Sebagian besar bisnis baru memulai dengan satu saluran penjualan. Namun, seiring bisnis Anda berkembang, menjajaki jalur penjualan baru dapat membuka potensi yang sangat besar dan sering kali lebih mudah daripada yang Anda bayangkan.
Pada 2025, brand yang paling sukses menggunakan beberapa saluran penjualan untuk menjangkau pelanggan di tempat mereka memang sudah berbelanja. Dari marketplace dan toko ritel, hingga aplikasi seluler dan siaran langsung, setiap saluran baru meningkatkan visibilitas, penjualan, dan ketahanan jangka panjang, karena Anda menjadi tidak terlalu bergantung pada satu saluran atau satu pasar saja.
Dalam panduan ini, pelajari 15 saluran penjualan terbaik untuk 2025, serta cara memanfaatkannya untuk bisnis e-commerce Anda.
Apa itu saluran penjualan?
Saluran penjualan adalah jalur yang digunakan bisnis untuk menjangkau pelanggan dan menjual produknya. Contohnya termasuk marketplace online, toko ritel, akun media sosial, dan situs web e-commerce milik Anda sendiri.
Setiap saluran penjualan dapat membantu Anda menjangkau audiens pelanggan yang berbeda, sehingga sebagian besar bisnis menerapkan strategi penjualan multisaluran.
"Kami mulai membangun saluran digital tambahan," kata salah satu pendiri BK Beauty, Paul Jauregui. "Pada akhirnya, kami menjangkau pelanggan di tempat mereka ingin menemukan kami."
Saluran penjualan langsung
Saluran penjualan langsung adalah ketika bisnis Anda menjual produk langsung kepada konsumen, tanpa perantara. Strategi saluran penjualan langsung mencakup situs web e-commerce Anda atau toko ritel bermerek. Misalnya, Apple menjual produknya melalui toko fisik dan situs web miliknya sendiri.
Saluran penjualan tidak langsung
Saluran penjualan tidak langsung mengandalkan pihak ketiga, seperti distributor dan peritel, untuk menjual produk kepada konsumen. Olipop, misalnya, menjual soda sehatnya melalui Whole Foods. Saluran penjualan tidak langsung juga dapat mencakup marketplace seperti Amazon, eBay, dan Alibaba.
Saluran distribusi
Saluran distribusi adalah cara produk berpindah dari produsen ke konsumen. Banyak perusahaan menggunakan pihak ketiga seperti dropshipping, cetak sesuai permintaan, atau 3PL untuk mengelola pemenuhan pesanan dan menjaga biaya tetap rendah.
Dropshipping sebagai metode distribusi
Dropshipping memungkinkan Anda menjual produk tanpa menyimpan stok. Saat pelanggan melakukan pemesanan, pemasok Anda akan mengirimkan produk langsung kepada mereka. Metode distribusi ini populer di kalangan wirausahawan baru karena membutuhkan investasi awal yang minim dan menghilangkan kebutuhan akan ruang gudang.
Cara paling efektif untuk memulai dropshipping adalah dengan mengintegrasikan aplikasi dropshipping ke toko Anda. Aplikasi ini menghubungkan Anda dengan pemasok terverifikasi dan mengotomatiskan pemrosesan pesanan, pembaruan inventaris, serta notifikasi pengiriman.
Aplikasi dropshipping yang populer mencakup Collective untuk menjual produk dari brand Shopify lain, DropCommerce untuk pemasok Amerika Utara dan Syncee untuk jaringan pemasok global. Sebagian besar menawarkan paket gratis yang memungkinkan Anda menguji produk sebelum berlangganan paket berbayar.
Mengapa saluran penjualan penting?
Saluran penjualan Anda menentukan seberapa efektif Anda menjangkau pelanggan target. Platform yang berbeda menarik audiens yang berbeda, pembeli grosir yang mencari elektronik B2B tidak akan berbelanja di tempat yang sama dengan konsumen yang mencari kotak langganan produk kecantikan.
Setiap saluran penjualan juga memengaruhi margin keuntungan dan pengalaman pelanggan Anda.
Marketplace, misalnya, memiliki audiens besar tetapi mengenakan biaya tambahan saat Anda menjual produk melalui platform mereka. Sebaliknya, situs web e-commerce Anda memberi kendali penuh atas pengalaman pelanggan, tetapi tanggung jawab untuk mendatangkan traffic situs web ada pada Anda.
Cara memilih saluran penjualan terbaik untuk bisnis Anda
Kriteria memilih saluran penjualan
Setiap platform memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri. Berikut cara menentukan saluran penjualan yang tepat untuk bisnis Anda:
- Preferensi pelanggan: survei pelanggan yang sudah ada dan analisis demografi tiap platform untuk mengetahui di mana audiens target Anda berbelanja. Jika Anda menargetkan Gen Z, misalnya, pilihannya bisa berupa platform social commerce seperti TikTok. Jika Anda menjual ke bisnis, marketplace grosir seperti Faire mungkin lebih cocok.
- Industri atau kategori produk: produk tertentu berkinerja lebih baik di platform tertentu. Misalnya, barang buatan tangan bisa terjual baik di Etsy, yang memiliki audiens besar untuk produk kerajinan.
- Kendali: jika Anda ingin kendali penuh atas pengalaman pelanggan, cara produk ditampilkan, dan data pelanggan yang dapat Anda kumpulkan, pilih saluran langsung, seperti toko online atau lokasi ritel Anda.
- Biaya: beberapa saluran penjualan mengenakan biaya listing atau biaya transaksi. Jika Anda menjual produk dengan margin tipis atau berinvestasi besar pada iklan platform, pastikan keuntungan yang tersisa setelah membayar komisi masih memadai.
Pertimbangan anggaran dan sumber daya
Setiap saluran penjualan memiliki biaya awal dan biaya berkelanjutan masing-masing:
- Toko online memerlukan hosting situs web, domain khusus, dan alat e-commerce. Pertimbangkan memulai dengan dropshipping untuk menekan biaya inventaris awal.
- Marketplace mengenakan biaya listing, biaya transaksi, dan komisi penjualan.
- Toko ritel memiliki biaya sewa, staf, dan asuransi tambahan.
- Saluran penjualan B2B menjual produk dalam jumlah besar, yang membuat margin keuntungan keseluruhan lebih rendah.
Masukkan pengeluaran ini ke dalam rencana bisnis Anda. Bisnis yang menjual barang mewah mungkin punya ruang lebih longgar untuk menyerap komisi marketplace. Startup yang tumbuh dengan modal terbatas mungkin lebih memprioritaskan saluran milik sendiri dengan biaya lebih rendah agar dapat mempertahankan lebih banyak keuntungan sambil berkembang.
15 saluran penjualan yang paling penting
| Saluran penjualan | Paling cocok untuk | Biaya | Keahlian yang dibutuhkan | Investasi waktu |
|---|---|---|---|---|
| Toko online | Menjaga kendali penuh atas brand, produk, dan harga Anda | Platform e-commerce, desain situs web, dan pemrosesan pembayaran | Pemasaran, layanan pelanggan, desain situs web | Sedang |
| Social commerce | Menjual produk yang sedang tren atau memonetisasi audiens sosial | Biaya platform, iklan, dan pembuatan konten | Pembuatan konten, membangun audiens, dan pengelolaan komunitas | Sedang |
| Marketplace | Menjangkau pembeli dengan niat beli tinggi | Biaya listing, biaya transaksi, dan biaya layanan pemenuhan pesanan | SEO, fotografi produk, dan pengelolaan reputasi | Sedang |
| Ritel | Membangun hubungan dengan pelanggan secara langsung | Sewa, asuransi, staf, dan perangkat lunak point-of-sale (POS) | Desain toko, pemasaran lokal, layanan pelanggan, dan manajemen staf | Tinggi |
| Grosir | Menjual produk ke bisnis lain dalam jumlah besar | Margin lebih rendah dan platform e-commerce B2B | Membangun relasi dan manajemen rantai pasok | Tinggi |
| Reseller | Memperluas jangkauan tanpa menjual produk sendiri secara langsung | Bagi hasil keuntungan atau diskon grosir | Membangun relasi dan manajemen rantai pasok | Sedang |
| White label | Bisnis yang tidak ingin memproduksi produknya sendiri | Pemenuhan pesanan | Kontrol kualitas, pemasaran, dan desain | Rendah |
| Aplikasi seluler | Menjangkau pembeli mobile | Pengembangan aplikasi dan biaya platform | Pemasaran dan desain pengalaman pengguna | Sedang |
| B2B | Menjual ke bisnis lain | Margin keuntungan lebih rendah, kemasan khusus, dan pengiriman massal | Membangun relasi, negosiasi, dan manajemen rantai pasok | Tinggi |
| Kemitraan | Memanfaatkan audiens yang sudah dimiliki brand, kreator, atau influencer lain | Komisi atau biaya konten bersponsor | Membangun relasi, pemasaran, dan negosiasi | Tinggi |
| Program afiliasi | Peritel dengan basis pelanggan yang sudah ada dan dapat bertindak sebagai duta brand | Komisi afiliasi | Membangun relasi, atribusi pemasaran, dan pemasaran media sosial | Sedang |
| Pemasaran email | Menargetkan pelanggan yang sudah membagikan data kepada Anda | Platform email | Copywriting, analisis data, dan pemikiran strategis | Sedang |
| Live streaming | Wirausahawan dengan kepribadian menarik atau produk yang mudah didemonstrasikan | Alat dan perlengkapan live streaming (kamera, mikrofon, dan sebagainya) | Presentasi, pemasaran, dan moderasi komunitas | Sedang |
| Voice commerce | Mengonversi calon pembeli yang masih ragu dan punya pertanyaan sebelum membeli | Perangkat lunak chatbot dan staf layanan pelanggan | Kemampuan layanan pelanggan yang sangat baik | Rendah |
| AI commerce | Bisnis dengan pelanggan yang sudah akrab menggunakan AI untuk berbelanja | Alat AI | Pencarian AI, penemuan produk, prompting AI, dan keterampilan teknis | Rendah |
1. Toko online (direct to consumer)
Toko online adalah saluran penjualan pertama yang dibuat banyak wirausahawan baru dan ada alasan kuat untuk itu.
Saat Anda merancang toko sendiri, Anda dapat menentukan bagaimana produk ditampilkan. Model direct-to-consumer (DTC) ini memberi Anda akses penuh ke data pelanggan dan memungkinkan Anda mempertahankan 100% keuntungan, tidak seperti platform pihak ketiga yang mengenakan biaya atau membatasi kendali atas brand.
Hubungan langsung ini dapat sangat menguntungkan bagi brand Anda. Riset menunjukkan bahwa e-commerce DTC terus tumbuh di berbagai wilayah dan industri, dengan pelanggan membelanjakan lebih dari $226 miliar langsung ke brand tahun ini.
Kelebihan:
- Biaya awal rendah. Bangun toko secara gratis dengan uji coba gratis Shopify
- Gunakan toko online Anda sebagai pusat saluran penjualan
- Akses data pelanggan untuk meningkatkan akuisisi dan retensi
- Tidak ada branding pihak ketiga atau aturan produk dari platform lain
- Simpan seluruh keuntungan dari penjualan Anda
"Kami memprioritaskan DTC karena model ini benar-benar membuat modal kembali ke rekening bank kami lebih cepat," kata Michelle Razavi, salah satu pendiri Elavi, dalam wawancara Shopify Masters. "Siklus konversinya cepat. Ini memungkinkan kami mengumpulkan data untuk pemasaran kembali, dan memahami konsumen kami jauh lebih dalam dibandingkan jika kami hanya mengandalkan saluran ritel."
Kekurangan:
- Membutuhkan pemasaran untuk mendatangkan traffic
- Pengelolaan pesanan dan pemenuhan pesanan menjadi tanggung jawab Anda (Shopify dapat membantu)
💡 Gulir ke bawah untuk mengetahui cara menyiapkan saluran penjualan dari toko Shopify Anda.
2. Social commerce
Social commerce mengubah platform berbasis konten menjadi tujuan belanja. Ini mencakup saluran media sosial seperti Instagram, TikTok, Facebook, dan Pinterest, serta semakin sering juga situs streaming seperti Spotify.
Pada 2025, diperkirakan 17% dari seluruh penjualan online akan terjadi melalui jejaring sosial. Platform sosial ini menjadi saluran penjualan online yang kuat karena pembeli memang sudah menghabiskan waktu di sana. Pengguna melihat produk dalam konteks yang akrab, sehingga menambahkan tombol Beli menjadi langkah lanjutan yang terasa alami.
Misalnya, Instagram memungkinkan Anda menandai produk dalam postingan dan Stories, sehingga pengguna dapat mengetuk untuk melihat detail produk lebih lanjut dan langsung checkout. Di Spotify, artis dapat menampilkan preorder album, piringan hitam, dan merchandise langsung di profil mereka, memberi penggemar cara mudah untuk membeli.
Kelebihan:
- Aplikasi social commerce membantu Anda melacak performa dan mengoptimalkan postingan
- Berkolaborasi dengan brand dan influencer lain untuk cross-sell dan promosi silang
- Tersedia templat untuk iklan dan pembuatan postingan
Kekurangan:
- Dibutuhkan pembuatan konten secara terus-menerus agar tetap terlihat
- Keberhasilan bergantung pada algoritma media sosial yang sulit diprediksi
💡 Anda dapat berjualan di Facebook dan Instagram dari toko Shopify Anda.
3. Marketplace tradisional
Amazon, Etsy, eBay, dan Google Shopping adalah contoh marketplace tradisional. Saluran ini menampilkan beragam pilihan produk dan sering menjadi tempat pelanggan memulai pencarian produk, yaitu mencari berdasarkan jenis produk, bukan brand.
Berjualan di marketplace tradisional memberi Anda akses ke basis pelanggan besar dengan niat beli tinggi tanpa perlu membangun traffic sendiri. Namun konsekuensinya, Anda melepaskan kendali atas layanan pelanggan, data pelanggan, dan pemenuhan pesanan, serta harus menghadapi persaingan harga yang ketat.
Kelebihan:
- Menempatkan produk Anda di hadapan basis pelanggan besar yang sudah ada
- Memanfaatkan distributor dan saluran pemasaran yang sudah mapan
Kekurangan:
- Komisi marketplace dan biaya listing mengurangi margin
- Syarat dan ketentuan yang ketat untuk promosi brand dan produk
- Persaingan sengit, termasuk dari penjual internasional dengan harga lebih rendah
4. Ritel
Saluran penjualan ritel mencakup etalase toko permanen maupun pop-up shop, seperti sewa jangka pendek di mal, stan di pameran kerajinan, atau lapak di pasar lokal.
Ritel tatap muka tetap menjadi bagian penting dari strategi perdagangan modern. Konsumen diperkirakan akan membelanjakan $5,42 triliun di toko fisik tahun ini. Saluran ini memberi peluang untuk membangun hubungan dengan pelanggan dan mendapatkan umpan balik secara langsung.
Kelebihan:
- Penjualan langsung ke pelanggan
- Kontak tatap muka dengan pelanggan
- Peluang untuk menghadirkan pengalaman interaktif
- Kehadiran fisik dapat meningkatkan kredibilitas brand
"Saat kami menjalankan pop-up dan acara tatap muka, kami menyadari bahwa kami terus menghasilkan penjualan sepanjang bulan berikutnya karena kami bertemu orang secara langsung," kata Myriam Belzile-Maguire, pendiri Maguire Shoes, dalam wawancara Shopify Masters.
"Orang mencoba produknya. Jadi kami merasa kehadiran ritel masuk akal untuk bisnis kami, terutama ketika orang ingin mencoba sepatu untuk pertama kalinya, setidaknya sekali. Setelah mereka tahu bahwa mereka menyukai brand dan kualitasnya, mereka jadi lebih nyaman membeli secara online."
Kekurangan:
- Mungkin membutuhkan karyawan
- Biaya operasional toko fisik mahal, seperti sewa dan asuransi
- Lalu lintas pengunjung terbatas pada lokasi fisik Anda
5. Grosir
Grosir melibatkan penjualan produk Anda dalam jumlah besar kepada bisnis lain, yang kemudian menjualnya kembali kepada konsumen. Beberapa brand hanya berfokus pada grosir, sementara yang lain menggunakannya sebagai salah satu bagian dari strategi penjualan omnichannel yang lebih luas.
Saluran penjualan ini bisa sangat menguntungkan jika Anda memiliki margin yang cukup untuk memenuhi pesanan besar.
Pesanan grosir menyumbang 29% dari seluruh penjualan e-commerce. Banyak pembeli juga melakukan pemesanan B2B di pameran dagang, acara, dan konferensi, sehingga ini menjadi saluran yang bernilai untuk menjangkau pelanggan dengan volume tinggi.
Kelebihan:
- Memindahkan volume inventaris besar sekaligus
- Mitra ritel menangani pemasaran dan penjualan produk Anda
Kekurangan:
- Diperlukan pendanaan inventaris
- Menyimpan inventaris yang tidak terjual bisa mahal
- Tidak ada interaksi dengan konsumen akhir
6. Reseller
Reseller adalah bisnis atau individu yang membeli produk yang sudah ada, sering kali dalam jumlah besar, lalu menjualnya kembali dengan harga lebih tinggi, terkadang setelah menambahkan nilai. Nilai tambah itu bisa berasal dari afiliasi dengan peritel yang sudah mapan, pengemasan ulang, atau bahkan peningkatan pada produk itu sendiri.
Kelebihan:
- Biaya awal dan biaya operasional rendah
- Peluang upselling
Kekurangan:
- Margin keuntungan dapat bervariasi tergantung sumber barang dan harga jual kembali
- Harga dan ketersediaan dapat berubah-ubah tergantung barang yang Anda jual kembali
- Harus mematuhi ketentuan penjualan ulang dari produsen asli
7. White label
Produk white label diproduksi oleh satu perusahaan lalu diberi merek ulang oleh perusahaan lain untuk dijual kembali. Biasanya berupa produk generik yang dapat disesuaikan dengan logo atau nama brand Anda.
Misalnya, tas pakai ulang yang dijual toko bahan makanan di dekat area checkout biasanya merupakan produk white label. Trader Joe's tidak memproduksi tasnya sendiri, melainkan membelinya dalam keadaan jadi, lalu menambahkan branding.
Kelebihan:
- Produk sudah tervalidasi dan teruji di pasar
- Biaya produksi lebih rendah
- Kemampuan untuk cepat mengikuti tren
Kekurangan:
- Persaingan sangat banyak
- Margin keuntungan bergantung pada harga pemasok untuk barang yang sudah dicetak
8. Aplikasi seluler
Perdagangan kini semakin mobile. Hampir 80% dari seluruh traffic ke situs web e-commerce kini berasal dari smartphone, berkontribusi pada industri mobile commerce yang bernilai $2,5 triliun.
Karena itu, brand mulai berinvestasi pada aplikasi seluler khusus. Aplikasi ini menawarkan fitur seperti katalog yang dapat difilter, pengalaman bergaya gim, kupon, dan penawaran khusus untuk mendorong pembelian berulang.
Kelebihan:
- Pengguna menghabiskan waktu lebih lama di aplikasi dibandingkan di situs web
- Menyampaikan penawaran khusus melalui notifikasi push
Kekurangan:
- Aplikasi bisa mahal untuk dibuat
- Aplikasi memerlukan pembaruan terus-menerus seiring perkembangan teknologi
9. Saluran penjualan B2B
Penjualan business-to-business (B2B) terjadi ketika satu bisnis menjual produk atau layanan kepada bisnis lain. Pesanan biasanya lebih besar dan dihargai lebih rendah per unit. Meski ini dapat meningkatkan pendapatan, pemenuhan pesanan semacam ini juga menjadi lebih kompleks.
Kelebihan:
- Perusahaan memiliki daya beli lebih besar daripada konsumen
- Hubungan klien yang kuat dapat menghasilkan pesanan berulang
- Agen penjualan dapat memanfaatkan jaringan dan keahlian mereka untuk menemukan klien dan menutup transaksi
Kekurangan:
- Perusahaan memiliki siklus pengambilan keputusan dan proses persetujuan yang lebih panjang
- Kemungkinan biaya lebih tinggi untuk membuat produk atau layanan bagi bisnis
Peritel perlengkapan camping DARCHE adalah salah satu brand yang menggunakan Shopify untuk menghasilkan penjualan melalui etalase toko B2B milik sendiri. Platform ini memungkinkan pembeli membuat profil perusahaan, melihat katalog produk khusus, dan mengakses daftar harga grosir yang dipersonalisasi melalui situs web e-commerce B2B swalayan mereka.
"Shopify benar-benar mengubah cara kami berbisnis," kata koordinator pemasaran digital DARCHE, Finn Christensen. "Sebelumnya, pesanan B2B kami sebagian besar diproses secara manual. Peritel akan mengirim email atau menelepon untuk melakukan pemesanan dan tim layanan pelanggan kami akan membantu mereka."
"Sekarang, peritel merasa nyaman melakukan pemesanan online melalui fungsi Shopify B2B. Ini memberi mereka pengalaman penjualan yang lebih mudah dan mulus, serta membantu membangun kepercayaan terhadap brand kami. Kini kami menjadi bisnis yang lebih modern."
Marketplace B2B
Marketplace B2B menghubungkan penjual dengan pembeli grosir, menawarkan platform terpusat untuk penemuan produk, negosiasi, dan pemenuhan pesanan B2B. Contoh yang populer termasuk Faire, Amazon Business, dan Alibaba.
Kelebihan:
- Akses ke jangkauan pembeli grosir yang luas
- Sangat baik untuk ekspansi ke pasar internasional
- Beberapa marketplace B2B menawarkan layanan pemenuhan pesanan dengan biaya tambahan, misalnya Amazon Business
Kekurangan:
- Marketplace mengambil bagian dari seluruh penjualan B2B
- Platform memiliki syarat dan ketentuan ketat yang harus dipatuhi penjual
- Akses terbatas ke data pelanggan membuat hubungan sulit dibangun dan dipertahankan
Kemitraan enterprise
Kemitraan enterprise adalah perjanjian jangka panjang antara bisnis Anda dan perusahaan lain. Mereka dapat menjual kembali produk Anda, memasukkannya ke dalam penawaran mereka sendiri, atau mendistribusikannya ke basis pelanggan mereka.
Misalnya, brand perawatan kulit dapat bermitra dengan jaringan hotel untuk memasok amenitas di kamar hotel. Mereka juga dapat berkolaborasi dengan perusahaan langganan untuk menyertakan sampel gratis produk terlaris di dalam kotak langganan.
Kelebihan:
- Menjangkau basis pelanggan yang sudah ada
- Peluang pendapatan jangka panjang dan berulang
- Penjualan volume tinggi melalui pembelian massal
Kekurangan:
- Biaya per unit yang lebih rendah berarti margin keuntungan lebih kecil
- Kendali terbatas atas cara produk Anda ditampilkan, dijual, atau dipasarkan
- Terlalu bergantung pada mitra enterprise dapat membuat bisnis Anda lebih berisiko
"Begitu Anda memiliki kemitraan, penting untuk menjaga kemitraan itu," kata Jacob Winter, pendiri Mush Studios, dalam episode Shopify Masters. "Pertahankan selama Anda bisa menunjukkan antusiasme dan investasi Anda terhadap produk tersebut. Biasanya ini membutuhkan banyak kerja karena Anda harus membuat sesuatu yang sangat eksklusif, tetapi justru itu bagian yang paling menarik."
10. Kemitraan
Kemitraan saluran penjualan melibatkan kerja sama dengan pihak ketiga, seperti brand, kreator konten, atau influencer, untuk mempromosikan dan menjual produk Anda sebagai perpanjangan dari tim Anda.
Misalnya, ketika sebuah perusahaan bermitra dengan influencer media sosial untuk mempromosikan produk mereka melalui influencer marketing, itu adalah bentuk kemitraan saluran penjualan. Influencer mendapatkan diskon atas produk tersebut atau komisi dari seluruh penjualan yang dihasilkan postingan mereka, sementara perusahaan mendapat manfaat dari jangkauan dan kepercayaan audiens influencer.
Kelebihan:
- Memanfaatkan kepercayaan konsumen yang sudah terbentuk pada audiens mitra
- Menjangkau pelanggan baru
- Menghemat biaya kampanye pemasaran
Kekurangan:
- Mitra dapat merepresentasikan Anda secara keliru
- Anda tidak akan mendapatkan data pelanggan sebanyak penjualan langsung
- Komisi atau diskon untuk mitra dapat mengurangi margin
11. Program afiliasi
Program afiliasi memberi imbalan kepada kreator, influencer, atau pelanggan karena berhasil mendorong penjualan. Ini adalah cara yang hemat biaya untuk berkembang karena Anda hanya membayar komisi afiliasi ketika seseorang membeli melalui referensi mereka.
Kelebihan:
- Sangat mudah diskalakan dengan bantuan alat yang tepat
- Risiko rendah dan hemat biaya, Anda hanya membayar saat afiliasi menghasilkan penjualan
- Membangun kepercayaan dan kredibilitas ketika kreator dan influencer merekomendasikan produk Anda, dibanding hanya mengandalkan konten bermerek
Kekurangan:
- Risiko penipuan afiliasi dan masalah kepatuhan
- Sulit mengatribusikan penjualan ke afiliasi tanpa perangkat lunak yang tepat
- Kendali terbatas atas cara afiliasi merepresentasikan brand Anda kecuali Anda menyeleksi dan memantau aktivitas mereka
Brand ramen immi, misalnya, memiliki program afiliasi yang kuat. Timnya menggunakan program tersebut untuk merekrut influencer baru, mengirim sampel produk gratis, dan melacak penjualan yang dihasilkan tiap kreator. Sejak itu, mereka telah memenuhi lebih dari 4.400 pesanan dan menghasilkan pendapatan lebih dari $200.000 melalui saluran penjualan ini.
12. Pemasaran email
Pemasaran email memungkinkan Anda menjangkau pelanggan langsung di kotak masuk mereka. Ini mencakup newsletter, email pemulihan keranjang, dan email transaksional seperti konfirmasi pesanan, yang semuanya dapat dipersonalisasi menggunakan data yang sudah Anda kumpulkan dari pelanggan yang berlangganan.
Pemasaran email paling efektif bila digabungkan dengan saluran direct-to-customer, seperti situs web e-commerce atau toko fisik Anda.
Brand kosmetik Sculpted by Aimee, misalnya, menggunakan Shopify POS untuk menangkap alamat email pembeli di toko. Mereka menjalankan kampanye pemasaran email untuk menargetkan ulang pembeli setelah keluar dari toko, dan menemukan bahwa pelanggan omnichannel ini memiliki lifetime value tiga hingga empat kali lebih tinggi dibanding mereka yang hanya berbelanja online.
Kelebihan:
- Audiens milik sendiri tanpa ketergantungan pada algoritma atau aturan platform
- Opsi untuk menyegmentasikan daftar dan menargetkan pelanggan berdasarkan perilaku
- Kemampuan untuk mengotomatiskan kampanye email
Kekurangan:
- Beberapa pelanggan sangat menjaga data pribadi mereka, termasuk alamat email
- Persaingan untuk menonjol di kotak masuk pelanggan sangat ketat pada musim belanja puncak, seperti Black Friday Cyber Monday
13. Belanja lewat livestream
Dengan live commerce, peritel menampilkan dan menjual produk selama siaran video langsung. Pelanggan dapat mengajukan pertanyaan, berinteraksi dengan brand Anda, dan melakukan pembelian tanpa meninggalkan siaran. Ini adalah bisnis yang tumbuh cepat: diperkirakan 60,6 juta orang, atau sekitar 25% dari seluruh pembeli digital, akan berpartisipasi dalam acara live shopping pada 2028.
Anda dapat mengadakan livestream di platform khusus seperti Bambuser dan Livescale. Sebagian besar platform social commerce, termasuk TikTok dan Instagram, juga memiliki fitur live streaming sendiri, tempat Anda dapat menandai produk dari etalase toko sosial Anda di dalam siaran untuk mendorong konversi instan.
Kelebihan:
- Menjawab pertanyaan pelanggan secara real-time
- Memperkuat hubungan dan loyalitas dengan audiens Anda
- Sangat baik untuk menunjukkan cara kerja produk Anda
Kekurangan:
- Membutuhkan host atau kepribadian yang kuat agar penonton tetap terlibat
- Format yang sensitif terhadap waktu ini memerlukan promosi dan penjadwalan sebelumnya
14. Conversational commerce
Conversational commerce mengacu pada penjualan melalui fitur live chat di situs web Anda, chatbot, aplikasi pesan, atau pesan langsung di media sosial. Berbeda dengan siaran video pada live commerce, conversational commerce terjadi satu lawan satu, sehingga berguna untuk menjawab pertanyaan di menit terakhir, merekomendasikan produk, atau menindaklanjuti setelah penjualan.
Pembeli diperkirakan membelanjakan $290 miliar setiap tahun melalui jenis saluran penjualan ini. Sebagian besar pelanggan mengandalkannya ketika mereka sudah lebih jauh dalam corong e-commerce: sekitar 70% percakapan di Shopify Inbox berasal dari pelanggan yang sedang membuat keputusan pembelian.
Kelebihan:
- Menjawab pertanyaan dari calon pembeli yang masih ragu
- Banyak peluang untuk mempersonalisasi pengalaman pelanggan
- Sangat baik untuk keterlibatan pasca pembelian, Anda bisa melakukan upsell, cross-sell, atau meminta umpan balik di dalam chat
Kekurangan:
- Pelanggan mengharapkan respons cepat
- Dapat menjadi sangat padat tenaga kerja tanpa otomatisasi
💡Tip: atasi tantangan ini dengan mengintegrasikan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) ke live chat Anda. Shopify Magic dapat menyarankan jawaban untuk FAQ, menawarkan rekomendasi yang dipersonalisasi, dan memproses pesanan tanpa campur tangan staf penjualan.
15. AI commerce
Alat kecerdasan buatan generatif (generative artificial intelligence/GenAI) sedang mengubah cara orang berbelanja. Alih-alih menjelajahi situs web tradisional, pelanggan menggunakan mesin pencari AI dan asisten suara untuk meneliti produk dan mendapatkan rekomendasi yang dipersonalisasi. Pembeli memakainya untuk mengambil keputusan pembelian dan dalam beberapa kasus, menyelesaikan pesanan tanpa meninggalkan aplikasi AI ecommerce. Ini mencakup:
- Chatbot AI seperti ChatGPT
- Asisten belanja AI seperti Amazon Rufus
- Asisten suara seperti Apple Siri atau Google Assistant
- Mesin pencari AI seperti Perplexity
Menurut Adobe, lebih dari separuh konsumen di AS berencana menggunakan alat GenAI untuk berbelanja online tahun ini. Pembeli yang sudah menggunakan alat ini mengandalkannya untuk menemukan dan membandingkan produk, melakukan riset, dan menemukan penawaran.
Kelebihan:
- Sangat mudah diskalakan, tanpa intervensi manusia
- Sangat personal karena AI dapat menyesuaikan rekomendasi berdasarkan data pelanggan
Kekurangan:
- Membutuhkan keahlian teknis
- Tidak semua konsumen mempercayai informasi yang diberikan AI
- Alat AI membutuhkan data dalam jumlah besar untuk memberikan rekomendasi yang akurat
Contoh brand yang menggunakan beberapa saluran penjualan
Setiap saluran penjualan memberi cara yang berharga untuk menjangkau pelanggan. Namun, jika Anda hanya menggunakan satu saluran, pertumbuhan bisnis Anda akan terbatas.
Dengan menerapkan strategi penjualan multisaluran, Anda dapat mendiversifikasi sumber pendapatan dan mengalokasikan sumber daya ke saluran yang performanya paling baik. Berikut beberapa contoh bagaimana brand Shopify menggunakan beberapa saluran penjualan untuk membangun bisnis yang lebih tangguh.
The Poster List: e-commerce, ritel, grosir
Adam Luedicke, pemilik dan pendiri toko poster Long Beach The Poster List, menggunakan grosir, pameran tatap muka, dan penjualan online sebagai tiga saluran utama bisnisnya.
Sejak memulai bisnis pada 2006, Adam melihat bahwa beberapa saluran bisa melonjak sementara yang lain menurun, sering kali sebagai respons terhadap faktor eksternal yang sulit diprediksi seperti kenaikan suku bunga dan pandemi COVID-19.
"Saat awal, pameran jelas menjadi sumber utama uang kami, lalu pada 2010 sampai 2015, itu berbalik dan grosir menjadi lebih dominan," kata Adam. "Pada 2017, sektor apparel melemah di ritel, jadi kami mulai ikut pameran lagi."
Dengan membangun beberapa saluran, The Poster List dapat beradaptasi cepat terhadap perubahan kondisi pasar. Menemui pelanggan di saluran yang paling sesuai dengan brand Anda membantu membangun bisnis yang lebih tangguh.
Abracadana: marketplace dan e-commerce
Mary Helt adalah salah satu pendiri dan pemilik Abracadana, toko yang menjual bandana sablon melalui situs web e-commerce dan marketplace seperti Etsy.
"Bagus kalau punya beberapa tempat untuk berjualan," katanya. "Kadang saya merasa salah satunya menarik saya, seperti Etsy menarik saya menjauh dari Shopify. Atau kalau saya sedang fokus memperbarui Shopify, saya jadi tidak terlalu memperhatikan Etsy. Menurut saya itu tidak masalah. Anda bisa mengaturnya bergiliran. Namun, cobalah beberapa saluran untuk melihat mana yang berhasil. Anda jelas tidak bisa menaruh semua telur dalam satu keranjang."
Tony's Chocolonely: B2B, DTC, dan reseller
Brand konfeksioneri Belanda Tony's Chocolonely memiliki satu misi utama: menjual cokelat batangan yang dibuat secara etis dan rasanya enak. Untuk mewujudkannya, mereka mengandalkan beberapa saluran penjualan, termasuk situs web e-commerce DTC, kemitraan B2B, dan reseller resmi.
Sebelumnya, mengelola pesanan di berbagai saluran penjualan cukup sulit. "Kami menghabiskan lebih banyak biaya untuk pemeliharaan dan perbaikan bug daripada untuk fitur baru bagi pelanggan," kata platform lead Chiel Versteeg.
Setelah beralih ke platform unified commerce Shopify, Tony's Chocolonely merampingkan operasional di saluran DTC, B2B, dan reseller mereka di enam pasar, menghilangkan kerumitan teknis dan proses manual. Hasilnya? Pertumbuhan pendapatan dua digit di empat pasar utama.
Cara menerapkan strategi penjualan multi saluran Anda
Saluran penjualan Anda sebaiknya saling mendukung dan menopang lini produk inti. Misalnya, Anda mungkin menjalankan sebagian besar bisnis melalui situs web e-commerce, lalu mengadakan flash sale untuk inventaris berlebih melalui Instagram Stories.
Berikut lima tips untuk mengelola strategi saluran penjualan Anda di berbagai platform:
1. Prioritaskan saluran berdasarkan profitabilitas
Apa yang ingin Anda capai dengan berekspansi ke saluran penjualan lain? Jawaban ini akan menentukan pilihan dan rencana implementasi Anda. Misalnya, jika tujuan Anda adalah meningkatkan pangsa pasar, Anda mungkin perlu mempertimbangkan saluran penjualan dengan audiens bawaan alih-alih membangunnya dari nol.
Penjualan multi saluran yang efektif berarti menemukan saluran yang tepat untuk bisnis Anda. Untuk itu, pikirkan:
- Di mana target pasar Anda menghabiskan waktu
- Saluran mana yang memiliki biaya operasional paling rendah
- Di mana pesaing Anda aktif
Misalnya, menjual produk Anda di marketplace tradisional seperti Amazon, Etsy, atau eBay mungkin menjadi langkah berikutnya yang paling tepat untuk bisnis e-commerce Anda.
Setelah satu saluran penjualan menjadi menguntungkan secara konsisten, Anda dapat memprioritaskan saluran lain sesuai urutan, mengulang apa yang berhasil dan mengalihkan sumber daya dari saluran yang performanya kurang baik.
💡 Baca panduan Shopify untuk tips tentang cara berjualan di Amazon dan cara berjualan di eBay.
2. Buat strategi yang berbeda untuk setiap saluran penjualan
Setiap saluran penjualan yang Anda tambahkan ke bisnis akan membutuhkan strategi yang berbeda agar berhasil. Misalnya, pendekatan untuk mengarahkan pelanggan ke toko online Anda tentu berbeda dari pendekatan untuk menciptakan lalu lintas pengunjung ke toko ritel fisik.
Selain itu, Anda perlu menyesuaikan deskripsi produk dan pesan pemasaran di berbagai situs. Situs Shopify Anda mungkin menonjolkan pengiriman cepat, sementara pembeli Amazon sudah menganggap itu hal yang wajar, sehingga Anda lebih baik menekankan nilai atau diferensiasi produk.
3. Kelola inventaris dan pemenuhan pesanan
Lebih banyak saluran penjualan sering berarti lebih banyak pesanan. Artinya, proses manajemen inventaris dan pemenuhan pesanan Anda harus mampu mengakomodasi peningkatan tersebut.
Pastikan Anda dapat memenuhi permintaan dari semua pesanan itu. Jika tidak, pertimbangkan untuk merekrut asisten atau mengalihdayakan sebagian proses pemenuhan pesanan.
💡Tip: Shopify menyatukan saluran penjualan Anda ke dalam satu platform commerce. Data inventaris, pesanan, dan pelanggan mengalir kembali ke satu dasbor. Ini memungkinkan Anda menjaga konsistensi, memenuhi pesanan secara efisien, dan melacak perilaku pelanggan, di mana pun Anda berjualan.
4. Pastikan layanan pelanggan berkualitas di seluruh saluran penjualan
Seiring basis pelanggan Anda bertambah, permintaan dukungan juga akan meningkat. Pertimbangkan untuk merekrut staf layanan pelanggan atau melihat beberapa aplikasi layanan pelanggan omnichannel di Shopify App Store. Opsi yang populer meliputi:
- Gorgias
- Tidio
- Re:amaze
Menambahkan live chat ke situs web Shopify Anda bisa menjadi cara yang mudah dikelola untuk menangani pertanyaan dan keluhan pelanggan saat bisnis Anda mulai berkembang. Simpan aplikasinya di ponsel atau komputer Anda agar dapat merespons dengan cepat setiap pesan yang masuk.
5. Pantau penjualan dan analisis data Anda
Membangun saluran penjualan baru kemungkinan membutuhkan waktu. Pantau performanya untuk memastikan saluran tersebut benar-benar memberi kontribusi.
Jika Anda menemukan saluran tertentu tidak menghasilkan cukup penjualan, susun kampanye pemasaran yang ditujukan khusus untuk saluran itu agar performanya meningkat. Bisa jadi yang Anda butuhkan hanyalah sedikit tambahan kesadaran brand agar pelanggan menemukan saluran penjualan tambahan Anda.
Strategi saluran penjualan: membangun pendekatan multi saluran Anda
Strategi penjualan multi saluran yang jelas membantu Anda tetap fokus, berkembang secara berkelanjutan, dan menghindari hambatan operasional.
Tantangan umum multisaluran dan solusinya
Penjualan multi saluran datang dengan tantangannya sendiri:
- Keterbatasan sumber daya. Setiap saluran penjualan membutuhkan penyiapan dan pemeliharaan berkelanjutan, yang bisa cepat terasa membebani. Untuk mengatasinya, fokuslah pada satu saluran terlebih dahulu dan baru berekspansi setelah saluran itu berjalan efisien.
- Konsistensi. Setiap platform memiliki panduan sendiri tentang bagaimana produk Anda ditampilkan. Ketidakkonsistenan dapat melemahkan pengenalan brand Anda. Solusinya, tetapkan proposisi nilai unik, suara brand, dan panduan gaya Anda dengan jelas. Gunakan elemen-elemen ini di mana pun Anda berjualan.
- Manajemen inventaris. Anda telah menjual 33 unit di TikTok, 65 melalui situs web e-commerce, dan 20 di Amazon. Berapa sisa stok yang masih bisa dijual di toko ritel Anda? Gunakan sistem manajemen inventaris multisaluran, seperti yang tersedia di Shopify, untuk mendapatkan visibilitas real-time atas stok yang tersedia untuk dijual. Ini membantu mencegah kehabisan stok yang dapat mendorong pelanggan ke pesaing.
Mengukur ROI saluran penjualan
Tidak semua saluran penjualan akan menjadi performa terbaik bagi bisnis Anda. Saat menganalisis setiap platform dalam strategi penjualan Anda, lacak indikator kinerja utama (key performance indicators/KPI) berikut:
- Biaya akuisisi pelanggan (customer acquisition cost/CAC): berapa banyak yang Anda keluarkan untuk memperoleh rata-rata satu pelanggan melalui tiap saluran penjualan? Saluran dengan CAC terendah sebaiknya menjadi prioritas lebih tinggi, karena Anda akan memperoleh lebih banyak keuntungan dari setiap pesanan.
- Nilai seumur hidup pelanggan (customer lifetime value/CLV): total pendapatan yang dihasilkan rata-rata pelanggan selama hubungan mereka dengan brand Anda. Bandingkan ini dengan CAC tiap saluran penjualan untuk memastikan Anda tidak mengeluarkan biaya akuisisi terlalu besar. Misalnya, jika rata-rata CLV pembeli dari TikTok hanya $23 tetapi biaya untuk mendapatkannya $40, berarti Anda merugi.
- Tingkat konversi: persentase orang yang melakukan konversi melalui saluran penjualan tersebut. Jika toko online Anda memiliki tingkat konversi rendah, ikuti praktik terbaik optimasi tingkat konversi (conversion rate optimization/CRO): tingkatkan kecepatan halaman, sederhanakan navigasi, dan investasikan pada visual produk.
- Tingkat retensi pelanggan: beberapa saluran mendatangkan pembeli sekali beli, sementara yang lain mendorong loyalitas jangka panjang. Marketplace, misalnya, biasanya memiliki tingkat retensi rendah karena Anda tidak memiliki data pelanggan atau kendali atas retargeting. Toko online Anda memberi lebih banyak opsi untuk menindaklanjuti, yang dapat Anda gabungkan dengan pemasaran email untuk membawa pembeli kembali ke situs web Anda.
Pelanggan sering berpindah di antara beberapa saluran dalam perjalanan menuju pembelian. Seseorang mungkin menemukan brand Anda melalui TikTok Shop, menghadiri live stream, menerima email retargeting untuk produk yang ditampilkan, lalu melakukan pembelian melalui situs web e-commerce Anda.
Gunakan perangkat lunak atribusi multisaluran untuk menyoroti perjalanan pelanggan ini dan memberi kredit yang layak kepada setiap saluran penjualan.
Mengapa toko online sebaiknya menjadi pusat saluran penjualan Anda
Memulai dengan situs web e-commerce terlebih dahulu memungkinkan Anda membangun brand, menemukan pijakan saat mengembangkan produk, dan menyiapkan pusat kendali sebelum berekspansi ke saluran penjualan langsung maupun tidak langsung lainnya.
Jika saat ini Anda sudah menggunakan jenis saluran penjualan lain untuk berjualan, seperti marketplace tradisional atau media sosial, berikut alasan mengapa meluncurkan toko online tetap merupakan langkah cerdas.
Kemudahan penggunaan
Jika Anda masih mengembangkan produk, membangun bisnis di atas situs e-commerce bisa lebih mudah, lalu menambahkan saluran penjualan lain ketika Anda siap mengembangkan bisnis.
Marketplace tradisional sering kali menuntut informasi produk yang akurat dan berkualitas tinggi sejak awal, bahkan untuk brand tahap awal. Bahkan untuk sekadar mendaftar berjualan di marketplace, Anda mungkin perlu menyediakan pengenal produk unik seperti SKU atau ISBN.
Membangun di dalam ekosistem yang terkotak
Platform dan tren selalu berubah: kebijakan diperbarui, algoritma bergeser, dan pengguna berpindah. Platform pihak ketiga rentan terhadap perubahan ini, sehingga sebaiknya Anda tidak terlalu bergantung pada satu saluran penjualan tidak langsung untuk pendapatan.
Shopify memungkinkan Anda menyiapkan berbagai titik masuk ke bisnis melalui saluran penjualan, tetapi semua jalur tetap bermuara pada pusat utama Anda. Anda mempertahankan jangkauan sekaligus kepemilikan, yang berarti Anda dapat menjual kepada audiens target di platform, saluran, atau marketplace mana pun yang mereka gunakan.
Batasan bagi penjual
Marketplace tradisional mengendalikan branding, cara produk ditampilkan, dan siapa yang memiliki hubungan dengan pelanggan. Pelanggan akan lebih mengasosiasikan produk dengan marketplace daripada dengan brand Anda, sehingga sulit membedakan diri dari toko lain yang menjual produk serupa atau bahkan sama.
Secara keseluruhan, hubungan Anda dengan marketplace tradisional adalah soal kompromi. Platform ini memang menawarkan basis pelanggan bawaan, tetapi konsekuensinya adalah risiko melemahkan identitas brand Anda dan berkurangnya fleksibilitas.
Membangun cerita brand
Website Anda sendiri adalah kanvas kosong yang membantu mewujudkan brand secara utuh dan meninggalkan kesan yang bertahan lama pada pelanggan. Ini memberi Anda kendali kreatif penuh, sesuatu yang sering dibatasi oleh marketplace dan platform media sosial.
Mary dari Abracadana membangun toko Shopify terpisah untuk membedakan brand baru itu dari bisnis lamanya, Maryink. "Saya ingin keluar dari Maryink dan mengembangkan brand baru yang tetap terkait dengan Maryink, tetapi menghadirkan citra bandana," kata Mary.
"Jadi, kami menciptakan Abracadana, karena kami merasa bandana itu magis. Sangat sederhana, tetapi bisa digunakan untuk banyak hal. Kami memisahkan brand ini dan memulai situs Shopify kami, karena Anda bisa melakukan jauh lebih banyak dari sisi desain dan itu penting bagi kami."
Cara menyiapkan saluran penjualan di toko Shopify Anda
Mengelola saluran penjualan melalui toko Shopify membantu menjaga bisnis Anda tetap sederhana dan terorganisasi. Berikut cara menyiapkan saluran penjualan tambahan di Shopify.
- Buka dasbor toko Anda. Pada navigasi sebelah kiri, Anda akan melihat Sales channels dengan tanda panah di sebelahnya. Pilih menu tersebut.
- Selanjutnya, sebuah kotak akan muncul. Untuk mencari saluran penjualan yang sudah Anda tambahkan, ketik namanya di kolom pencarian. Untuk menambahkan saluran penjualan baru, pilih aplikasi yang direkomendasikan atau klik All recommended sales channels.
- Jika Anda tidak melihatnya di sana, pilih Shopify App Store di bagian bawah kotak. Di dalam Shopify App Store, gulir untuk menemukan saluran penjualan yang ingin Anda tambahkan. Klik saluran tersebut lalu pilih Add app.
💡 Berikut adalah aplikasi terbaik untuk menambahkan saluran penjualan ke toko Shopify Anda.
Membangun bisnis yang tangguh dengan beberapa saluran penjualan
Bayangkan setiap saluran penjualan sebagai baut dengan kepala yang berbeda. Anda bisa saja membuat obeng khusus untuk satu jenis baut, tetapi itu hanya akan membawa Anda sampai titik tertentu.
Sebaliknya, bangun obeng serbaguna: situs e-commerce yang fleksibel seperti Shopify, yang memungkinkan Anda mengganti "mata obeng" yang tepat untuk membuka tiap saluran secara terpisah.
Dengan Shopify, berjualan lintas platform terasa mulus, baik bagi Anda maupun pelanggan Anda. Setiap saluran penjualan terintegrasi penuh dengan toko online Anda, sehingga Anda dapat membangun brand yang khas dan tetap memiliki pelanggan serta data Anda sendiri.
FAQ saluran penjualan
Apa contoh saluran penjualan?
Amazon, Instagram, dan toko e-commerce online adalah contoh saluran penjualan. Amazon dianggap sebagai marketplace tradisional, sementara Instagram adalah platform social commerce modern.
Apa saluran penjualan yang paling umum?
Saluran penjualan yang paling umum adalah:
- Toko online
- Marketplace online tradisional, misalnya Amazon dan eBay
- Media sosial
- Ritel, baik sementara maupun permanen
- Grosir
- Pemasaran email
- Penjualan B2B
Apa saja jenis saluran penjualan yang berbeda?
Ada tiga jenis utama saluran penjualan:
- Saluran langsung, seperti situs web e-commerce atau toko ritel
- Saluran tidak langsung, seperti platform social commerce dan marketplace
- Saluran distribusi, seperti dropshipping atau print on demand
Apa saluran penjualan yang paling efektif?
Toko e-commerce direct-to-consumer (DTC) sering menjadi saluran penjualan yang paling efektif. Anda mempertahankan kendali penuh atas cara produk dijual dan akses ke data pelanggan, serta tidak ada pihak lain yang mengambil bagian dari keuntungan Anda.
Apa yang dimaksud dengan saluran penjualan digital?
Saluran penjualan digital adalah platform online yang digunakan bisnis untuk menjual produk mereka. Contohnya termasuk situs web e-commerce, aplikasi seluler, platform media sosial, pemasaran email, dan marketplace B2B.

