Jika Anda menyukai sensasi menemukan gaun era 1970-an di toko barang bekas langganan dengan harga nyaris tak berarti, menjual pakaian vintage secara online bisa jadi cocok untuk Anda.
Kemampuan menemukan dan mengurasi barang vintage adalah sebuah keahlian, dan manfaatnya bisa lebih dari sekadar menambah karakter pada lemari pakaian Anda yang khas.
Pembeli vintage mengandalkan pemilik toko untuk melakukan proses memilah yang melelahkan dan penjual menghadirkan pengalaman menjelajah yang praktis dengan pilihan item terbaik, dalam kondisi terbaik. Di tengah perubahan kesadaran konsumen yang cepat soal asal-usul pakaian, menjual pakaian preloved menghadirkan peluang bisnis berkelanjutan dengan pasar yang terus berkembang.
Panduan ini akan memandu Anda melalui setiap langkah untuk membangun brand ritel pakaian vintage Anda sendiri dan mengajarkan cara menjual pakaian vintage secara online. Anda akan mempelajari tempat mencari produk, cara mengambil foto produk yang menarik, cara menyusun strategi harga, dan banyak lagi, lengkap dengan saran industri dari penjual vintage yang sukses.
Siap memulai bisnis Anda? Buat situs web Anda hari ini atau pelajari lebih lanjut tentang alat Shopify untuk berjualan online dan langsung.
Pasar pakaian vintage
Di AS, pasar barang bekas sedang tumbuh pesat. Pada 2023, pertumbuhannya lebih dari tujuh kali lebih cepat dibanding industri ritel secara umum. Permintaan konsumen yang terus naik ikut mendorong kesuksesan marketplace pakaian secondhand khusus seperti ThredUp, serta bertambahnya penjual pakaian vintage di situs seperti Etsy dan eBay.
Banyak penjual vintage juga menjalankan toko mereka sendiri di platform e-commerce seperti Shopify, yang memberi mereka kendali penuh atas branding dan pengalaman pengguna toko, sekaligus membantu menghindari biaya transaksi marketplace.
Meski persaingannya ketat, Anda tetap bisa memanfaatkan keahlian thrifting dan selera gaya Anda untuk tampil berbeda dari kompetitor.
Vintage vs. antik vs. retro vs. secondhand vs. dead stock
Sebelum mulai membangun bisnis pakaian vintage, pastikan Anda memahami istilah-istilah berikut:
- Vintage: pakaian vintage umumnya didefinisikan sebagai pakaian yang diproduksi antara 20 hingga 100 tahun lalu.
- Antik: pakaian dianggap antik jika usianya lebih dari 100 tahun. Item seperti ini biasanya cukup langka dan sering ditemukan di museum atau koleksi pribadi.
- Secondhand: pakaian dari periode apa pun, dengan gaya apa pun, yang sebelumnya sudah pernah dipakai.
- Retro (atau repro): item apa pun yang diproduksi dalam 20 tahun terakhir dengan gaya vintage tidak bisa disebut vintage. Sebagai gantinya, item tersebut disebut retro atau repro (singkatan dari "reproduction").
- Dead stock: inventaris yang belum pernah dijual ke konsumen dikenal sebagai dead stock. Dalam pakaian, istilah ini bisa merujuk pada kain atau pakaian yang tidak terjual dan belum pernah dipakai, baik baru maupun vintage.
Jika Anda menjelajahi toko barang bekas, Anda biasanya akan menemukan pakaian vintage sekaligus secondhand. Sebagian penjual fokus pada salah satunya, tetapi banyak juga yang menjual campuran keduanya.
Cara menjual pakaian vintage online dalam 11 langkah
- Temukan sudut pandang Anda
- Bangun brand pakaian vintage Anda
- Danai ide bisnis Anda
- Cari sumber pakaian vintage untuk dijual
- Tentukan harga produk Anda
- Kelola inventaris pakaian vintage Anda
- Foto produk vintage Anda
- Siapkan toko online Anda
- Jual pakaian vintage di berbagai saluran penjualan
- Pasarkan bisnis pakaian vintage Anda
- Siapkan strategi pengiriman dan retur
Berikut langkah-langkah penting untuk memulai bisnis pakaian vintage:
1. Temukan sudut pandang Anda
Setiap bisnis yang sukses berawal dari tempat yang sama: ide yang benar-benar bisa dimiliki. Anda tentu bisa langsung memilih dan menjual apa yang Anda sukai, tetapi ada baiknya mempertimbangkan niche tertentu dalam dunia pakaian vintage. Ini dapat membantu bisnis Anda tampil menonjol di tengah persaingan.
Anda bisa memilih menjual pakaian vintage dalam salah satu niche berikut:
- Satu dekade tertentu, misalnya 1920-an atau 1980-an
- Tujuan atau acara tertentu, seperti busana malam atau denim
- Pakaian desainer kelas atas
- Item niche, seperti kaus band
- Gaya reworked atau reclaimed (mengadaptasi pakaian vintage menjadi item baru)
- Pakaian retro bergaya vintage (jika Anda mempertimbangkan memproduksi pakaian sendiri, lihat panduan Shopify tentang memulai lini pakaian)
- Gaya tertentu, seperti grunge atau mod Setelah menentukan niche, ajukan pertanyaan berikut sebelum benar-benar berkomitmen:
- Apakah ini gaya saya? Lihat estetika pribadi Anda dan pertimbangkan hubungannya dengan niche tersebut. Anda akan menjadi duta brand sendiri, jadi pastikan Anda nyaman merepresentasikan apa yang dijual.
- Seberapa sempit niche saya? Jika Anda memilih segmen vintage yang terlalu spesifik, Anda mungkin kesulitan mendapatkan inventaris yang cukup atau tidak menemukan basis pelanggan yang cukup besar.
- Seberapa padat niche saya? Apakah sudah banyak toko yang menjual pakaian vintage di niche ini? Jika ya, bagaimana toko Anda bisa tampil berbeda?
- Seberapa relevan niche saya? Peragaan busana, tren influencer, dan gaya jalanan populer bisa membantu menentukan arah Anda. Pakaian vintage cenderung lebih mudah terjual jika bisa diterjemahkan ke gaya atau gaya hidup modern. Setelah Anda membangun pengikut, Anda bisa mengambil lebih banyak risiko dan mulai menciptakan tren sendiri.
Rodellee Bas, pendiri Adored Vintage, memutuskan untuk mengurasi toko vintagenya berdasarkan gaya tertentu. Ia telah menjual item vintage yang romantis dan feminin sejak 2012. Kini tokonya juga menjual pakaian baru, tetapi Rodellee tetap setia pada visi awalnya.
2. Bangun brand pakaian vintage Anda
Membangun brand untuk bisnis vintage Anda akan membantu Anda menemukan audiens yang relevan, memandu ekspansi di masa depan, dan menjaga fokus bisnis tetap konsisten.
Karena itu, penting untuk mendefinisikan brand Anda sejak tahap awal ini. Langkah ini akan membantu Anda menyusun kisah brand, membentuk identitas visual brand, menyusun pernyataan misi, dan membayangkan dengan jelas pelanggan ideal Anda.
Satukan elemen-elemen brand Anda ke dalam panduan brand, yaitu dokumen referensi yang memuat informasi mulai dari logo dan palet warna hingga suara brand Anda.
Ingat selalu panduan ini saat Anda mendesain situs dan mengurasi koleksi. Saat bisnis berkembang dan Anda mulai merekrut staf, tim Anda dapat merujuk pada panduan tersebut agar pesan brand tetap konsisten.
3. Danai ide bisnis Anda
E-commerce memungkinkan Anda meluncurkan bisnis vintage dari rumah dengan investasi awal yang relatif kecil. Namun, menjual pakaian vintage mengharuskan Anda membeli inventaris di muka, kecuali jika Anda memilih model konsinyasi (membayar item setelah terjual). Anda perlu membiayainya melalui bootstrap (pendanaan mandiri) atau mencari sumber pendanaan eksternal seperti pinjaman usaha kecil atau crowdfunding.
Lacak setiap pembelian dan penjualan inventaris, serta pantau arus kas Anda dengan cermat agar dalam jangka panjang pengeluaran tidak lebih besar daripada pemasukan. Anda juga bisa mempertimbangkan memulai dengan inventaris yang lebih kecil, lalu menambah produk seiring berkembangnya basis pelanggan setia. Ini dapat mencegah Anda mengeluarkan terlalu banyak uang untuk inventaris yang belum tentu cepat terjual.Saat bisnis berkembang, pertimbangkan kebutuhan penyimpanan Anda dan rencanakan kapan Anda mungkin perlu pindah ke kantor atau gudang khusus. Sebelum mengambil langkah itu, hitung biaya sewa kantor atau gudang, lalu tentukan berapa pendapatan bulanan yang Anda perlukan agar tetap memperoleh laba.
Kalkulator margin keuntungan butuh strategi harga yang efektif untuk bisnis Anda? Pertama, hitung markup dan margin keuntungan Anda. Gunakan kalkulator margin keuntungan Shopify untuk menemukan harga jual agar produk Anda menghasilkan laba.
4. Cari sumber pakaian vintage untuk dijual
Ada beberapa tempat untuk mendapatkan inventaris jika Anda ingin menjual pakaian vintage. Di antaranya toko barang bekas, marketplace online, lelang, pasar loak, estate sale, dan grosir. Berikut beberapa cara untuk membeli item pakaian vintage:
Thrifting langsung di toko
Saat Anda baru memulai di dunia jual pakaian vintage, toko barang bekas lokal bisa menjadi sumber temuan vintage yang sangat baik, asalkan Anda punya kesabaran dan ketelitian untuk menyisir rak demi rak. Berikut beberapa tips thrifting langsung di toko:
- Datang sering dan pada hari yang tepat. Banyak toko menerima kiriman barang pada hari tertentu. Tanyakan informasi ini kepada staf toko dan atur kunjungan Anda sesuai jadwal tersebut.
- Punya rencana. Hemat waktu dan uang dengan menentukan secara jelas item yang Anda cari sebelum mulai. Jika Anda bekerja dengan orang lain, buat panduan gaya yang jelas dengan penanda yang membantu.
- Periksa item dengan teliti sebelum membeli. Toko barang bekas sering kali tidak memiliki standar kualitas yang sama seperti toko vintage yang sudah dikurasi dan item bisa saja memiliki noda atau kerusakan lain.
- Pahami barang yang Anda cari. Pelajari cara mengidentifikasi periode waktu dari berbagai item dengan mempelajari majalah mode lama dan membaca blog. Anda bisa memperkirakan usia item dari detail seperti label, kancing, posisi ritsleting, potongan, dan tempat produksi.
- Berburu di tempat lain juga. Jelajahi toko barang bekas lokal di kota lain untuk menemukan item yang mungkin tidak tersedia di kota Anda.
Naomi Bergknoff, pendiri toko thrift online OMNIA, mengunjungi toko barang bekas setiap kali bepergian. "Selalu bawa tas Ikea cadangan di mobil dan siapkan uang tunai," katanya. Dengan begitu, Anda selalu siap mengambil inventaris saat menemukan item yang tepat.
Sumber lain untuk menemukan pakaian vintage
Jangan berhenti di thrifting. Ada banyak tempat untuk menemukan harta karun jika Anda mau menggali lebih dalam. Berikut beberapa opsi yang patut dipertimbangkan:
- Lelang. Daftarkan diri untuk menerima notifikasi lelang di area Anda. Sebagian berlangsung langsung di lokasi, tetapi ada juga beberapa situs lelang online seperti eBay dan MaxSold.
- Estate sale. Ini bisa menjadi ladang emas untuk menemukan banyak pakaian vintage di satu tempat. Ikuti informasi penjualan mendatang dengan bergabung ke daftar email perusahaan pengelola estate sale lokal.
- Marketplace online dan iklan baris. Situs seperti Craigslist bisa menghadirkan temuan menarik dan Anda juga mungkin menemukan listing garage sale, moving sale, dan estate sale.
- Picker. Setelah bisnis Anda berkembang, pertimbangkan untuk melakukan outsourcing dengan merekrut picker. Ini bisa berupa orang yang rutin berkeliling ke toko barang bekas.
- Program konsinyasi. Siapkan program untuk membeli atau menerima titipan item vintage dari pelanggan atau pengunjung situs Anda. Konsinyasi adalah pengaturan berisiko rendah yang melibatkan pembayaran kepada pemilik hanya jika item berhasil terjual.
- Pasar loak. Datang lebih awal berarti kesempatan memilih lebih dulu, tetapi Anda biasanya mendapatkan harga terbaik di akhir hari dan di akhir musim pasar loak, saat pedagang ingin menghabiskan stok.
- Kolektor. Kolektor pribadi mungkin tertarik bekerja sama dengan Anda untuk melepas sebagian stok mereka.
- Grosir. Daftarkan diri sebagai pelanggan bisnis ke grosir untuk mendapatkan akses ke barang vintage dalam jumlah besar dengan harga grosir. Grosir umumnya memperoleh stok dari inventaris berlebih toko barang bekas atau kotak donasi pakaian.
Apa pun sumber inventaris Anda, tetaplah selektif. "Saya selalu memikirkan apa yang menarik bagi saya dan apa yang saya tahu ingin dilihat pelanggan saya," kata Naomi.
Anda juga bisa memeriksa Google Trends untuk membantu menilai permintaan terhadap suatu produk. Alat ini menunjukkan berapa banyak orang per bulan yang mencari desainer atau item tertentu.
Walau pakaian vintage membutuhkan pencarian fisik dan kurasi langsung, sebagian penjual juga mendiversifikasi inventaris mereka dengan terhubung dengan pemasok melalui jaringan sourcing produk.
Pendekatan ini dapat melengkapi pilihan vintage pilihan tangan Anda, membantu menguji kategori berbeda atau mengisi kekosongan dalam koleksi sambil Anda membangun keahlian sourcing vintage.
5. Tentukan harga produk Anda
Saat Anda menjual pakaian vintage, ikuti aturan dasar yang sama untuk menentukan harga produk seperti pada barang ritel lainnya. Pastikan Anda memperhitungkan biaya item ditambah biaya operasional.
Namun untuk vintage, Anda juga perlu mempertimbangkan nilai persepsi.
Tentukan harga pakaian vintage berdasarkan:
- Kelangkaan
- Usia
- Kelayakan pakai
- Permintaan atau kesediaan pelanggan untuk membayar
- Kondisi
- Tren (misalnya, apakah pakaian ini sedang populer saat ini?)
- Label (misalnya, apakah berasal dari brand mewah?)
Marketplace seperti eBay, Etsy, atau Vestiaire Collective adalah sumber data yang baik terkait nilai pasar barang tertentu. Apakah ada sangat banyak produk yang sama di pasar? Jika ya, harga jual Anda menurun karena produk tersebut tidak langka. Apakah item Anda dalam kondisi lebih baik dibanding item serupa? Harga jual Anda meningkat. Anda juga bisa mempertimbangkan faktor musiman: misalnya, Anda mungkin bisa mematok harga lebih tinggi untuk celana linen pada bulan-bulan hangat dibanding bulan-bulan dingin.
Untuk item yang sangat tua, langka, atau couture, pertimbangkan jasa appraisal atau konsultasi dengan ahli di komunitas vintage. Anda tentu tidak ingin melewatkan permata langka dan menjual pakaian vintage jauh di bawah nilainya.
Meski Anda ingin tetap kompetitif, pastikan harga Anda tetap memungkinkan bisnis menghasilkan laba. Hitung laba kotor bulanan dengan menjumlahkan proyeksi penjualan, lalu kurangi pengeluaran untuk menghitung laba bersih, yaitu jumlah yang realistis Anda bawa pulang setiap akhir bulan.
6. Kelola inventaris pakaian vintage Anda
Berikut cara mengelola inventaris pakaian vintage Anda secara profesional:
Tetap terorganisir
Tanpa rencana, toko vintage Anda bisa mulai terasa seperti toko barang bekas yang berantakan. Berbeda dengan toko yang memiliki listing produk terbatas (dan beberapa unit untuk tiap produk), toko vintage biasanya menjual item yang unik dan satu-satunya. Saat bisnis mulai berkembang, sistem organisasi yang kacau dapat menghambat efisiensi.
Kembangkan sistem untuk membantu menyortir, menyimpan, dan mengidentifikasi item agar pengiriman dan pemenuhan pesanan menjadi lebih sederhana. Anda bisa menggunakan alat manajemen inventaris di platform e-commerce seperti Shopify untuk membantu proses ini.
Untuk memulai, coba proses pakaian vintage yang masuk dalam batch menggunakan sistem numerik. Beri tag dan nomor pada setiap item baru, lalu susun di rak sesuai urutan. Dengan begitu, Anda bisa cepat menemukan setiap produk begitu ada yang membelinya.
Tim di balik COAL N TERRY, toko vintage yang didirikan pada 2010 dan kini menjual produk vintage sekaligus baru, menyortir rak mereka berdasarkan jenis, seperti celana, atasan, denim, lalu berdasarkan warna, sehingga staf dapat dengan mudah menemukan item.
Simpan produk Anda dengan cara yang tepat
Berikut cara memastikan pakaian vintage Anda tetap dalam kondisi prima:
- Pertimbangkan kualitas udara. Simpan item vintage di lingkungan dengan suhu dan kelembapan terkontrol (bukan ruang bawah tanah yang lembap dan pengap), serta terlindung dari ngengat dan hama kain lainnya.
- Gunakan garment bag. Ini dapat membantu mencegah debu menempel pada item dan melindunginya saat ditangani, tetapi hindari plastik karena bisa memerangkap kelembapan.
- Gunakan hanger berlapis bantalan saja. Hanger kawat dapat menyebabkan sobekan, lipatan, atau bahkan noda jika berkarat. Beberapa hanger kayu juga bisa merusak, tergantung lapisannya.
- Hindari sinar matahari. Jauhkan pakaian vintage dari cahaya alami karena sinar matahari dapat memudarkan warna.
- Gunakan penyimpanan yang tepat. Gunakan kotak plastik (jangan pernah kardus, yang bisa rusak karena lembap) untuk aksesori, dan gunakan rak terbuka untuk pakaian agar semuanya terlihat dan mudah dijangkau.
- Lindungi pakaian yang halus. Perhatikan payet atau hiasan yang bisa tersangkut pada kain halus pakaian lain. Pertimbangkan membungkus pakaian ini dengan cover pakaian atau pelindung plastik.
Bersihkan dan perbaiki pakaian vintage Anda
Meski Anda menjual pakaian vintage, yang pada dasarnya adalah produk bekas, pelanggan tetap berharap item tiba dalam keadaan bersih dan sesuai deskripsi. Jika ada noda permanen, sobekan, atau kerusakan lain, produk Anda mungkin masih punya nilai, dan sebagian pelanggan mungkin tetap menginginkannya. Namun, pastikan Anda menjelaskan dan memotret area yang rusak dengan jelas agar tidak menimbulkan kejutan, dan retur.
Berikut beberapa tips membersihkan dan memperbaiki pakaian vintage:
- Periksa label dan ikuti petunjuk perawatan. Jika label hilang, nilai komposisi kain, tingkat kotoran, dan kondisi item, lalu cari metode pembersihan terbaik.
- Pisahkan warna. Jangan sampai pakaian berwarna merusak pakaian putih. Waspadai item seperti jeans yang sangat mudah luntur.
- Gunakan steamer. Jika item relatif bersih, steamer pakaian dapat menghilangkan bau dan kusut. Mengukus juga bisa lebih aman daripada menyetrika, yang dapat melelehkan beberapa jenis kain.
- Cuci tangan. Gunakan metode ini untuk item halus yang bisa rusak atau menyusut di mesin cuci.
- Pertimbangkan upcycling. Jika Anda punya keterampilan menjahit, ini cara yang bagus untuk memanfaatkan potongan pakaian vintage yang terlalu rusak untuk dijual apa adanya.
- Cari dry cleaner yang andal. Pilih jasa cuci yang berpengalaman menangani tekstil vintage atau yang memang spesialis kain halus.
- Cari penjahit yang tepercaya. Anda juga bisa mempelajari teknik menjahit dasar untuk memperbaiki kerusakan sederhana seperti kancing hilang atau keliman lepas.
Memiliki dry cleaner dan penjahit yang andal memang membantu memastikan produk Anda dalam kondisi baik, tetapi mempelajari cara memperbaiki dan mencuci item sendiri adalah pilihan paling hemat biaya bagi penjual baru. Artinya, Anda mungkin perlu berinvestasi pada mesin jahit dan belajar lewat tutorial online di situs seperti YouTube atau mengikuti kelas di workshop jahit lokal. Tergantung ruang yang Anda miliki, Anda juga bisa mempertimbangkan menyiapkan ruangan khusus untuk mencuci pakaian vintage Anda.
7. Foto produk vintage Anda
Fotografi produk untuk bisnis vintage adalah pekerjaan yang berlangsung terus-menerus. Berbeda dengan toko pakaian lain yang mungkin menjadwalkan pemotretan sekali per musim atau saat koleksi baru dirilis, penjual vintage menerima inventaris secara rutin, dan semuanya perlu difoto satu per satu.
Ikuti panduan berikut untuk menghasilkan foto yang bagus dan jelajahi panduan fotografi pakaian dari Shopify untuk mempelajari lebih lanjut.
- Tiru pengalaman belanja di toko. Pelanggan toko online Anda tidak bisa menyentuh produk atau mencobanya. Tampilkan sisi fisik item Anda dengan foto close-up dan jika memungkinkan, foto item saat dikenakan model yang sedang bergerak.
- Ambil dari setiap sudut. Ambil berbagai jenis gambar: pakaian utuh pada model atau manekin, detail close-up seperti jahitan atau kancing, close-up label, serta cacat atau kerusakan yang perlu dicatat.
- Berikan inspirasi. Sisipkan inspirasi gaya ke dalam pemotretan produk dasar agar pelanggan bisa membayangkan diri mereka mengenakan item Anda. Jika memungkinkan, tampilkan item pada model, meski hanya Anda sendiri dengan timer kamera, lengkap dengan aksesori untuk menunjukkan cara styling tiap item.
- Foto dalam batch. "Membagi stok menjadi koleksi mingguan membuatnya lebih mudah dikelola sebagai proses batch," kata Naomi. Ia melakukan "drop" mingguan di situsnya setelah mengukur, menyiapkan, dan memotret satu batch pakaian vintage.
- Manfaatkan sumber daya yang Anda punya. Saat Naomi tidak bisa memotret dengan model, ia mencari cara kreatif lain, seperti menata pakaian vintage pada dress form. "Kalau ditata dengan cermat, hasilnya bisa sangat bagus," katanya.
-
Jangan pelit soal pencahayaan. "Saya suka menggunakan cahaya alami, tetapi itu bisa berubah-ubah," kata Naomi. Paket lampu dasar dan flash eksternal relatif terjangkau dan merupakan komponen penting dalam perlengkapan fotografi Anda.
Proses fotografi Anda akan berbeda tergantung lokasi pemotretan. Berikut beberapa pertimbangan berdasarkan pengaturan Anda:
Pemotretan di studio foto internal
Pemilik COAL N TERRY melakukan seluruh fotografi pakaian mereka secara internal dengan pengaturan studio tetap yang sederhana, termasuk kamera digital single-lens reflex (DSLR), tripod, paket pencahayaan sederhana, dan latar belakang putih tanpa sambungan. Pengaturan ini bersifat permanen, sehingga tampilan foto di halaman koleksi tetap konsisten, meski item mungkin dipotret dengan jarak beberapa minggu.
Pemotretan di rumah
Jika Anda berencana menjual pakaian vintage dari rumah atau apartemen, pengaturan studio permanen mungkin tidak realistis. Dalam kasus ini, pastikan perlengkapan Anda disimpan di satu tempat agar mudah dipasang dan dibongkar.
Catat posisi tripod, pengaturan kamera, dan kondisi pencahayaan agar Anda bisa menciptakan tampilan yang sama setiap kali memotret. Untuk menghemat waktu pengaturan dan pembongkaran, lakukan pemotretan dalam batch, misalnya mingguan atau dua mingguan, alih-alih satu item per sesi.
Mengalihdayakan fotografi
Anda mungkin merasa kemampuan fotografi Anda belum memadai dan memutuskan bekerja sama dengan studio yang sudah ada. Lakukan persiapan sejak awal untuk memaksimalkan waktu studio. Misalnya, rencanakan outfit yang ingin dipotret pada model dan susun pakaian di rak sesuai urutan pemotretan.
8. Siapkan toko online Anda
Sekarang Anda siap menyiapkan situs web e-commerce untuk mulai menjual pakaian vintage secara online. Sebagian besar platform e-commerce menawarkan uji coba gratis sehingga Anda bisa mencobanya sebelum berkomitmen. Shopify menawarkan uji coba gratis selama tiga hari, lalu mengenakan biaya $1 per bulan untuk tiga bulan pertama.
Berikut beberapa hal yang perlu dipertimbangkan saat membangun toko online Anda:
Desain visual
Saat menyiapkan toko Shopify, Anda dapat dengan mudah menyesuaikan desain toko dengan branding Anda sendiri tanpa perlu coding. Ada beberapa tema Shopify standar yang bisa dipilih, sebagian gratis dan sebagian berbayar, yang dapat Anda sesuaikan dengan warna, font, dan navigasi khusus.
Seiring pertumbuhan bisnis, Anda mungkin ingin menyesuaikan situs lebih jauh, misalnya dengan menambahkan grafis khusus. Jika Anda membutuhkan bantuan desain, pertimbangkan untuk merekrut Shopify Expert.
Halaman Tentang dan FAQ
Selain beranda dan halaman Kontak, jangan lupa membuat halaman Tentang dan FAQ :
- Halaman Tentang adalah tempat kisah brand Anda hidup dan menjelaskan kepada pelanggan siapa Anda sebenarnya, seperti estetika atau dekade yang Anda fokuskan, inspirasi Anda, dan sebagainya. Anda juga bisa membagikan informasi tentang misi dan pernyataan keberlanjutan Anda, jika ada.
- Selain itu, jangan lupa menyertakan halaman FAQ. Halaman ini harus menjelaskan dengan jelas bahwa item vintage adalah barang bekas/pernah dipakai dan bersifat unik. Ini juga tempat yang tepat untuk mengedukasi pelanggan tentang ukuran, perawatan pakaian, dan cara Anda menilai kondisi barang. Anda juga dapat menggunakan halaman ini sebagai rujukan untuk informasi pengiriman dan layanan pelanggan, seperti tarif pos per negara dan kebijakan retur Anda.
Halaman produk
Copy halaman produk sangat penting untuk membentuk ekspektasi pelanggan saat Anda menjual pakaian vintage. Ini juga dapat meningkatkan optimasi mesin pencari (SEO) dan meminimalkan retur.
Pakaian vintage membutuhkan informasi yang lebih spesifik dibanding pakaian baru, seperti ukuran dan kondisi.
Berikut beberapa hal yang perlu diingat saat membuat halaman produk:
- Cari listing serupa. Jika label hilang, cari item serupa secara online untuk melihat apakah Anda bisa menetapkan brand pakaian tersebut. Dalam beberapa kasus, ini hanya perkiraan yang terinformasi, lakukan yang terbaik.
- Kembangkan sistem ukuran yang konsisten. Buat sistem ukuran yang tetap, karena ukuran vintage sering kali sangat berbeda dari ukuran modern. Sertakan ukuran pinggang, pinggul, lengan, dan dada dalam inci dan sentimeter.
- Buat glosarium istilah. Definisikan daftar istilah untuk menggambarkan kondisi item vintage dan secondhand, lalu gunakan terminologi yang sama secara konsisten di seluruh situs. Buat bagan kondisi atau glosarium dan tautkan dari halaman produk.
- Sertakan petunjuk perawatan. Jika diketahui, tambahkan komposisi kain dan petunjuk perawatan ke deskripsi.
- Ceritakan kisahnya. Jika item memiliki riwayat yang diketahui, bagikan di halaman produk. Mungkin Anda mendapatkannya dari estate sale milik seseorang yang terkenal, atau item itu mirip dengan sesuatu yang pernah dikenakan di karpet merah.
Halaman koleksi dan navigasi
Halaman koleksi membantu mengatur toko online Anda agar tidak terlihat seperti obral bongkar-bongkar. Pertimbangkan untuk mengelompokkan inventaris pakaian vintage ke dalam koleksi berdasarkan era, warna, acara, jenis item, atau musim. "Kami membuat koleksi khusus berdasarkan musim, hari raya, dan berbagai tema," kata Naomi. Pengaturan koleksi juga dapat membantu SEO dan navigasi.
Utamakan pengalaman pelanggan saat mendesain navigasi situs Anda. Itulah yang dilakukan tim di Mote Agency, mitra Shopify yang berfokus pada desain situs web, ketika mereka membuat situs untuk toko secondhand mewah Justin Reed.
"Ini adalah situs web resale mewah, jadi ada banyak produk unik," kata pendiri Mote, Sara Mote. "Kemampuan untuk mempersempit dan memfilter berdasarkan brand tertentu atau ukuran tertentu penting bagi klien ini karena mungkin ada item yang hanya tersedia dalam satu ukuran." Sara menjelaskan bahwa filter tersedia di halaman koleksi maupun pencarian, sehingga pelanggan dapat mempersempit pencarian di setiap tahap perjalanan menjelajah.
9. Jual pakaian vintage di berbagai saluran penjualan
Memiliki situs e-commerce khusus memberi Anda kendali penuh atas desain, membantu menjangkau pelanggan melalui pencarian organik, dan berfungsi sebagai pusat brand Anda.
Namun, berjualan di luar situs e-commerce Anda dapat membantu menjangkau audiens yang lebih luas.
Berikut beberapa opsinya:
Marketplace online
Ada banyak marketplace online, seperti Etsy, Depop, eBay, Poshmark, dan Vestiaire Collective, tempat Anda bisa menjual pakaian vintage, dan kabar baiknya, Anda tidak harus memilih hanya satu. Melalui Shopify Marketplace, Anda dapat mengintegrasikan Etsy dan eBay ke situs e-commerce Anda untuk proses penjualan yang lebih efisien.
Perlu diingat, Anda akan dikenai biaya listing dan biaya transaksi saat melakukan penjualan di platform marketplace.
Lihat perbedaan biaya listing dan biaya transaksi berikut:
| Biaya listing | Biaya transaksi | |
|---|---|---|
| eBay | Tidak ada biaya listing jika Anda memasang <250 produk per bulan | 13,6% untuk penjualan < $7.500 + $0,30 (untuk pesanan < $10) atau $0,40 (untuk pesanan > $10) |
| Etsy | $0,20 per produk setiap empat bulan | 6,5% dari harga jual, biaya pemrosesan pembayaran 3% + $0,25 |
| Depop | Tidak ada biaya listing | Tidak ada biaya penjualan untuk pembeli di AS dan Inggris + biaya pemrosesan pembayaran 3,3% + $0,45 (biaya penjualan 10% + biaya pemrosesan pembayaran regional untuk penjual yang berlokasi di wilayah lain) |
| Poshmark | Tidak ada biaya listing | $2,95 untuk produk < $15, 20% untuk produk > $15 |
| Vestiaire Collective | Tidak ada biaya listing | Biaya penjualan 10% atau $10, mana yang lebih tinggi + biaya pemrosesan pembayaran 3%, item harus dihargai $18 atau lebih |
Secara langsung
Jika Anda tidak memiliki ruang ritel khusus, cari peluang lain untuk berjualan langsung, misalnya di pasar pakaian lokal dan pasar vintage atau booth pop-up di festival.
"Menggabungkan online dengan acara langsung dan pasar vintage adalah cara yang bagus untuk menjembatani hubungan dengan pelanggan lokal, memindahkan produk, dan membangun koneksi baru," kata Naomi.
Menampilkan sosok di balik toko online Anda dapat membantu pelanggan mengingat brand Anda. Saat mereka kembali mencari permata vintage, bisa jadi merekalah yang akan mencari Anda.
10. Pasarkan bisnis pakaian vintage Anda
Ada beberapa cara, sebagian berbayar, sebagian organik, untuk menyebarkan kabar dan menarik pelanggan ke toko Anda. Berikut beberapa strategi pemasaran yang patut dipertimbangkan:
Pemasaran media sosial
COAL N TERRY mengembangkan bisnis mereka di media sosial tanpa mengeluarkan uang untuk iklan formal. Mereka mengandalkan shoutout dari selebritas atau mitra influencer dan konten buatan pengguna (user-generated content/UGC) dalam bentuk foto pelanggan.
Jenis pemasaran interaktif ini dapat berfungsi sebagai bentuk bukti sosial. Saat calon pelanggan melihat bahwa orang lain menyukai produk Anda dan mengikuti brand Anda di media sosial, mereka mungkin lebih terdorong untuk melakukan pembelian pertama.
Platform media sosial seperti Instagram dan TikTok juga sangat efektif untuk menunjukkan cara menata produk Anda dan menyoroti item baru. Karena item baru terus datang, COAL N TERRY menggunakan Instagram untuk langsung menampilkannya kepada pelanggan.
Selain itu, Anda dapat menggunakan media sosial untuk menampilkan kepribadian brand dan membangun kisah brand. Anda bisa melakukannya melalui posting tentang berbagai hal, mulai dari bagaimana Anda memulai bisnis hingga video di balik layar yang menunjukkan aktivitas Anda sehari-hari.
Email marketing
Email marketing mencakup segala hal, mulai dari pengingat keranjang yang ditinggalkan secara otomatis hingga pengumuman diskon dan newsletter. Pemasaran email membantu Anda menyebarkan informasi tentang apa yang sedang terjadi di toko, tetapi juga merupakan cara yang bagus untuk memberi penghargaan kepada pelanggan setia. Misalnya, Anda bisa mensegmentasikan daftar email dan memberi pembeli berulang akses lebih awal ke koleksi baru.
Untuk membuat strategi email marketing yang kuat, Anda kemungkinan ingin mengirim beberapa jenis pesan, yang bisa dilakukan dengan cepat menggunakan template di platform seperti Shopify Messaging. Namun, salah satu cara yang sangat membantu untuk terhubung dengan pelanggan adalah mengirim newsletter secara rutin.
"Newsletter mingguan berhasil mendorong traffic situs web ke produk baru kami," kata Naomi, yang menggunakan pemasaran email untuk memberi tahu kapan produk baru telah dirilis. Anda juga bisa menggunakan newsletter untuk memberikan konten bernilai bagi pelanggan, seperti ulasan sejarah mendalam tentang item Anda atau pandangan pribadi tentang tren mode saat ini.
Pencarian organik dan pemasaran konten
Saat membangun situs, luangkan waktu untuk berinvestasi pada strategi pemasaran organik. Memahami SEO dan cara menggunakannya untuk mendatangkan traffic situs web organik ke situs Anda adalah cara yang bagus untuk mengembangkan bisnis saat anggaran terbatas. Artinya, Anda perlu mempertimbangkan kata kunci dan istilah pencarian yang mungkin digunakan pelanggan untuk menemukan Anda.
Anda juga dapat mendatangkan traffic situs web melalui situs Anda dengan pemasaran content. Buat posting blog atau video singkat yang menjawab pertanyaan, menawarkan saran praktis, seperti cara merawat kain tertentu, atau membahas topik yang sedang tren, seperti busana terbaru di karpet merah. Konten yang relevan, konsisten, dan tepat waktu dapat membantu Anda membangun audiens dan mengumpulkan prospek email.
Program loyalitas
Sebagai reseller pakaian vintage, Anda berada pada posisi yang sangat baik karena selalu ada arus item baru dan unik yang masuk ke situs Anda.
Artinya, selalu ada alasan untuk membuat pelanggan lama kembali. Pertimbangkan untuk menyiapkan program VIP atau program loyalitas untuk memberi penghargaan kepada pelanggan paling setia Anda.
11. Siapkan strategi pengiriman dan retur
Menyiapkan strategi pengiriman berarti memutuskan ke mana Anda akan mengirim, operator pengiriman yang akan diajak bekerja sama, tarif dan opsi yang akan ditawarkan kepada pelanggan, serta bagaimana Anda akan menangani retur untuk bisnis pakaian vintage Anda.
Jika Anda menggunakan platform e-commerce seperti Shopify, Anda dapat memakai opsi pengiriman di dalam platform untuk mendapatkan tarif diskon, mencetak label pengiriman siap pakai, memilih asuransi pengiriman (hingga $200 per paket), dan banyak lagi. Marketplace online juga menyederhanakan proses pengiriman dengan menyediakan label siap pakai yang bisa langsung Anda cetak dan tempel pada paket.
Pastikan Anda juga memperhatikan kemasan. Membuat kemasan produk branded, seperti tas dengan logo Anda, dapat membantu memperkuat identitas brand. Pastikan Anda berinvestasi pada kotak, tas, dan lakban yang kokoh untuk mencegah kerusakan selama pengiriman.
Anda juga bisa mempertimbangkan sentuhan personal seperti catatan tulisan tangan di dalam paket. Tambahan kecil di dalam kotak dapat menciptakan rasa senang pada pelanggan dan mendorong mereka membagikan pengalaman tersebut kepada teman atau secara online. Ini juga menunjukkan bahwa Anda peduli, yang dapat membantu membangun loyalitas brand.
Terakhir, keberlanjutan semakin menjadi pertimbangan banyak konsumen saat berbelanja. Jika Anda menarik pelanggan yang tertarik pada sisi berkelanjutan dari vintage, Anda bisa melangkah lebih jauh dengan menggunakan kemasan berkelanjutan untuk pengiriman Anda.
Bangun masa depan dengan gaya dari masa lalu
Sekarang Anda sudah dibekali semua hal yang perlu diketahui tentang menjual pakaian vintage secara online, apakah ini masih bisnis yang tepat untuk Anda? Kunci suksesnya adalah keseimbangan yang sehat antara selera yang memang sudah terasah, niche yang layak, kurasi yang kuat, presentasi yang baik, dan branding yang tepat.
Jika itu terdengar seperti Anda, sekarang saatnya menghitung mundur menuju pembukaan besar Anda.
"Menyatulah dengan ritmenya!" kata Naomi. "Ini benar-benar pekerjaan yang lahir dari cinta dan membutuhkan banyak perhatian serta energi, juga ketertarikan yang tulus pada layanan pelanggan."
Gambar utama oleh Pete Ryan
FAQ jual pakaian vintage
Strategi apa yang efektif untuk menjual pakaian vintage?
Strategi yang efektif untuk menjual pakaian vintage mencakup memanfaatkan media sosial untuk menampilkan item unik, berinvestasi dalam content marketing, dan membangun kehadiran online yang kuat melalui situs e-commerce Anda sendiri atau marketplace seperti Etsy atau eBay. Fotografi berkualitas tinggi dan deskripsi produk yang detail, yang menyoroti fitur unik serta riwayat item, juga dapat membantu Anda menjual pakaian vintage.
Bagaimana cara menjual pakaian vintage?
Menjual pakaian vintage kini lebih mudah dari sebelumnya, dengan banyak cara untuk menyalurkan temuan lama ke tangan pelanggan baru. Dapatkan pakaian vintage dari toko barang bekas, lelang, atau grosir. Lalu, siapkan toko online Anda sendiri dan pasarkan kepada audiens target Anda.
Di mana tempat terbaik untuk menjual pakaian vintage?
Tempat terbaik untuk menjual pakaian vintage mencakup marketplace online seperti Depop, Etsy, dan Poshmark, serta situs e-commerce khusus seperti Shopify, yang memberi Anda kontrol lebih besar atas pengalaman pelanggan dan desain, sekaligus membantu Anda menghindari biaya transaksi.
Apakah menjual pakaian vintage layak dijalankan?
Menjual pakaian vintage secara online atau di toko ritel bisa menjadi bisnis yang menguntungkan. Luangkan waktu untuk membangun brand yang kuat, menemukan niche, dan menggunakan strategi pemasaran seperti content marketing dan pemasaran media sosial. Selain itu, pastikan Anda menentukan harga item pakaian dengan cara yang memperhitungkan biaya dan margin keuntungan Anda.

