Pasar model bisnis langganan (subscription) terus tumbuh selama bertahun-tahun dan diperkirakan akan terus meningkat. Pada 2028, nilai langganan online diperkirakan mencapai $2,3 triliun.
Sebagian besar pendapatan tersebut berasal dari raksasa streaming dan e-commerce yang telah merevolusi model ini dan menjadikan langganan sebagai pengeluaran rutin bagi banyak rumah tangga.
Namun, bisnis kecil juga memanfaatkan langganan untuk menawarkan kemudahan bagi pelanggan sekaligus menghasilkan pendapatan berulang yang stabil. Perusahaan e-commerce menjual langganan untuk berbagai hal, mulai dari konten online premium hingga pengiriman daging bulanan.
Dalam artikel ini, Anda akan mempelajari cara menggunakan model bisnis langganan untuk menjual produk Anda secara online. Selain itu, Anda akan diajak untuk memahami kelebihan dan kekurangan memulai bisnis dengan menjual langganan dan menjelajahi aplikasi langganan paling populer untuk toko Shopify.
Siap memulai bisnis Anda? Buat situs web Anda sekarang juga atau pelajari lebih lanjut tentang fitur Shopify untuk berjualan online dan offline.
Apa itu model bisnis langganan?
Model bisnis langganan adalah ketika pelanggan membayar biaya berulang untuk mendapatkan produk atau layanan secara berkala. Langganan merupakan model pendapatan tradisional di industri seperti media cetak, TV kabel, perangkat lunak, jasa perawatan taman, dan layanan kebutuhan pokok. Belakangan, penagihan langganan juga menjadi metode pembayaran e-commerce yang populer.
Contohnya, banyak perusahaan perangkat lunak melisensikan produk mereka melalui langganan, sementara layanan streaming dan pustaka konten memungkinkan pelanggan menikmati akses tak terbatas. Beberapa desainer dan kreator independen menggunakan langganan untuk menjual produk digital milik mereka.
Subscription box, yang berisi produk-produk pilihan yang dikurasi, digunakan oleh penjual online untuk menciptakan aliran pendapatan yang stabil sekaligus memberikan nilai tambah dan kemudahan bagi pelanggan. Bisnis yang menjual produk yang perlu diisi ulang secara berkala juga dapat menawarkan langganan agar pelanggan dapat dengan mudah melakukan pemesanan ulang.
Secara keseluruhan, banyak bisnis lebih memilih model langganan sebagai cara untuk memperkuat hubungan dengan pelanggan dan memproyeksikan pendapatan secara lebih akurat.
Manfaat model bisnis langganan
Ada beberapa alasan mengapa banyak bisnis lebih memilih pelanggan tetap dibandingkan interaksi pembelian satu kali.
Pendapatan yang dapat diprediksi
Basis pelanggan tetap memberikan pendapatan berulang, sehingga Anda dapat memproyeksikan berapa banyak uang yang akan dihasilkan oleh bisnis Anda pada setiap periode secara lebih tepat.
Prediktabilitas pendapatan memudahkan perencanaan penjualan, perencanaan stok, dan investasi untuk pertumbuhan.
Arus kas yang lebih sehat
Banyak bisnis dengan model langganan meminta pembayaran untuk seluruh periode langganan di muka. Ini memberikan bisnis uang tunai di awal, membantu arus kas, dan memberikan bisnis startup cara untuk memulai bisnis dengan investasi awal yang minimal.
Menawarkan langganan jangka panjang dengan harga diskon merupakan praktik umum untuk menarik pelanggan yang masih ragu.
Akuisisi pelanggan yang lebih efisien
Model harga per produk membutuhkan investasi pemasaran yang terus-menerus untuk menarik pelanggan baru yang dapat berakibat pada peningkatan biaya akuisisi pelanggan secara keseluruhan. Mendapatkan pelanggan baru membutuhkan biaya lebih besar daripada mempertahankan pelanggan yang sudah ada.
Dengan model berbasis langganan, setiap pelanggan memiliki nilai seumur hidup yang lebih tinggi, sehingga Anda tidak selalu harus berinvestasi untuk mendapatkan pelanggan baru demi menjaga kelangsungan bisnis.
Loyalitas pelanggan
Banyak bisnis percaya bahwa langganan menciptakan siklus positif ketika pembelian rutin memberikan wawasan tentang perilaku pelanggan. Hal ini memungkinkan bisnis tersebut menciptakan komunikasi dan pengalaman yang dipersonalisasi untuk menjaga kepuasan pelanggan.
Perkiraan menunjukkan pelanggan tetap membelanjakan hingga 67% lebih banyak daripada pelanggan baru, menegaskan pentingnya loyalitas pelanggan.
Penjualan dan cross-sell yang lebih mudah
Model bisnis langganan adalah cara jitu untuk memecah biaya besar menjadi pembayaran bulanan yang lebih kecil dan terjangkau sehingga memudahkan pelanggan untuk setuju dan menerima penawaran Anda.
Tetap terhubung dengan pelanggan juga memungkinkan Anda memasarkan produk atau layanan tambahan kepada mereka. Seringkali ini praktik yang dikenal sebagai cross-selling.
Jenis-jenis model bisnis langganan
Langkah pertama dalam menjual langganan adalah memilih model yang paling sesuai dengan bisnis Anda. Ada tiga jenis langganan utama: kurasi, isi ulang (replenishment), dan akses.
Berikut penjelasan lebih detail tentang setiap jenis, beserta kelebihan dan kekurangannya.
Kurasi
Model langganan kurasi paling baik dicontohkan oleh format subscription box. Perusahaan seperti Birchbox, ButcherBox, dan Stitch Fix telah mempopulerkan konsep ini dengan menyediakan serangkaian produk atau pengalaman yang dikurasi secara cermat untuk pelanggan dengan biaya berulang.
Model kurasi sangat cocok untuk industri seperti pakaian, kecantikan, dan makanan, ketika pelanggan secara rutin didorong untuk mencoba produk baru dan terus berkembang ke bidang baru setiap tahunnya.
Harga subscription box biasanya berkisar antara $15 hingga $100 per bulan. Seiring waktu, model keuntungan ini dapat berkembang pesat seiring bertambahnya jumlah pelanggan.
Berikut beberapa kelebihan dan kekurangan model kurasi:
Kelebihan
- Potensi keuntungan tinggi berkat pendapatan berulang.
- Fleksibilitas untuk mengubah produk kurasi agar sesuai dengan tren dan permintaan pelanggan.
- Memberikan peluang untuk meningkatkan keterlibatan dan loyalitas pelanggan melalui pengalaman yang disesuaikan.
Kekurangan
- Kebaruan subscription box dapat memicu antusiasme awal, tetapi juga dapat menyebabkan tingkat churn pelanggan yang tinggi.
- Subscription box dapat dianggap sebagai barang mewah, sehingga rentan terhadap perubahan kebiasaan belanja konsumen.
- Pengadaan produk dari beberapa supplier dan pengelolaan pemenuhan pesanan subscription box dapat bersifat cukup kompleks.
Isi ulang (Replenishment)
Model langganan isi ulang memungkinkan konsumen mengotomatiskan pembelian barang kebutuhan pokok yang seringkali sudah dilengkapi dengan harga diskon. Model ini berfokus pada kemudahan dan penghematan biaya bagi pelanggan.
Barang komoditas dan kebutuhan sehari-hari seperti pisau cukur, popok, vitamin, dan makanan hewan peliharaan sangat cocok untuk model langganan isi ulang.
Model isi ulang juga cocok untuk penjual grosir dalam konteks bisnis-ke-bisnis (B2B). Misalnya, Anda bisa mempromosikan langganan lilin atau produk mandi kepada hotel yang ingin menyediakan produk lokal atau memasarkan layanan langganan makanan Anda ke toko dan kafe independen.
Berikut beberapa kelebihan dan kekurangan model isi ulang:
Kelebihan
- Studi menunjukkan bahwa bisnis model langganan isi ulang memiliki tingkat konversi yang lebih tinggi dibandingkan model langganan lainnya.
- Model langganan isi ulang juga cenderung memiliki tingkat retensi jangka panjang yang kuat.
Kekurangan
- Tidak semua produk perlu diisi ulang secara rutin, sehingga membatasi jenis produk yang dapat Anda tawarkan.
- Untuk bersaing dengan opsi pembelian satuan mungkin memerlukan adanya diskon sehingga dapat berpotensi mengurangi margin keuntungan.
Akses
Model langganan akses biasanya melibatkan biaya bulanan yang memberikan pelanggan harga lebih rendah, keuntungan eksklusif, atau akses ke koleksi produk tertentu. JustFab, NatureBox, Amazon Prime, dan Thrive Market adalah contoh bisnis langganan akses. Nilai utamanya terletak pada penawaran rasa eksklusivitas dan keuntungan bagi pelanggan.
Berikut beberapa kelebihan dan kekurangan model akses:
Kelebihan
- Peluang untuk memperkuat hubungan pelanggan melalui keuntungan dan penawaran yang dipersonalisasi.
- Peluang untuk membangun komunitas anggota dengan forum atau grup media sosial.
- Memasarkan upsell dan cross-sell kepada pelanggan yang telah menunjukkan minat pada layanan premium.
Kekurangan
- Pelanggan mungkin mengira bahwa mereka akan mendapatkan aliran penawaran dan keuntungan eksklusif yang terus-menerus.
- Biaya penyediaan layanan dan produk dapat meningkat seiring waktu untuk memenuhi ekspektasi yang semakin tinggi.
Berbasis penggunaan (Usage-based)
Anda pasti pernah menemui model harga berbasis penggunaan. Misalnya, tagihan listrik Anda atau perangkat lunak email marketing yang mengenakan biaya sejumlah X untuk sejumlah Y email yang dikirim.
Dengan harga yang didasarkan pada penggunaan, pelanggan hanya membayar untuk sumber daya yang benar-benar mereka gunakan. Model ini cocok untuk layanan di mana kebutuhan pelanggan sering berubah, seperti penyimpanan data atau produk SaaS.
Kelebihan
- Pelanggan dapat memulai dengan paket kecil tanpa perlu khawatir tentang komitmen jangka panjang. Semakin banyak mereka menggunakan layanan Anda, semakin besar pendapatan Anda.
- Model ini fleksibel dan memungkinkan pelanggan menyesuaikan penggunaan sesuai kebutuhan mereka dari bulan ke bulan.
Kekurangan
- Akan sulit untuk memperkirakan pendapatan bulanan yang akan Anda hasilkan.
- Melacak penggunaan setiap pelanggan dan menagihnya bisa rumit tanpa perangkat yang tepat.
- Beberapa pelanggan mungkin enggan menerima tagihan tinggi yang tidak terduga.
Freemium
Freemium berarti menawarkan versi dasar produk Anda secara gratis. Intinya adalah membuat orang mencoba produk tersebut, lalu memotivasi sebagian dari mereka untuk beralih ke paket berbayar dengan fitur yang lebih lengkap.
Perusahaan seperti Spotify (dengan versi gratis yang menampilkan iklan) dan Canva (yang menawarkan akses terbatas ke grafis dan alat desain) menggunakan pendekatan freemium untuk menarik jutaan pengguna.
Kelebihan
- Opsi gratis adalah cara yang efektif untuk menarik orang mencoba produk Anda.
- Lebih mudah melakukan upsell kepada seseorang yang sudah menikmati produk Anda.
Kekurangan
- Menemukan keseimbangan yang tepat dalam model freemium cukup menantang. Jika versi gratis terlalu bagus, orang tidak akan beralih ke versi berbayar. Jika tidak cukup menarik, tidak ada yang akan menggunakannya.
- Bersiaplah bahwa sebagian besar pengguna gratis tidak akan pernah menjadi pengguna berbayar, sementara biaya penyimpanan data, dukungan pelanggan, dan pemeliharaan terus bertambah.
Komunitas/klub keanggotaan
Dalam model langganan ini, seseorang membayar biaya bulanan atau tahunan untuk bergabung dengan grup privat. Bisa berupa keanggotaan fisik, seperti SoHo House atau komunitas digital yang menawarkan konten eksklusif, acara online, dan kesempatan untuk terhubung dengan orang-orang yang memiliki minat serupa.
Kelebihan
- Anggota sering merasa memiliki ikatan kuat dengan grup, yang membuat mereka bertahan dalam jangka waktu lama.
- Kompetitor tidak mudah meniru keunikan komunitas Anda.
- Jika berbasis online, model ini bisa sangat menguntungkan karena Anda tidak perlu mengeluarkan biaya untuk produk fisik atau pengiriman.
Kekurangan
- Menjaga kepuasan komunitas membutuhkan waktu dan upaya yang konsisten.
- Seiring bertambahnya anggota, komunitas bisa kehilangan nuansa keakraban yang menjadi daya tariknya.
- Lebih sulit menjelaskan nilai dari sesuatu yang tidak bisa dipegang secara fisik.
Hybrid
Model langganan hybrid memungkinkan Anda mengintegrasikan layanan langganan ke dalam bisnis yang sudah berjalan. Pendekatan ini semakin populer di kalangan perusahaan karena menawarkan cara yang fleksibel untuk menjajaki ekosistem langganan tanpa harus sepenuhnya berkomitmen pada satu model pendapatan.
Berikut beberapa kelebihan dan kekurangan model hybrid:
Kelebihan
- Bereksperimen dengan layanan langganan bersamaan dengan penjualan tradisional.
- Menciptakan saluran pendapatan tambahan untuk menstabilkan pemasukan.
- Memahami preferensi pelanggan dan kesediaan mereka untuk belanja lebih banyak pada produk atau layanan Anda.
Kekurangan
- Mengelola langganan bersamaan dengan penjualan tradisional dapat memperumit manajemen stok, pemenuhan pesanan, dan dukungan pelanggan.
- Memperkenalkan layanan langganan dapat membingungkan pelanggan tentang proposisi nilai inti merek Anda.
- Mungkin memerlukan Investasi pemasaran tambahan untuk mempromosikan dan mempertahankan layanan langganan.
Jika Anda mempertimbangkan untuk menggunakan model langganan ini, jelajahi terlebih dahulu model pendapatan e-commerce lainnya untuk menentukan yang paling cocok bagi bisnis Anda.
Cara menentukan apakah model langganan cocok untuk bisnis Anda
Model bisnis langganan bisa berjalan baik untuk banyak produk dan layanan, tetapi bukan solusi yang cocok untuk semua situasi. Sebelum terjun ke model langganan, penting bagi Anda agar mempertimbangkan apakah model ini benar-benar sesuai dengan bisnis dan pelanggan Anda.
1. Apakah produk Anda cocok?
Evaluasi apakah produk atau layanan Anda merupakan kandidat yang tepat untuk model langganan yang Anda inginkan. Pertimbangkan manfaat yang ditawarkan dan bagaimana produk tersebut memenuhi kebutuhan pelanggan secara berkelanjutan. Proposisi nilai yang kuat sangat penting - sampaikan masalah apa yang dapat dipecahkan oleh model bisnis langganan Anda dan apa yang membedakannya dari kompetitor.
Misalnya, layanan yang memberikan nilai secara terus-menerus, seperti pembaruan perangkat lunak, pemeliharaan situs web, atau pengalaman yang dikurasi, sering kali sangat cocok untuk model bisnis langganan. Jika produk Anda mampu menjaga keterlibatan pelanggan dari waktu ke waktu, model ini mungkin tepat untuk Anda.
2. Apakah ada permintaan pasar?
Di dalam ruang langganan, beberapa kategori produk sudah jenuh, sehingga lebih sulit untuk memasuki pasar. Misalnya, kategori meal-kit dipenuhi oleh berbagai opsi langganan dan memiliki tingkat pembatalan yang tinggi di kalangan pelanggan.
Semakin kompetitif niche pasar Anda, semakin besar kemungkinan Anda perlu mempertimbangkan strategi harga kompetitif dan biaya lain yang dapat mengurangi margin keuntungan. Sebelum berkomitmen pada model langganan, lakukan riset pasar yang menyeluruh untuk menilai permintaan.
Pertimbangkan untuk menguji pasar pilihan Anda dengan versi produk minimum yang layak (minimum viable product) dari produk langganan Anda.
3. Bisakah Anda mempersonalisasi produk Anda?
Banyak pelanggan, terutama mereka yang menerima subscription box, menghargai adanya opsi untuk mempersonalisasi pengalaman mereka sesuai kebutuhan dan preferensi.
Personalisasi dapat mencakup penawaran harga yang disesuaikan atau memungkinkan pelanggan memilih produk tertentu. Saat mempertimbangkan apakah model langganan tepat untuk bisnis Anda, pertimbangkan juga apakah Anda memiliki data dan sumber daya untuk menerapkan personalisasi secara efektif. Jika saat ini Anda belum memiliki kemampuan tersebut, pertimbangkan apakah personalisasi dapat dikembangkan secara realistis di masa depan.
4. Apakah Anda memiliki strategi retensi?
Saat memulai bisnis langganan, fokus awal Anda kemungkinan besar adalah mengakuisisi pelanggan untuk mendorong penjualan. Namun, setelah bisnis mulai berjalan, sangat penting untuk mengalihkan fokus ke strategi retensi pelanggan.
Churn, atau tingkat di mana pelanggan berhenti berlangganan, merupakan risiko signifikan bagi bisnis langganan. Kabar baiknya, pelanggan cenderung sangat loyal begitu mereka menemukan layanan yang mereka sukai.
Mempertahankan pelanggan umumnya lebih murah daripada mendapatkan pelanggan baru, dan basis pelanggan yang loyal dapat menghasilkan nilai yang lebih besar seiring waktu. Idealnya, rasio nilai seumur hidup pelanggan (CLV) terhadap biaya akuisisi pelanggan (CAC) Anda harus 3:1. Artinya, untuk setiap dolar yang dikeluarkan untuk mengakuisisi pelanggan, Anda harus menargetkan pendapatan $3 sebagai imbalannya.

5. Bisakah Anda tetap terhubung dengan pelanggan?
Sebagai penyedia langganan, Anda berkomitmen pada hubungan jangka panjang dengan pelanggan. Para pengguna layanan berlangganan mengharapkan komunikasi dan dukungan yang rutin dari Anda.
Karena bisnis langganan berkembang berkat keterlibatan pelanggan yang sering dan bermakna, email kemungkinan besar akan menjadi alat utama. Selain itu, setiap model langganan memiliki strategi pemasaran efektifnya sendiri. Misalnya, dalam model kurasi, affiliate marketing sering menjadi saluran utama untuk mengakuisisi pelanggan baru.
Membangun hubungan yang kuat dengan pelanggan dapat membantu Anda mengurangi churn yang tidak disengaja.
Cara memulai bisnis langganan
Model bisnis langganan dapat ditambahkan ke bisnis yang sudah ada atau dijadikan dasar untuk bisnis baru. Jika Anda tertarik memulai bisnis langganan sendiri, ikuti lima langkah berikut.
1. Pilih ide langganan Anda
Langkah pertama adalah memutuskan jenis model langganan apa yang akan digunakan bisnis Anda dan produk apa yang akan Anda tawarkan.
Keputusan ini sering ditentukan oleh situasi Anda saat ini. Misalnya, jika Anda menjalankan merek pakaian yang sukses, mengadopsi model langganan kurasi bisa menjadi cara yang tepat untuk meningkatkan nilai seumur hidup pelanggan setia, dengan membagikan produk baru yang mungkin mereka sukai.
Di sisi lain, Anda mungkin memiliki ide bagus untuk bisnis subscription box baru yang ingin Anda mulai dari nol. Ambil inspirasi dari bisnis langganan populer seperti FabFitFun, yang mengirimkan box musiman berisi enam hingga delapan produk, seperti perlengkapan pantai untuk musim panas dan produk perawatan kulit kering untuk musim dingin.
Apa pun situasinya, langkah pertama Anda harus berpusat pada merumuskan ide langganan dan menggambarkan seperti apa implementasinya.

2. Pilih produk langganan Anda
Tentukan jenis produk yang ingin ditawarkan bisnis langganan Anda setiap bulan. Ini juga saat yang tepat untuk mulai menghubungi merek lain guna membangun kemitraan agar Anda dapat menawarkan produk mereka dalam langganan bulanan dengan biaya yang lebih rendah bagi bisnis Anda.
Ini juga saatnya membuat prototipe langganan untuk menguji penawaran Anda. Prototipe ini tidak harus final; pastikan saja produknya dapat digunakan untuk konten pemasaran, sehingga Anda bisa mulai membangun halaman produknya di situs web Anda.
Tergantung pada jenis produk yang Anda pilih untuk dijual, Anda mungkin perlu mengajukan izin usaha.
3. Tentukan harga opsi langganan Anda
Setelah mengetahui jenis produk yang akan ditawarkan dan berapa biayanya, Anda dapat mulai menentukan harga model bisnis langganan Anda. Tergantung pada penawaran Anda, mungkin ada beberapa tingkatan langganan yang berbeda.
Misalnya, sebuah subscription box camilan menawarkan dua opsi berbeda: opsi "Camilan Reguler" yang lebih terjangkau dan menampilkan camilan klasik, serta opsi "Camilan Sehat".
Anda juga bisa menawarkan harga berbeda untuk komitmen langganan. Langganan satu tahun bisa memiliki biaya bulanan yang lebih rendah dibandingkan langganan bulanan tanpa komitmen.
Anda perlu menentukan harga paket langganan pada titik yang menarik bagi target pelanggan Anda, tetapi juga memastikan bisnis Anda tetap menghasilkan keuntungan.
4. Mulai toko online Anda
Setelah mengetahui jenis langganan yang akan ditawarkan dan cara Anda dalam menetapkan harganya, saatnya membangun toko online Anda atau bagian dari situs yang akan mempromosikan layanan langganan Anda. Di sini, Anda akan menampilkan foto contoh produk, memungkinkan pelanggan mendaftar layanan, dan membagikan informasi tentang harga dan fitur.
Salah satu tips membangun toko online adalah menggunakan platform e-commerce dengan fitur yang dirancang untuk penjualan berbasis langganan. Misalnya, Anda dapat dengan mudah membuat situs web langganan dengan Shopify.
Di Shopify, Anda dapat menambahkan opsi pesanan berulang ke bisnis yang sudah ada, menawarkan langganan akses, atau membuat subscription box dari nol.
Tambahkan aplikasi langganan ke toko online Anda
Buat penawaran langganan dengan menginstal aplikasi manajemen langganan di platform toko online Anda:
Cari tahu selengkapnya tentang aplikasi langganan ini. Atau, kunjungi Shopify App Store untuk menelusuri semua aplikasi langganan.
5. Pasarkan bisnis langganan Anda
Setelah produk langganan Anda tersedia, toko sudah dibangun, dan bisnis terdaftar (jika perlu), saatnya memberi tahu pelanggan tentang merek dan penawaran Anda.
Pemasaran adalah kunci keberhasilan setiap bisnis. Berikut adalah beberapa kiat-kiat penting:
- Buat dan branding semua platform media sosial Anda.
- Ambil banyak foto produk agar Anda memiliki aset kreatif untuk dipromosikan.
- Mulai bangun daftar email dan kirim buletin secara rutin.
- Sisihkan anggaran iklan kecil yang dapat Anda gunakan untuk mulai membangun kesadaran merek.
- Hubungi micro-influencer yang mungkin bisa Anda ajak bermitra dengan biaya yang lebih terjangkau.
- Tulis dan publikasikan siaran pers tentang produk baru Anda.
- Bangun jaringan di komunitas online untuk meningkatkan kesadaran lebih luas.
- Adakan kontes dan giveaway untuk menarik lebih banyak orang tertarik pada produk Anda.
6. Lacak metrik yang tepat
Akuisisi pelanggan semakin kompleks. Tingkat akuisisi pelanggan menurun dari 4,1% (2021) menjadi 2,8% (2024) dalam dataset lintas merchant besar dari Recurly.
Memahami kinerja bisnis langganan Anda adalah kunci untuk membuatnya berkembang:
- Pendapatan Berulang Bulanan (Monthly Recurring Revenue/MRR): Total uang yang Anda hasilkan dari pelanggan setiap bulan. Gunakan untuk memproyeksikan pendapatan dan melihat dampak perubahan harga atau paket.
- Pendapatan Rata-rata Per Pengguna (Average Revenue Per User/ARPU): Rata-rata uang yang Anda hasilkan dari setiap pelanggan. Metrik ini membantu Anda menentukan paket langganan mana yang menghasilkan nilai paling besar bagi bisnis Anda.
- Churn pelanggan: Metrik ini menunjukkan jumlah pelanggan yang membatalkan langganan mereka. Jika angkanya tinggi, artinya Anda perlu meningkatkan strategi retensi untuk menjaga keterlibatan pelanggan.
- Nilai seumur hidup (Lifetime Value/LTV): Total uang yang Anda perkirakan untuk peroleh dari seorang pelanggan selama mereka berlangganan. LTV membantu Anda menentukan nilai yang dibawa pelanggan baru bagi bisnis Anda.
- Biaya Akuisisi Pelanggan (Customer Acquisition Cost/CAC): Berapa biaya yang diperlukan untuk mendapatkan pelanggan baru? Anda tentunya menginginkan angka ini lebih rendah dari LTV untuk memastikan bisnis Anda menguntungkan.
Platform e-commerce yang Anda gunakan dapat mempermudah pelacakan metrik ini. Dengan Shopify Analytics, Anda dapat menyesuaikan dasbor analitik untuk memberikan tampilan real-time dari metrik penting Anda. Laporan bawaan ini dirancang khusus untuk perniagaan, sehingga Anda dapat langsung memahami kinerja bisnis langganan Anda.
Menjaga kepatuhan regulasi untuk bisnis langganan
Jika Anda meluncurkan program langganan di AS, penawaran, checkout, dan proses pembatalan Anda harus memenuhi regulasi yang berlaku.
Restore Online Shoppers' Confidence Act (ROSCA) menjadi landasan bagi semua penawaran langganan online. Undang-undang ini mengharuskan bisnis melakukan tiga tindakan utama agar tetap dianggap memenuhi syarat atau mematuhi regulasi:
- Mengungkapkan semua ketentuan penting secara jelas sebelum mengambil informasi penagihan.
- Mendapatkan persetujuan yang jelas dan eksplisit dari konsumen atas tagihan tersebut.
- Menyediakan mekanisme mudah untuk menghentikan tagihan berulang.
Federal Trade Commission (FTC) terus menegakkan aturan ini, mengambil tindakan pada 2024 terhadap perusahaan yang gagal memberikan ketentuan yang jelas, mendapatkan persetujuan, atau menawarkan metode pembatalan yang mudah.
Bangun pelanggan dan pendapatan melalui langganan
Dengan Shopify, menjual dalam model bisnis langganan langsung dari checkout toko Anda sangatlah mudah. Berikan pelanggan Anda pengalaman checkout bebas hambatan, baik mereka melakukan pembelian satu kali maupun berkomitmen pada hubungan jangka panjang dengan merek Anda.
FAQ Model Bisnis Langganan
Apa saja keuntungan utama model bisnis langganan?
Model bisnis langganan memberikan pendapatan yang dapat diprediksi dan mendorong retensi pelanggan melalui pembayaran berulang. Model ini memungkinkan bisnis menciptakan pengalaman yang dipersonalisasi dan membangun hubungan pelanggan yang loyal. Merek seperti Netflix berhasil menggunakan model ini dengan terus memperbarui konten mereka untuk menjaga keterlibatan dan kepuasan pelanggan.
Bagaimana cara kerja model bisnis langganan?
Dalam model bisnis langganan, pelanggan membayar harga tetap secara berkala, misalnya setiap bulan, untuk menggunakan produk atau menerima layanan. Ini menciptakan aliran pendapatan yang dapat diprediksi bagi bisnis daripada harus mengandalkan pembelian satu kali. Pelanggan mendapat manfaat dari kemudahan, biaya di awal yang lebih rendah, dan nilai berkelanjutan yang mereka terima.
Apa contoh model langganan?
Contoh model langganan adalah layanan streaming, seperti Netflix atau Hulu, di mana pelanggan membayar biaya bulanan untuk mengakses konten. Pelanggan dapat memilih dari berbagai paket langganan berdasarkan fitur yang mereka butuhkan. Contoh lain dari model langganan termasuk langganan majalah dan surat kabar, layanan software-as-a-service (SaaS), dan subscription box.
Apakah bisnis langganan menguntungkan?
Ya, bisnis langganan bisa sangat menguntungkan. Bisnis langganan yang sukses membutuhkan model bisnis yang ditetapkan dengan baik, basis pelanggan yang kuat, dan strategi penetapan harga yang tepat. Bisnis langganan sering kali mampu menghasilkan pendapatan berulang yang dapat menghasilkan profitabilitas lebih besar seiring waktu. Selain itu, bisnis langganan sering mendapat manfaat dari skala ekonomi, yang memungkinkan mereka mengurangi biaya dan meningkatkan keuntungan.
Bagaimana bisnis langganan menghasilkan uang?
Bisnis langganan menghasilkan uang dengan mengenakan biaya berulang kepada pelanggan untuk akses ke layanan atau produk mereka. Biaya ini biasanya ditagihkan secara bulanan atau tahunan. Biaya langganan umumnya didasarkan pada nilai yang diterima pelanggan dari layanan atau produk tersebut. Bisnis langganan juga dapat menghasilkan uang melalui iklan dan upsell.

