paket Anda, kemungkinan besar mereka tidak akan banyak berbelanja lagi dari Anda.
Jika Anda juga ingin mendapat nilai lebih dari sisi keberlanjutan, uji hal-hal berikut:
- Apakah kemasan mudah digunakan kembali untuk penyimpanan atau retur?
- Apakah petunjuk pembuangan jelas dan akurat?
- Apakah pesan keberlanjutannya terasa spesifik?
Alih-alih hanya bertanya apakah orang menyukainya atau tidak, ajukan pertanyaan yang lebih spesifik seperti, “Berdasarkan desainnya, menurut Anda produk apa yang ada di dalam kotak ini?” dan “Jika Anda melihat ini di kotak surat Anda, apakah ini akan membuat Anda tersenyum?” Semakin banyak informasi yang Anda dapatkan, semakin baik.
Sebelum meluncurkannya ke publik, mulailah dari lingkaran terdekat Anda. Julia Kay, cofounder di Great Wrap, mengatakan pentingnya pengujian internal adalah untuk menghindari kekecewaan akibat peluncuran yang terlalu dini.
“Di tahap sangat awal, kami mungkin meluncurkan produk terlalu cepat, dan itu cukup menyakitkan untuk dilalui, karena Anda memang akan menerima umpan balik itu,” kata Kay.
Ia menyarankan untuk meluncurkan terlebih dahulu kepada orang-orang yang sama-sama ingin produk itu berhasil, dan yang akan memberi masukan jujur. “Uji produk Anda dulu hanya dengan tim inti Anda dan ukur seberapa nyaman mereka terhadap sebuah peluncuran,” katanya.
💡TINDAKAN: Kumpulkan sebanyak mungkin wawasan tentang performa kemasan Anda sebelum berkomitmen pada desain final.
Praktik terbaik desain kemasan produk
- Buat tetap sederhana
- Pastikan mudah dibuka
- Gunakan material berkualitas tinggi
- Pertimbangkan lingkungan
Dengan mengikuti praktik terbaik ini, Anda dapat menciptakan kemasan yang menarik perhatian sekaligus fungsional. Ingat poin-poin ini saat merancang produk berikutnya dan Anda akan lebih mudah menghasilkan kemasan yang disukai pelanggan.
Buat tetap sederhana
Dalam desain kemasan produk, lebih sedikit hampir selalu lebih baik. Kemasan yang sederhana lebih mudah dipahami pelanggan. Mereka akan segera tahu apa produknya, untuk siapa produk itu dibuat, dan apa fungsinya tanpa harus menebak-nebak desain Anda.
Kemasan sederhana juga menurunkan biaya cetak dan setup. Peluang terjadinya kesalahan lebih kecil dan limbah dari cetak ulang pun berkurang. Gunakan garis yang bersih dan grafis minimal, serta pastikan kemasan Anda menjelaskan dengan jelas apa produknya dan apa fungsinya.
Pastikan mudah dibuka
Kemasan Anda harus mudah dibuka dan digunakan, tanpa memerlukan alat khusus atau tenaga berlebih. Tidak ada yang ingin kesulitan membuka kotak kustom yang mewah atau malah berakhir dengan barang rusak dalam prosesnya.
Pengalaman membuka kemasan adalah bagian dari kesan pertama brand Anda. Jika pelanggan merasa frustrasi, pengalaman produk bisa terasa murahan dan bahkan memicu retur atau ulasan negatif. Kemasan Anda juga harus aksesibel. Ia harus bisa digunakan oleh orang dengan kekuatan genggam terbatas, radang sendi, kuku panjang, atau siapa pun yang membukanya dengan satu tangan.
Ingat hal ini saat merancang kemasan dan pastikan target pelanggan Anda dapat membukanya dengan mudah. Pada saat yang sama, produk tetap harus terlindungi. Fitur seperti tear strip, pull tab, finger notch, dan penutup yang bisa ditutup kembali dapat menjaga paket tetap aman sekaligus mudah dibuka.
Gunakan material berkualitas tinggi
Material kemasan yang Anda gunakan sama pentingnya dengan desainnya. Anda tentu ingin kemasan dibuat dari material berkualitas tinggi yang melindungi produk dan memudahkan proses pengangkutan.
Berkualitas tinggi tidak selalu berarti paling mahal. Ini juga berarti memilih material yang sesuai dengan positioning dan titik harga Anda. Barang mewah membutuhkan kardus tebal, kokoh, dan finishing yang elegan agar terasa premium. Produk yang lebih terjangkau sebaiknya fokus pada ketahanan dan efisiensi tanpa ornamen berlebihan.
Pastikan Anda menggunakan material tahan lama yang mampu menghadapi gesekan dan benturan, serta tidak cepat rusak seiring waktu.
Pertimbangkan lingkungan
Semakin banyak konsumen mencari kemasan retail yang ramah lingkungan dan berkelanjutan, jadi penting untuk mempertimbangkan dampak lingkungan saat merancang kemasan produk Anda. Gunakan material yang mudah didaur ulang dan hindari material campuran seperti plastik yang direkatkan ke kertas, karena sulit dipisahkan.
Jangan gunakan kotak besar untuk barang kecil. Gunakan kotak sekecil mungkin dan minimalkan jumlah sisipan atau bantalan di dalamnya. Untuk nilai tambah dari sisi keberlanjutan, beri tahu pelanggan cara membuang kemasan tersebut. Tambahkan catatan seperti “Daur ulang kotak ini” atau “Lepaskan lapisan plastik sebelum didaur ulang” agar tidak menimbulkan kebingungan.
Contoh desain kemasan produk
Grind
Kemasan produk Grind adalah contoh kelas atas tentang konsistensi brand. Dikenal dengan estetika merah muda pucat yang meresap ke desain situs web dan toko retailnya, kemasan kapsul kopi mereka membuat produk langsung mudah dikenali.
Sebagian besar brand kopi menggunakan cokelat tanah, hijau tua, atau hitam untuk memberi kesan roast atau tradisi. Grind menggunakan merah muda pucat, yang terasa berbeda, tetapi justru membangun ekspektasi akan secangkir kopi yang lebih halus dan mudah dinikmati bahkan sebelum kotaknya dibuka.
Desain ini dibuat untuk era media sosial, warna merah mudanya menonjol dalam postingan dan video online, sekaligus tampil menarik di atas meja dapur saat dipajang di rumah pelanggan.
Grind juga berhasil menemukan keseimbangan yang tepat dalam menampilkan detail penting pada kemasan. Anda akan melihat logo brand dan deskripsi isi kotak. Ada juga grafis kecil yang menunjukkan bahwa kapsul kopi tersebut kompatibel dengan mesin Nespresso, dapat dikomposkan di rumah, dan berkelanjutan.
Olipop
Jika Anda menjual produk di toko retail atau melalui grosir, warna-warna cerah membantu produk Anda menonjol dari produk pesaing yang sering dipajang berdampingan. Tantangan muncul jika panduan branding Anda hanya mengizinkan palet warna yang terbatas.
Olipop berhasil mengatasinya dengan menggunakan berbagai nuansa dari satu warna tertentu dalam kemasan produknya. Minuman mereka menonjol berkat warna latar yang lembut dan ilustrasi yang berani, sekaligus mengomunikasikan apa yang paling menonjol dari produknya: bahwa minuman ini mendukung kesehatan pencernaan dan sistem imun.
Wild
Kemasan yang hebat bukan hanya soal daya tarik visual, tetapi juga soal fungsi. Lini perawatan tubuh Wild, misalnya, mengandalkan kemasan yang dapat digunakan kembali, yang di situs Wild diberi label “ramah bagi planet”, berkat sifat aluminium pada casing-nya.
Pembeli bahkan dapat menyesuaikan tampilan produk mereka dengan memilih casing sendiri. Personalisasi seperti ini menciptakan rasa memiliki bagi pelanggan, yang bisa menjadi faktor besar dalam membangun loyalitas brand.
Yang sangat menarik dari desain ini adalah kemampuannya mendorong pembelian ulang. Setelah pelanggan membeli casing pelindungnya, pesanan berikutnya menjadi lebih murah.
Identitas brand dalam desain kemasan
Identitas brand dalam kemasan adalah tahap paling taktis dalam perjalanan pelanggan. Ia membantu memvalidasi keputusan pembelian pelanggan dan meningkatkan nilai yang dirasakan dari produk. Berikut tiga area utama yang perlu menjadi fokus:
Penempatan logo dan visibilitas
Kemasan produk adalah kesempatan Anda untuk menampilkan brand. Ketika produk setara dari sisi fungsi dan kualitas, konsumen cenderung memilih brand yang sudah mereka kenal dan percayai. Menambahkan logo ke kemasan produk saja sudah bisa mendorong mereka memilih Anda.
Namun ada batas tipis antara membuat logo terlihat jelas dan menjadikannya pusat perhatian. Produk Anda tetap harus bersinar, karena itulah yang Anda jual. Jadi, bereksperimenlah dengan penempatan dan ukuran logo sampai Anda menemukan keseimbangan yang tepat.
Depan
Ini adalah permukaan utama yang pertama kali terlihat. Bagian ini paling cocok untuk pengenalan brand secara cepat di foto listing, foto pengiriman, dan momen “apa yang datang hari ini”. Jaga logo tetap bersih dan kontras tinggi, dengan ruang kosong yang cukup agar mudah terbaca sekilas. Tempatkan logo di posisi yang tidak tertutup tangan saat paket diangkat atau dibuka.
Atas
Bagian atas kemasan adalah area yang paling sering terlihat oleh orang yang menonton video unboxing dan postingan media sosial. Logo yang ditempatkan di tengah atau sedikit bergeser biasanya bekerja baik di sini, tetapi jangan dibuat terlalu besar karena akan mendominasi tampilan. Jika bagian atas terlalu ramai, pindahkan logo atau sisakan zona yang bersih khusus untuknya.
Bagian dalam
Di sinilah momen menyenangkan bagi pelanggan terjadi, saat mereka akhirnya melihat produk Anda secara langsung. Bagi Anda, ini adalah tempat yang bagus untuk memperkuat brand. Gunakan bagian dalam tutup, flap bagian dalam, kertas tisu, atau stiker untuk menampilkan logo. Karena produk adalah bintang utamanya, jangan sampai logo terasa berlebihan.
Konteks juga penting.
- Paket pengiriman seperti kotak luar dan mailer adalah tempat di mana logo Anda sebaiknya tetap mudah dikenali, tetapi tidak terlalu mencolok hingga menarik perhatian pencuri atau berbenturan dengan label kurir. Pertimbangkan branding yang halus, seperti logo kecil atau cetakan satu warna.
- Kemasan produk mengacu pada kotak bagian dalam, sleeve, atau pouch. Di sinilah tempat terbaik untuk tampil lebih berani. Tampilkan logo Anda dan gunakan material premium untuk benar-benar memberi efek “wow” kepada pelanggan.
Dan karena pelanggan lebih sering melihat brand Anda di media sosial daripada secara langsung, pastikan branding Anda tetap terbaca dalam sebuah postingan:
- Usahakan logo tetap terbaca dari jarak pandang ponsel. Jika tidak terbaca dengan baik dalam video TikTok, berarti logo itu praktis tidak terlihat.
- Gunakan kontras tinggi dan hindari garis yang terlalu tipis atau font yang terlalu halus.
- Ambil foto dalam pencahayaan indoor dari dua hingga tiga sudut untuk melihat apakah logo mudah dikenali.
Tipografi dan font
Branding pada dasarnya adalah soal membuat identitas visual Anda menonjol. Untuk melakukannya, Anda membutuhkan konsistensi dalam font, warna, dan tipografi yang digunakan pada desain kemasan produk. Riset menunjukkan bahwa orang mengaitkan sifat kepribadian tertentu dengan jenis huruf, jadi pilihan Anda sebaiknya didasarkan pada target audiens.
Legibilitas adalah seberapa mudah teks Anda dibaca. Kemasan Anda harus jelas pada setiap ukuran, dari kotak besar, hingga mini berukuran kecil, dan juga pada bentuk yang rumit seperti botol melengkung.
Untuk menjaga keterbacaan, seimbangkan ukuran font, jarak antar huruf, dan kontras antara teks dengan latar belakang.
Ingat bahwa untuk produk seperti makanan atau obat, ada aturan hukum mengenai ukuran font minimum yang boleh digunakan.
Dalam kasus Olipop, tipografi yang jelas pada kemasan minuman menunjukkan kepada orang lain apa yang sedang diminum pelanggan, dan bahwa mereka juga patut mencobanya.
Bentuk kemasan dan desain struktural
Pertimbangkan ukuran kemasan atau kotak pengiriman sepanjang proses desain kemasan produk. Memperbesar ukuran memang memberi lebih banyak ruang pada permukaan kemasan, tetapi jika itu berarti Anda harus membayar tambahan $2 untuk mengirim paket oversized dalam kotak kustom, produk yang semula menguntungkan bisa jadi tidak lagi menguntungkan seperti yang Anda kira.
Fokuslah pada tiga area:
- Berat DIM. Minimalkan ruang kosong dalam pengiriman dan kurangi dimensi luar desain Anda untuk menghindari biaya tinggi dari penetapan harga DIM oleh perusahaan pengiriman.
- Volume material. Gunakan sisipan internal kustom seperti kardus bergelombang atau pulp. Komponen ini membantu menjaga jejak eksternal tetap sekecil mungkin.
- Kegunaan. Pastikan desain mudah dibuka, dapat ditumpuk di rak retail, dan praktis untuk disimpan di rumah.
Proses desain kemasan kustom
Mendesain kemasan kustom sedikit mirip dengan membangun rumah. Anda tentu ingin tampilannya luar biasa, tetapi kemasan itu juga harus tahan menghadapi badai dan tetap sesuai anggaran. Tidak harus mewah, tetapi harus mudah diingat, selaras dengan brand, dan mudah dikelola.
- Tuliskan hal-hal yang tidak bisa ditawar. Sebelum tenggelam dalam papan Pinterest, pertimbangkan fakta-fakta dasarnya. Seberapa berat produk Anda? Apakah rapuh? Apakah bisa bocor? Jika akan dikirim lewat pos, kemasannya harus benar-benar tangguh. Tentukan satu elemen jangkar, seperti satu nuansa biru atau posisi logo Anda, yang tetap konsisten apa pun yang Anda kirim.
-
Tentukan elemen tambahan yang Anda butuhkan. Anda tidak harus langsung tampil maksimal. Sesuaikan kemasan dengan tahap bisnis Anda saat ini:
- Tingkat A. Buat sederhana dengan mailer satu warna, stempel kustom, atau stiker ber-brand. Murah, cepat, dan cocok untuk brand tahap awal.
- Tingkat B. Tingkatkan dengan cetak full color, kertas tisu kustom, dan kartu ucapan terima kasih.
- Tingkat C. Tampil besar dengan kotak berbentuk kustom, penutup magnetik, dan finishing mewah. Ini paling cocok untuk produk kelas atas di mana pengalaman unboxing memang menjadi bagian dari harga yang dibayar.
- Rancang dengan pertumbuhan bisnis dalam pikiran. Gunakan satu atau dua warna untuk menekan biaya. Pastikan logo Anda punya ruang bernapas agar tidak terlihat sesak pada kotak kecil. Anda tidak perlu mencetak tinta di setiap inci permukaan. Kadang kotak putih bersih dengan logo tegas justru bisa terlihat premium, jika itu yang Anda inginkan.
- Pilih material yang bercerita. Cara sebuah kotak terasa di tangan pelanggan juga mencerminkan brand Anda. Misalnya, matte terasa modern dan premium, sementara gloss terasa energik dan siap retail. Kertas kraft tanpa lapisan memberi kesan ramah lingkungan dan handmade.
- Buat sisipan yang membantu penjualan. Setiap lembar kertas di dalam kotak harus punya fungsi. Anda bisa menambahkan panduan penggunaan produk atau kode QR untuk diskon pada pesanan berikutnya.
- Jaga struktur kotak tetap sederhana. Bentuk kotak sebenarnya mahal dan bisa memperlambat tim packing Anda. Jika sebuah kotak mewah membutuhkan tiga menit untuk dibuka lipatannya alih-alih tiga puluh detik, biaya tenaga kerja Anda akan naik.
- Uji dan iterasi. Kirim prototipe kepada teman di kota lain atau wilayah lain. Lihat bagaimana tampilannya saat tiba. Ketahui berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengemas dan membuka satu pesanan. Jika itu merepotkan bagi Anda, maka akan menjadi mimpi buruk bagi pekerja gudang dan pelanggan.
Rancang kemasan produk yang lebih baik agar menonjol di tengah persaingan
Anda punya produk yang bagus dan brand yang siap tampil di hadapan pelanggan. Kemasan yang Anda pilih adalah aset bisnis jangka panjang. Ia melindungi margin, memperkuat kepercayaan terhadap brand, dan mendorong pembelian ulang.
Meski mungkin terasa menantang, ikuti langkah-langkah dasar di atas dan Anda akan menghasilkan sesuatu yang kuat. Namun, pahami bahwa kemasan bukan proyek desain sekali jadi, melainkan sesuatu yang terus Anda tingkatkan dari waktu ke waktu. Jika pengerjaannya dilakukan secara internal, dukungan dari pihak luar tetap bisa masuk akal untuk desain struktur kemasan atau sourcing material berkelanjutan.
Siapa pun yang terlibat, tujuannya tetap sama: membangun kemasan yang berkembang bersama produk, pemasok, dan ekspektasi pelanggan Anda, lalu menjadi semakin baik di setiap pengiriman.
FAQ desain kemasan produk
Bagaimana cara mendesain kemasan produk sendiri?
- Identifikasi siapa pelanggan Anda.
- Riset kompetitor.
- Tentukan kebutuhan produk Anda.
- Buat konsep kemasan Anda.
- Lakukan pre-press dan cetak kemasan Anda.
- Uji kemasan.
Software apa yang terbaik untuk desain kemasan?
- Canva
- Adobe Illustrator
- Pacdora
Bagaimana cara membuat kemasan produk saya menonjol?
- Pilih warna yang berani dan cerah, selaras dengan brand Anda.
- Komunikasikan manfaat produk.
- Gunakan grafis atau ilustrasi.
- Bereksperimen dengan bentuk.
- Tampilkan sifat kemasan yang dapat didaur ulang.
- Buat teks jelas dan mudah dibaca.
- Tampilkan logo brand Anda.
Apa saja 7 jenis kemasan?
Tujuh jenis kemasan yang paling umum meliputi:
- Kotak paperboard
- Kotak corrugated
- Kotak plastik cetak
- Kotak rigid
- Kotak kemasan chipboard
- Kantong poly
- Kantong bersegel foil
Untuk apa desain kemasan digunakan?
Desain kemasan adalah cara fungsional untuk menampung, mengangkut, dan menyimpan produk Anda. Idealnya, desain kemasan Anda juga menarik bagi pelanggan dan mencerminkan brand Anda. Inilah yang membantu produk Anda menonjol.

