Saat Anda tidak bergantung pada pihak ketiga seperti grosir dan peritel untuk menjual produk, Anda memperoleh kendali yang jauh lebih besar atas pengalaman pelanggan.
Rasanya membebaskan. di saat yang sama, ranah DTC sangat ramai dan brand Anda mudah tenggelam di antara begitu banyak produk dan merek yang memburu pelanggan yang sama.
Strategi DTC apa saja yang paling sering digunakan brand untuk tampil menonjol? Brand DTC mana yang layak Anda pelajari? Lanjutkan membaca untuk mengetahuinya.
Apa itu brand direct-to-consumer?
Brand direct-to-consumer (DTC) menjual langsung kepada pelanggan akhir, alih-alih mengandalkan perantara seperti peritel dan grosir. Pendekatan ini memberi brand lebih banyak kendali, sekaligus tanggung jawab, atas pengadaan dan produksi produk, tingkat stok, pemenuhan pesanan, dan pengalaman pelanggan.
DTC membuka jalan menuju perjalanan pembelian yang lebih efisien bagi konsumen. Tidak heran jika penjualan e-commerce DTC di AS diperkirakan mencapai $161,22 miliar pada 2024.
Sejarah singkat brand DTC
Model e-commerce DTC saat ini lahir berkat internet, tetapi praktik menjual langsung ke konsumen sudah ada jauh sebelum internet ditemukan.
Salah satu contoh paling awal yang diketahui dari bisnis yang menjual langsung ke konsumen dimulai pada 1785, ketika pengantar susu mulai mengirim botol susu ke depan pintu pelanggan. Lalu pada 1886, Avon mulai menjual produk kecantikan melalui tim tenaga penjual perempuan, sebuah model bisnis yang tergolong radikal pada masanya.
Brand DTC bersejarah lainnya, Tupperware, diluncurkan pada 1946 dengan menjual langsung ke konsumen di rumah mereka. Pada abad ke-20 pula, produsen pakaian mulai meninggalkan grosir dan membuka toko ritel mereka sendiri.
Kemudian, ketika internet makin mudah diakses pada awal abad ke-21, lahirlah brand digital-native seperti ModCloth, Bonobos, dan Warby Parker.
Dalam satu dekade terakhir, sejumlah brand DTC yang sukses mulai membuka pop-up shop dan ruang ritel, sementara yang lain, seperti Nike, yang secara historis sangat bergantung pada mitra ritel, baru mulai menjajaki tren DTC.
Brand DTC terbaik
1. Cuts Clothing

Cuts Clothing dikenal lewat pakaian work leisure, gaya busana kerja yang memadukan tampilan rapi dengan kenyamanan. Brand ini secara khusus menyasar milenial yang ambisius, dengan misi untuk "menginspirasi mereka yang bersaing dan menang dalam Sport of Business."
Pendiri sekaligus CEO Cuts, Steven Borrelli, menjadi host podcast The Sport of Business, tempat ia mewawancarai wirausahawan, investor, dan atlet elite. Brand ini juga kerap memposting atlet profesional yang mengenakan produk mereka, selaras dengan fokus mereka pada ambisi dan kesuksesan.
Cuts Clothing tampaknya berhasil menemukan formula yang tepat dengan menggabungkan dua hal yang seolah bertolak belakang: berpakaian sesuai situasi dan tetap merasa nyaman. Nik Sharma, konsultan dan investor DTC di balik Sharma Brands, menulis tentang Cuts Clothing dalam newsletter terbarunya:
"Saya sedang memakai jogger-nya sekarang dan ini salah satu celana paling nyaman yang saya punya. Rasanya seperti celana santai atau sesuatu yang bisa dipakai tidur, tetapi tampilannya cukup bagus untuk dipakai keluar atau ke rapat."
2. Marc’s Magic Rub

Marc’s Magic Rub adalah campuran bumbu untuk berbagai makanan, mulai dari iga dan sayap ayam hingga salmon, bahkan popcorn. Nama brand ini, bersama setiap titik interaksi online dengan tokonya, menjadi penghormatan bagi ayah para pendirinya, Marc, yang sangat mencintai barbecue dan meninggal karena kanker pada usia 59 tahun.
Ini adalah cara keluarga Marc untuk menghormati dan mengenangnya.
Campuran bumbunya berbasis gula merah dan rempah seperti bawang putih, cayenne, dan marjoram. Perusahaan ini hanya menjual dua produk: campuran original dan campuran pedas, yang ditawarkan dalam berbagai ukuran dan bundel.
Seluruh perjalanannya terasa minimalis, ringkas, dan berpusat pada kecintaan terhadap makanan dan keluarga.
3. Blume

Blume adalah brand wellness dengan produk campuran latte berbahan seperti kapulaga, kunyit, jamur reishi, dan lavender. Produk mereka menyasar konsumen milenial dan Gen Z yang menyukai ritual kopi harian, tetapi ingin menambahkan sentuhan yang lebih sehat, sekaligus menghindari sirup dan perisa buatan.
Setiap interaksi dengan Blume terasa menyenangkan. Halaman kategori mereka sangat jelas menjelaskan fungsi tiap produk (lihat GIF di atas). Foto produknya membuat Anda seolah hampir bisa merasakan rasanya. Sebagai pelengkap, copywriting Blume tajam dan jenaka, seperti deskripsi produk "Here to help ya find yo’ blend!" atau judul blog mereka, "All bloggity blogs."
4. Yellow Beauty

Yellow Beauty adalah brand skincare berbahan dasar kunyit, didirikan dan dijalankan oleh pasangan asal Kanada. Gelombang brand skincare alami terus membesar, industri ini diperkirakan tumbuh dengan tingkat pertumbuhan tahunan majemuk 6,6% dari 2022 hingga 2030 dan Yellow Beauty berhasil merebut tempatnya dengan berfokus pada satu bahan utama ini.
Fokus itulah yang membuat brand ini menonjol dan visual mereka menjadi alat bantu yang sempurna agar mudah diingat. Lihat saja foto-foto berwarna cerah, video produk, kemasan, animasi, bahkan tombol dan ikon di etalase toko online mereka.
Yellow Beauty sama sekali bukan brand skincare yang hambar dan generik.
5. Halfdays

Halfdays adalah brand pakaian ski wanita yang memadukan fungsi, potongan, dan gaya. Di homepage mereka tertulis, "We’re here to shake things up." Pakaian ski sering kali tebal dan kurang modis, dan Halfdays ingin menyelesaikan masalah itu.
Halfdays bukan sekadar soal pakaian ski fungsional yang enak dilihat. Mereka juga menjalankan komunitas Slack untuk para penggemar ski yang ingin membahas rencana bermain ski, mengatur pertemuan langsung, dan mendapatkan akses awal ke peluncuran pakaian baru.
Nada komunikasi brand ini juga sedikit usil, "generator alasan halfday" di tengah homepage mereka adalah contoh yang pas.

6. Pulp Pantry

Pulp Pantry adalah brand keripik renyah yang menonjol dari brand camilan lain karena lebih ramah iklim: perusahaan ini mengubah ampas sisa pembuatan jus menjadi keripik.
Ini membantu mengurangi limbah makanan, dan memberi pelanggan cara yang mudah untuk menambah asupan serat dalam pola makan mereka.
Misi Pulp Pantry tampil jelas di semua kanal mereka, mulai dari situs web dan halaman seperti Impact hingga Instagram dan Twitter. Warna-warna earthy dan copy yang lugas memastikan tidak ada distraksi.
Brand ini bermula dari stan di farmer’s market di LA dan kemudian tampil di Shark Tank. Hal itu membantu mereka mendapatkan momentum untuk operasi DTC online mereka, sekaligus masuk ke toko-toko seperti Whole Foods dan Fresh Thyme di seluruh Amerika Serikat.
7. Joggy

Joggy adalah brand suplemen energi berbasis nabati yang mengandung CBD spektrum penuh. Produk berkualitas tinggi mereka dirancang untuk mendukung aktivitas harian, performa individu, dan pemulihan.
Meski brand CBD terus bermunculan, skincare CBD dan minyak CBD diperkirakan masing-masing mencapai nilai pasar $3,4 miliar dan $1,1 miliar pada 2026, Joggy membangun posisinya di pasar lewat tiga cara yang berbeda.
Cara pertama adalah identitas visual yang tidak biasa: produk berwarna neon di atas latar hitam. Cara kedua adalah fokus Joggy pada gaya hidup aktif, termasuk metafora lari dalam konten edukasi, produk bernama Runner’s High, dan penekanan besar pada pelari di konten media sosial mereka, termasuk konten buatan pengguna.
Cara ketiga adalah melalui komunitas Web3 mereka, dengan koin dan koleksi digital yang memberi anggota komunitas kesempatan untuk ikut membentuk masa depan produk Joggy.
8. DEUX

DEUX adalah brand adonan kue vegan bebas gluten. Adonan ini dibuat dari bahan-bahan sederhana, tanpa gula rafinasi atau pengawet, dan dilengkapi komponen tambahan yang mendukung kesehatan, seperti zinc, vitamin C, elderberry, dan maca.
Ini menempatkan DEUX di persimpangan unik antara kategori dessert dan produk kesehatan. Perusahaan ini membangun posisinya di pasar dengan warna-warna mencolok, copy yang cerdas, dan sudut pandang yang berani terhadap industri makanan dan dessert.
9. The Ridge

The Ridge adalah brand dompet tipis. Toko online mereka minimalis, hanya dengan dua kategori produk, dompet dan key case, serta total beberapa lusin produk.
Twitter The Ridge adalah hal yang membuat perusahaan ini berbeda dari siapa pun di kategorinya. Isinya penuh sindiran, lelucon, dan ejekan rutin terhadap pemilik dompet kulit, velcro, dan dompet tebal lainnya.
The Ridge menggunakan pemasaran digital dan identitas brand yang berani tanpa minta maaf untuk memperluas basis pelanggan mereka dan akun media sosial mereka dipenuhi meme serta referensi budaya pop. Twitter The Ridge memosisikan produk mereka sebagai solusi terbaik bagi orang yang mencari dompet simpel dan tahan lama, sambil menghibur ribuan orang di saat yang sama.
10. Three Ships

Three Ships adalah brand skincare alami. Tujuan mereka? Menjadi brand kecantikan paling efektif dan transparan di pasar. Efektif berarti lebih sedikit bahan dan produk untuk hasil yang lebih baik, sedangkan transparansi berarti memberi tahu pelanggan bahan apa saja yang ada dalam produk skincare mereka, apa fungsinya, dan bagaimana bahan itu diperoleh.
Pelanggan Three Ships adalah duta terbesar mereka dan sumber utama akuisisi pelanggan baru. Komunitas brand ini bernama The Fleet dan pelanggan dapat memberikan kode diskon kepada teman serta keluarga.
"Kami menemukan bahwa pelanggan yang datang melalui referensi Fleet memiliki lifetime value 150% lebih tinggi dibanding pelanggan yang diperoleh dari sumber lain. Ini menunjukkan bahwa strategi pemasaran terbaik adalah memiliki produk hebat yang membuat orang tak bisa berhenti membicarakannya dan merekomendasikannya kepada orang lain," kata cofounder Three Ships, Laura Burget, kepada Happi magazine.
11. MUD\WTR

MUD\WTR adalah brand alternatif kopi jamur dengan dua jenis minuman utama, atau "muds" menurut istilah brand ini, yaitu pagi dan malam. Nilai jual utama MUD\WTR adalah memberikan fokus dan energi seperti kopi, tetapi dengan manfaat tambahan untuk imunitas dan tanpa efek gelisah.
Misi perusahaan ini adalah membantu pelanggan melepaskan ketergantungan pada kafein. Mereka menonjol dengan menanamkan tujuan ini ke dalam halaman produk, FAQ, blog, dan sumber daya seperti program detoks kopi. MUD\WTR bahkan menyumbangkan sebagian pendapatan untuk riset psikedelik dan mengambil posisi tegas pada topik yang kerap dianggap kontroversial.
12. Feastables

Feastables adalah brand camilan milik MrBeast, salah satu YouTuber paling populer sepanjang masa, dengan lebih dari 100 juta subscriber.
Hal pertama yang membuat Feastables langsung menonjol dari perusahaan camilan lain adalah presentasinya yang luar biasa mencolok. Ini mencakup seluruh homepage, dari warna dan copy yang playful, misalnya "You ate all the almonds" untuk menandai produk habis, hingga callout dan animasi.
Hal kedua adalah premis hanya lima bahan, dan semuanya mudah diucapkan, dalam satu batang cokelat.
Faktor ketiga tentu saja kemampuan MrBeast menghadirkan jutaan penayangan untuk apa pun yang ia lakukan, termasuk peluncuran produk baru. Misalnya, dalam salah satu videonya ia menciptakan ulang pabrik cokelat Willy Wonka, mengadakan kompetisi di dalamnya, dan menyebut cokelat terbaru Feastables. Video itu meraih lebih dari 90 juta penayangan dalam sekitar dua bulan.
13. Blueland

Blueland adalah brand produk ramah lingkungan untuk perawatan rumah dan tubuh. Daya tarik rangkaian produknya terletak pada konsep membeli wadah seperti botol pembersih atau dispenser sabun hanya sekali, lalu setelah itu membeli isi ulang tanpa plastik.
Misalnya, isi ulang pembersih multisurface Blueland berupa tablet yang menghasilkan satu botol pembersih penuh berukuran 24 ons saat dilarutkan dalam air. Pendekatan serupa juga diterapkan pada pembersih wajah dan sabun mandi, sementara tablet laundry dan dishwasher hadir tanpa pembungkus.
Komitmen Blueland terhadap planet yang lebih bersih tertanam dalam setiap produk yang mereka tawarkan, tetapi brand ini melangkah lebih jauh. Pada musim panas 2022, Blueland meluncurkan layanan media sosial yang memungkinkan siapa pun mention perusahaan ini di Twitter untuk meminta tips mendaur ulang produk kecantikan dengan menyebutkan brand, brand apa pun, dan lokasinya. Blueland lalu akan membalas dengan detail langkah yang perlu dilakukan.
14. G FUEL

G FUEL adalah brand minuman energi yang berhasil membangun tempatnya di niche gaming dan esports. Mereka ingin memberi energi dan fokus kepada pelanggan seperti "casual gamer, content creator, everyday Joe, atau esports pro."
G FUEL menciptakan produk dan rasa yang unik dengan bermitra dan mensponsori kreator gaming seperti Matthew Beem, Alex Zedra, dan PewDiePie. Program kemitraan brand ini diberi nama Team Gamma.
Sumber inspirasi lain untuk koleksi produk mereka adalah game seperti Sonic dan Crash Bandicoot, serta karakter komik seperti Spider-Man dan Thor.
Dengan jejak media sosial lebih dari satu miliar pengikut dan lebih dari 300.000 penilaian pelanggan bintang lima, G FUEL jelas melakukan sesuatu dengan benar.
15. Pepper

Pepper adalah perusahaan bra yang ditujukan untuk perempuan dengan dada kecil, yaitu ukuran cup AA, A, dan B.
"Bras for small boobs" adalah tagline Pepper dan itu mewakili dengan tepat apa yang mereka lakukan dengan baik: berbicara langsung kepada pelanggan ideal mereka melalui copy situs web.
Pepper sangat tepat dalam setiap baris teks: "No more cup gaps," klaim bagian hero mereka. Ada juga kalimat seperti, "Not all small boobs are the same," "Doesn’t make you feel like less," dan "We didn’t just shrink the underwire."
Pepper menanamkan pesan tentang rasa percaya diri dan menantang standar tubuh, bukan sekadar membahas fitur dan detail bra.
Copy yang brilian ini makin kuat berkat visual yang kaya dan perbandingan dengan bra biasa yang memang tidak dirancang untuk tubuh berdada kecil.
16. Liquid Death

Liquid Death adalah brand air minum kalengan. Air mungkin merupakan produk paling generik yang bisa dijual sebuah brand, tetapi Liquid Death adalah kebalikan total dari generik.
Dengan tagline "Murder your thirst," Liquid Death secara rutin menggandakan pendekatan mereka pada kampanye kreatif yang menghentikan scroll.
Misalnya, brand ini merekrut komedian Bert Kreischer untuk berperan sebagai instruktur kebugaran dalam video olahraga yang menekankan pentingnya hidrasi. Latihannya? Membuka sebungkus keripik, mencelupkan sayap ayam ke saus ranch, dan memakan cabai jalapeño.
Kampanye lain mencakup uji rasa yang membandingkan Liquid Death dengan "minuman termahal di Bumi," seperti tinta cumi Spanyol dan saus lobster, serta opsi untuk "menjual jiwa Anda" sebagai imbalan untuk bergabung dengan membership brand ini.
Di sisi yang lebih serius, Liquid Death berkomitmen membantu mengurangi polusi plastik dengan menyumbangkan keuntungan kepada organisasi nirlaba yang berfokus pada isu tersebut.
17. Knix

Knix adalah brand pakaian dalam yang berfokus pada "membuat Anda merasa lebih nyaman dengan tubuh Anda sendiri." Produk mereka mencakup bra harian, sports bra, shapewear, activewear, pakaian dalam maternity, dan pakaian dalam antirembes.
Ada dua hal yang dilakukan Knix dengan sangat baik. Pertama, mereka menampilkan keragaman usia, warna kulit, dan bentuk tubuh di seluruh kategori produk. Memang mereka bukan satu-satunya perusahaan pakaian dalam yang melakukannya, tetapi ini masih belum menjadi praktik umum di dunia e-commerce.
Kedua, Knix sangat kuat dalam strategi media sosial mereka, khususnya di TikTok dan Instagram. Brand ini menggunakan humor dan meme untuk menunjukkan manfaat produk, serta video talking head untuk mengedukasi dan menginspirasi.
Sebagian besar video TikTok mereka berasal dari sesi pemotretan produk, cara yang sangat efektif untuk memperlihatkan kepada pelanggan proses di balik layar tentang bagaimana visual produk dibuat.
18. Diaspora

Diaspora adalah brand rempah yang berfokus pada sejarah dan asal-usul rempah, memperolehnya secara berkelanjutan, dan menumbuhkan perusahaan seiring laju pertanian, artinya ketika hasil panen habis terjual, maka selesai sampai musim berikutnya.
Pendiri sekaligus CEO Diaspora adalah Sana Javeri Kadri, anggota diaspora India di AS. Ia menjelaskan bahwa ia belajar tentang hidup di dunia pascakolonial dan menyadari bahwa rempah direct-trade, single-origin, dari pertanian berkelanjutan adalah jalan menuju dekolonisasi.
Itulah sebabnya setiap produk yang dijual Diaspora memiliki deskripsi rinci tentang asal dan tahun panennya. Di setiap halaman produk, Anda akan menemukan bagian janji kesetaraan Diaspora, yang menampilkan harga komoditas produk, harga fair trade, dan berapa yang dibayarkan Diaspora untuk produk tersebut.
Tujuan Diaspora adalah menghadirkan rasa ke dalam hidup pelanggan dan melakukannya secara adil. Visual yang berani, kuning dan merah muda di mana-mana, adalah cara Diaspora memastikan mereka tidak luput dari perhatian.
19. Braxley Bands

Braxley Bands adalah brand "tali Apple Watch paling nyaman yang pernah ada", bisa dicuci, elastis, dan tersedia dalam puluhan warna serta pola. Brand ini bermula sebagai proyek kelas pemasaran pada 2017 dan mencapai $100.000 pendapatan bulanan pada 2019.
Brand ini sangat piawai membangun antusiasme seputar produknya. Misalnya, pelanggan bisa mendapatkan akses VIP ke peluncuran produk melalui pendaftaran SMS tertentu atau memesan mystery box berisi tiga tali kejutan.
Kampanye yang sangat baik dalam menghargai loyalitas, kreativitas, dan keterlibatan pelanggan adalah kontes Halloween Braxley Bands. Pelanggan berdandan sebagai tali Braxley dan mendapatkan gift card untuk satu tali gratis. Pemenangnya mendapat Apple Watch baru, cara yang sangat cerdas untuk menciptakan hype produk.
20. Cometeer

Cometeer adalah brand kapsul kopi beku. Setelah kapsul ini sampai di freezer pelanggan, kapsul dapat disimpan di sana sampai pelanggan siap membuat kopi panas, es kopi, koktail, dan lainnya.
Cometeer berfokus pada membuat kopi berkualitas tinggi menjadi praktis dalam situasi apa pun, seperti saat bekerja dan bepergian, dan tampaknya menjadi brand pertama yang mengambil pendekatan kapsul beku.
Sekilas, kapsul Cometeer mudah disangka sebagai kapsul mesin kopi biasa karena tampilannya mirip, tetapi sebenarnya sama sekali berbeda. Panduan How to Melt untuk berbagai jenis minuman memudahkan orang memahami prosesnya dengan cepat.
Perusahaan ini mengandalkan word of mouth untuk menjangkau pembeli baru. Pelanggan dapat bergabung dengan program referral "beri $25, dapat $25", serta memanfaatkan opsi untuk dengan mudah membeli Cometeer sebagai hadiah untuk orang lain.
21. Casper

Casper adalah brand kasur yang merevolusi industri tidur. Mereka menjual kasur, perlengkapan tempat tidur, dan aksesori tidur secara online, memangkas perantara untuk menawarkan harga yang kompetitif. Konsep inovatif "bed-in-a-box" dari Casper memungkinkan pengiriman dan pemasangan yang mudah. Brand ini menarik perhatian berkat pemasaran DTC yang cerdas, fokus pada ilmu tidur, dan masa uji coba tanpa risiko. Keberhasilan Casper memicu banyak pesaing di ranah kasur DTC.
22. Glossier

Glossier adalah brand kosmetik yang terutama berjualan melalui situs web dan sejumlah toko pilihan. Mereka menawarkan skincare, makeup, dan produk kecantikan yang menonjolkan kecantikan alami.
Glossier dikenal lewat estetika minimalis, kemasan yang ramah Instagram, dan pendekatan yang digerakkan komunitas. Keberhasilan brand ini bertumpu pada kehadiran media sosial yang kuat, konten buatan pengguna, dan penekanan pada penciptaan produk berdasarkan masukan serta preferensi pelanggan.
23. Away

Away merevolusi koper dengan desain yang ramping dan tahan lama, dilengkapi pengisi daya USB bawaan. Dengan menjual langsung ke konsumen secara online, mereka menawarkan berbagai aksesori perjalanan. Desain minimalis Away, garansi seumur hidup, dan pemasaran yang cerdas selaras dengan kebutuhan pelancong modern. Pendekatan mereka dalam membangun lifestyle brand seputar perjalanan, bukan sekadar menjual produk, membuat mereka berbeda di industrinya.
24. Everlane

Everlane merevolusi dunia fashion dengan pendekatan transparansi radikal. Brand direct-to-consumer ini menawarkan produk esensial premium, dari kaus mewah hingga outerwear yang rapi.
Everlane menonjol dengan membuka biaya produksi dan mitra pabrik mereka, sehingga konsumen dapat membuat keputusan yang lebih terinformasi. Estetika minimalis dan komitmen mereka pada manufaktur DTC yang etis menarik pembeli yang sadar kualitas dan keberlanjutan.
25. Stitch Fix

Stitch Fix membawa personal styling online ke level baru melalui algoritma berbasis data dan keahlian manusia. Mereka menawarkan pakaian dan aksesori yang dipersonalisasi langsung ke konsumen, melewati ritel tradisional.
Pelanggan menerima kotak kurasi berisi item berdasarkan preferensi, ukuran, dan anggaran mereka. Yang membuat Stitch Fix menarik adalah perpaduan teknologi dan fashion, menggunakan AI untuk memprediksi tren dan selera pelanggan sambil tetap mempertahankan sentuhan personal melalui masukan stylist.
26. Warby Parker

Warby Parker menjual kacamata resep, kacamata hitam, dan lensa kontak secara online maupun di toko. Brand eyewear ikonik ini menawarkan pilihan yang terjangkau dan stylish langsung ke konsumen, tanpa perantara.
Brand ini memiliki program home try-on, inisiatif "Buy a Pair, Give a Pair", dan menggabungkan e-commerce dengan lokasi ritel fisik. Daya tarik Warby Parker datang dari pendekatan yang berfokus pada pelanggan, desain yang modis, dan harga yang kompetitif.
27. Dollar Shave Club

Dollar Shave Club mengguncang pasar pisau cukur dengan menawarkan pisau cukur berkualitas dan terjangkau yang dikirim langsung ke depan pintu pelanggan. Brand ini kemudian berekspansi ke produk perawatan diri, termasuk sampo dan skincare.
Keberhasilan mereka bertumpu pada model langganan, penghapusan perantara, dan pemasaran lucu yang relevan dengan pria modern. Iklan mereka yang cerdas dan fokus pada kemudahan menjadikan Dollar Shave Club menonjol di industri perawatan pribadi, sekaligus menantang pemain besar yang sudah mapan.
28. Biossance

Biossance adalah brand skincare clean dan vegan dengan fokus yang sangat besar pada edukasi konsumen tentang bahan, dampaknya pada kulit, dan bagaimana bahan tersebut diperoleh.
Lab Notes, blog milik Biossance, memuat lebih dari 100 artikel tentang topik seperti squalane, sunscreen, eksfoliasi, vitamin C, skincare di musim yang berbeda, dan banyak lagi.
Pustaka bahan milik brand ini mencantumkan puluhan bahan skincare umum beserta rating Environmental Working Group (EWG), yang menunjukkan dugaan tingkat bahaya yang diketahui untuk tiap bahan.
Faktanya, edukasi adalah bagian yang sangat besar dari Biossance, sampai-sampai brand ini memiliki peran seperti Director of Global Education, posisi penting untuk membangun pustaka luar biasa berisi video, kursus, webinar, dan artikel penuh wawasan yang dapat diandalkan pelanggan untuk membuat keputusan terbaik bagi kulit mereka.
29. Ten Little

Ten Little adalah brand pakaian, produk bermain, produk makan, dan sumber daya untuk anak-anak.
Tujuan mereka adalah memudahkan belanja kebutuhan anak. "Pilihan belanja anak saat ini kurang memiliki kurasi dan pengujian dari ahli, serta tidak memberikan panduan personal seputar pola perkembangan anak itu sendiri, padahal setiap anak unik dan terus berkembang," kata para pendiri Ten Little, Fatma dan Julie, di halaman About perusahaan.
Orang tua dapat mengikuti kuis untuk menentukan ukuran alas kaki yang tepat dan tahap perkembangan anak mereka agar belanja menjadi lebih mudah. Selain itu, platform Learn & Connect milik Ten Little membantu orang tua menemukan jawaban yang telah ditinjau ahli untuk topik seperti toilet training, gerak, dan tidur.
30. August

August adalah brand produk perawatan menstruasi yang dapat terurai secara hayati, menjual pembalut, tampon, dan liner. Selain membeli produk satuan, pelanggan dapat berlangganan untuk pengiriman bulanan atau triwulanan, baik untuk produk tertentu maupun bundel yang dirakit sendiri.
Misi August terdiri dari tiga hal: memberi kembali, keberlanjutan, dan budaya.
Melalui memberi kembali, August menangani isu kemiskinan menstruasi. Keberlanjutan mencakup status netral karbon, keterbukaan tentang cara produk dibuat, penggunaan tenaga kerja yang etis, dan pemakaian bahan alami.
Melalui budaya, August berfokus pada percakapan tentang menstruasi untuk menghapus stigma, mengundang semua orang yang mengalami menstruasi ke dalam percakapan dan produk menstruasi, serta berbicara dengan pelanggan untuk menciptakan produk terbaik bagi mereka.
31. Appointed

Appointed adalah brand planner, notebook, kalender, dan alat tulis. Mereka melayani pelanggan melalui toko online, serta toko flagship di Washington, D.C., yang bersebelahan dengan studio produksi mereka.
Brand ini berfokus pada detail: menampilkan fitur-fitur rumit dari halaman di dalam planner, memberi pelanggan opsi menambahkan monogram pada sampul, dan menampilkan lifestyle imagery produk yang indah.
Estetika Appointed yang bersih dan minimalis muncul di mana-mana, bukan hanya di toko online dan di setiap email, tetapi juga di toko fisik mereka. Di situs web mereka, Appointed mengatakan bahwa toko fisik mereka bukan hanya untuk "menampilkan rangkaian lengkap produk kami, tetapi juga menghadirkan pengalaman imersif yang dibangun di atas kreativitas dan penemuan."
32. Glamnetic

Glamnetic adalah brand kecantikan yang dikenal lewat press-on nails dan magnetic lashes. Kekuatan terbesar mereka adalah social commerce, strategi menjual produk melalui media sosial.
Platform seperti Facebook, Instagram, Pinterest, dan TikTok kini memungkinkan pelanggan berbelanja langsung di dalam platform. Glamnetic memaksimalkan hal ini dengan live shopping: Ann McFerran, pendiri Glamnetic, melakukan siaran langsung di Facebook, mendemonstrasikan berbagai produk, dan menawarkan diskon terbatas bagi penonton live.
Glamnetic tumbuh dari $1 juta menjadi $50 juta pendapatan dalam setahun dan didukung oleh komunitas pelanggan serta penggemar yang besar dan aktif. Itulah kekuatan media sosial, social commerce, video live, dan hubungan yang tulus dengan influencer.
33. Caraway

Caraway adalah pendekatan modern untuk peralatan masak anti lengket yang tidak beracun. Produk mereka mencakup panci, wajan, bakeware, dan linen.
Brand ini memiliki misi menyediakan pilihan peralatan masak yang aman bagi konsumen, yang tidak dibuat dari Teflon atau bahan lain yang berpotensi beracun. Jordan Nathan, pendiri Caraway, meluncurkan Caraway setelah pengalamannya sendiri mengalami keracunan Teflon.
Sekali melihat Caraway, Anda akan tahu bahwa misi ini bukan hanya soal keamanan dan kemudahan, tetapi juga estetika. Produk Caraway indah, dengan detail dan warna yang dirancang agar cocok di rumah mana pun.
Produk terlaris Caraway adalah set memasak dan memanggang yang sudah dikurasi, dengan dua manfaat utama: harganya lebih hemat dibanding membeli produk satuan dalam bundel tersebut, dan sudah dilengkapi organizer penyimpanan.
34. JuneShine

JuneShine adalah brand hard kombucha dan koktail kalengan. "Mengapa kita tahu begitu banyak tentang makanan yang kita makan, tetapi tidak tentang alkohol yang kita minum?" Itulah pertanyaan yang mendorong para pendiri JuneShine mencoba menyeduh hard kombucha mereka sendiri.
Meski JuneShine mengirimkan produk ke depan pintu pelanggan dan telah mendapat tempat di rak-rak toko di berbagai wilayah, mereka juga membangun koneksi langsung melalui ruang cicip berbasis di California. Ada pesta peluncuran untuk produk baru dan JuneShine Ranch mengadakan malam trivia mingguan.
35. Hint

Hint sangat piawai menjalankan strategi bundling untuk mendorong penjualan. Misalnya, bundel Hint untuk pelanggan baru berisi 36 botol dengan harga 45% lebih rendah dari biasanya, serta menyarankan rasa-rasa yang sudah dipilih sebelumnya untuk mengurangi kelelahan dalam mengambil keputusan.
Ada juga bundel peluncuran baru. Nik Sharma, CEO Sharma Brands, bekerja sama dengan Hint dan mencatat bahwa brand ini lebih dulu unggul dalam hal bundling produk baru.
Alasannya ada empat: bundel ini mencakup rasa baru, menjaga nilai pesanan rata-rata (average order value/AOV) tetap tinggi, mengingatkan pelanggan pada ragam produk yang tersedia, dan membantu mencapai ambang gratis ongkir, menguntungkan Hint sekaligus pelanggan.
36. Lovevery

Orang tua tentu menginginkan yang terbaik untuk anak mereka dan memahami apa yang dimaksud dengan "yang terbaik" tidak selalu mudah.
Lovevery, brand mainan dan kotak langganan, mengambil beban itu dari pundak orang tua. "Kami sudah melakukan semua risetnya, jadi Anda tidak perlu," demikian janji di homepage mereka.
Play kit Lovevery bekerja sebagai layanan langganan yang mengirimkan satu set mainan setiap dua atau tiga bulan berdasarkan usia dan tahap perkembangan anak, hingga usia empat tahun. Ini adalah jangka waktu yang panjang untuk melayani pelanggan, dalam hal ini orang tua dan anak, sekaligus meyakinkan mereka bahwa langganan tersebut layak. Lovevery tampaknya berhasil melakukannya.
Brand ini juga menawarkan kursus berbayar tentang topik seperti tummy time dan penyapihan, serta newsletter gratis berisi ide aktivitas dan wawasan perkembangan anak berdasarkan usia anak.
37. Impact Dog Crates

Impact Dog Crates menarik perhatian karena membuat kandang anjing yang nyaris tidak bisa dihancurkan, terbuat dari aluminium berkualitas tinggi.
Dengan spesialisasi pada desain heavy-duty yang anti kabur, brand ini melayani pemilik anjing yang kuat atau mudah cemas. Kandang mereka terus menerima ulasan positif berkat daya tahan dan fitur inovatif seperti model lipat untuk transportasi yang lebih mudah. Dengan menjual langsung ke konsumen secara online, mereka dapat menawarkan opsi kustomisasi dan tetap menjaga harga yang kompetitif.
38. Rest

Rest adalah perusahaan perlengkapan tidur modern yang menjual langsung ke konsumen. Mereka menawarkan kasur premium, bantal, dan perlengkapan tidur esensial yang dirancang untuk kenyamanan tidur optimal.
Rest menonjol lewat teknologi tidur yang inovatif, bahan ramah lingkungan, dan rekomendasi personal berdasarkan preferensi tidur masing-masing individu. Pengalaman belanja online yang ringkas dan masa uji coba yang panjang mencerminkan model DTC, sementara fokus mereka pada edukasi tidur dan dukungan pelanggan memberi nilai tambah di luar produk itu sendiri.
39. Hismile

Hismile menawarkan produk pemutih gigi yang inovatif, termasuk perangkat LED dan whitening pen, yang menyasar audiens muda yang akrab dengan media sosial.
Didirikan di Australia, perusahaan ini memanfaatkan influencer marketing dan konten buatan pengguna untuk membangun kesadaran merek. Daya tarik Hismile terletak pada solusi pemutih gigi di rumah yang terjangkau dan kemasan yang sleek.
40. Daily Harvest

Daily Harvest menawarkan makanan beku sehat yang praktis serta camilan buah dan sayur organik. Mereka menjual smoothie, harvest bowl, flatbread, dan pilihan berbasis nabati lainnya langsung ke konsumen melalui situs web dan aplikasi mereka. Yang membedakan Daily Harvest adalah fokus mereka pada resep padat nutrisi racikan chef yang mudah disiapkan. Model langganan dan kemasan yang menarik membantu mereka membangun ceruk tersendiri di pasar makanan sehat.
Apa yang membuat brand DTC menonjol
Sejumlah perkiraan menyebut ada lebih dari 110.000 bisnis DTC di Amerika Serikat. Jadi, meskipun perusahaan yang mengutamakan DTC tidak bersaing dengan produk yang duduk berdampingan di rak ritel, mereka tetap bersaing dengan ribuan produk yang bisa dibeli orang secara online dari kenyamanan rumah mereka sendiri.
Pertanyaan yang kemudian muncul adalah: apa yang membuat sebagian brand tumbuh dan menonjol di tengah keramaian?
Jawabannya akan berbeda untuk setiap brand, tetapi ada beberapa benang merah yang kerap terlihat pada strategi e-commerce DTC yang sukses:
- Misi yang kuat. Beberapa brand DTC digerakkan oleh misi dan tujuan yang jelas, seperti MUD\WTR yang ingin mengatasi ketergantungan kafein atau Pulp Pantry yang ingin mengurangi limbah makanan.
- Produk yang inovatif. Brand seperti DEUX dan Cometeer berhasil karena mereka menciptakan produk yang diinginkan audiens target mereka di area yang belum memiliki persaingan besar, setidaknya untuk saat ini.
- Latar cerita. Produk dengan cerita di belakangnya punya daya tarik tersendiri bagi konsumen, seperti campuran rempah dari Marc’s Magic Rub yang membawa kisah ayah para pendirinya di setiap titik interaksi. Cerita yang baik membuat produk lebih mudah diingat dan lebih bermakna.
- Pemasaran kreatif. Beberapa brand melangkah sangat jauh di luar pakem dalam pemasaran mereka, sampai mustahil untuk tidak memperhatikan mereka. Contohnya: Liquid Death, brand air minum kalengan.
- Pusat edukasi. Dengan serius mengembangkan konten edukatif, perusahaan seperti Biossance dan Ten Little menjadi rujukan utama bagi pelanggan yang punya pertanyaan dan masalah.
- Positioning. Anda bisa menjual produk yang sudah dilihat pelanggan ribuan kali sepanjang hidup mereka, tetapi memosisikannya dengan cara tertentu agar lebih menarik bagi tipe pelanggan tertentu. G FUEL melakukannya dengan sangat baik lewat fokus mereka pada esports dan gaming.
- Nada komunikasi. Jika dilakukan dengan tepat, tone of voice yang berani akan mudah diingat dan menarik. Lihat The Ridge, brand DTC yang menjual dompet tipis. Seluruh kehadiran media sosial mereka berfokus pada mengejek dompet tebal, dan itu berhasil.
Saat Anda melihat brand DTC yang menonjol, biasanya Anda akan menemukan salah satu pendekatan ini sebagai pilar kesuksesan mereka dan kadang ada satu atau dua strategi tambahan yang melengkapinya.
Misalnya, Diaspora memiliki misi untuk membuat rempah terasa lezat dan rantai pasok mereka transparan, tetapi mereka juga diperkuat oleh kisah asal-usul sang pendiri.
Bagaimana Shopify dapat membantu brand DTC Anda tumbuh
Menjual langsung ke konsumen memberi Anda potensi tanpa batas untuk menjangkau pelanggan baru, kendali penuh atas perjalanan pembelian, dan peluang untuk mempersonalisasi setiap interaksi.
Shopify memudahkan Anda menjalankan brand DTC dari satu platform e-commerce enterprise. Anda dapat menjual langganan berulang, memastikan pengalaman belanja yang mulus di setiap kanal, termasuk social commerce dan ritel, membuat program loyalitas, serta menawarkan opsi pengiriman dan pembayaran yang fleksibel.
Ingin melihat bagaimana perusahaan seperti Lindt, Heinz, dan Rebecca Minkoff mewujudkannya dengan Shopify, dan bagaimana Anda juga bisa? Dapatkan panduan direct-to-consumer kami untuk memulai.
FAQ brand Direct to Consumer (DTC)
Apa itu brand DTC?
Brand DTC mengelola seluruh proses rantai pasok, dari manufaktur hingga pemasaran dan penjualan ke konsumen. Startup dan brand e-commerce di ranah ini sering diuntungkan oleh kendali yang lebih baik atas data pelanggan first-party dan identitas brand. Mereka juga dapat menawarkan harga yang lebih terjangkau dengan memangkas perantara. Salah satu contoh brand DTC adalah Allbirds.
Apakah brand DTC hanya tren sesaat?
Brand DTC bukan tren yang akan lewat begitu saja, model ini sedang membentuk ulang dunia ritel dengan memangkas perantara dan membangun hubungan langsung dengan pelanggan. Daya tahannya terletak pada kemampuannya menawarkan pengalaman yang dipersonalisasi dan mengumpulkan data konsumen yang berharga.
Apakah Nike merupakan brand DTC?
Nike bukan brand DTC secara eksklusif, karena mereka masih mempertahankan bisnis grosir yang signifikan melalui peritel. Namun, dalam beberapa tahun terakhir Nike semakin berfokus pada strategi DTC mereka, dengan memperluas toko ritel sendiri dan platform e-commerce untuk menjual langsung ke konsumen.

