Laju perubahan di dunia e-commerce pakaian sangat cepat. Selalu ada kompetitor baru yang siap menantang pemain lama. Seiring munculnya tren baru, hadir pula saluran penjualan baru, cara berjualan yang berbeda, dan berbagai inovasi yang terus berkembang.
Dengan penjualan e-commerce global untuk merek pakaian yang diprediksi mencapai lebih dari Rp24 kuadriliun pada tahun 2030, ada banyak peluang bagi pengecer yang mampu beradaptasi dengan inovasi ini. Di tahun 2026, tren e-commerce pakaian seperti perjalanan pelanggan yang dipersonalisasi dan terintegrasi, penjualan kembali (resale), pembangunan komunitas melalui acara pop-up langsung, serta diversifikasi model bisnis akan membuka lebih banyak jalur pertumbuhan.
Namun, situs e-commerce pakaian terbaik cenderung menang dengan cara yang sama. Mereka mengurangi keraguan pembeli di perangkat seluler, membangun kepercayaan dan keyakinan di halaman produk, serta membuat proses checkout dan pembelian ulang terasa mudah.
Dalam artikel ini, kami akan mengulas merek-merek yang berhasil melakukannya dengan tepat dan menguraikan secara detail bagaimana mereka melakukannya. Anda akan mempelajari apa yang bisa ditiru dari setiap situs, mulai dari UX yang mengutamakan perangkat seluler (mobile-first) dan halaman detail produk (PDP), hingga checkout, pembayaran, loyalitas, dan personalisasi berbasis AI.
1. Rainbow Shops
Rainbow Shops adalah pengecer pakaian berorientasi pada nilai yang telah mengalami banyak perubahan sejak pertama kali memantapkan posisinya sebagai pemain penting di pasar pakaian terjangkau pada tahun 1935.
Dengan lebih dari 1.000 lokasi ritel di seluruh Amerika Serikat, Puerto Rico, dan Kepulauan Virgin AS, terutama di pusat perbelanjaan dan kawasan belanja perkotaan, Rainbow Shops juga memiliki kehadiran e-commerce yang signifikan.
Hal ini menjadikan Rainbow Shops sebagai contoh pengecer yang telah lama berdiri dan berhasil membangun strategi e-commerce yang berfokus pada konversi untuk melayani pelanggan mereka sambil mempertahankan identitas merek. Selalu berada di garis depan teknologi, mereka juga menjadi kisah sukses awal untuk Google Cloud Discovery AI dengan Shopify, yang meningkatkan volume pencarian mereka sebesar 48% dan memangkas persentase pengunjung situs web yang langsung keluar (bounce rate) secara drastis.

Video produk menghidupkan halaman detail produk
Rainbow Shops bersaing dengan raksasa seperti Amazon, Walmart, dan Shein. Namun, mereka tidak ingin pengalaman berbelanja terasa seperti memilih barang di gudang besar. Justru sebaliknya, tujuannya adalah menciptakan pengalaman yang terasa seperti "berburu harta karun”, untuk "menikmati ritel sebagai hiburan", menurut David Cost, VP digital e-commerce Rainbow.
Mengadaptasi pengalaman tersebut dari toko fisik ke ranah e-commerce membutuhkan pemikiran dan perhatian khusus. Ini terlihat di seluruh kehadiran e-commerce Rainbow Shops, yang mencakup toko web dan aplikasi yang diluncurkan bersama mitra ekosistem Shopify. Sebagai pengecer yang sudah hampir berusia 100 tahun, merek ini telah beradaptasi dengan kebutuhan pembeli modern.
Salah satu wujudnya adalah penggunaan video produk untuk menghidupkan halaman detail produk, membantu pembeli lebih memahami kecocokan ukuran, gerakan, dan bahan kain sebelum memutuskan untuk membeli.
"Melihat foto statis saat membeli dress tentu berbeda rasanya," kata David. "Namun, pengalaman yang didapat terasa berbeda saat Anda bisa melihat bagaimana dress tersebut bergerak saat dikenakan. Sebagai bagian dari proses foto produk, setelah mengambil gambar statis, kami juga merekam video singkat berdurasi 10 hingga 15 detik yang menampilkan model berjalan, berputar, lalu berjalan keluar frame."
Video-video ini disimpan langsung di Shopify dan menghasilkan lebih dari satu juta penayangan video per minggu tanpa biaya tambahan untuk merek.
Checkout tanpa hambatan menyamakan peluang dalam persaingan
Bagi tim Rainbow Shops, mengurangi hambatan saat checkout selalu menjadi tujuan utama.
"Checkout adalah sebuah permainan, dan hambatan adalah musuhnya," kata David. "Apa pun bisa kami lakukan untuk menghilangkan hambatan itu agar membantu kami menang." Baymard menemukan bahwa 18% pembeli online di AS akan meninggalkan pesanan karena proses checkout yang terlalu panjang atau rumit.
Di toko fisik, ini berarti menolak membuat pelanggan mengantre. Secara online, Rainbow Shops menggunakan Shopify Checkout, checkout dengan konversi terbaik di dunia, bersama dengan penawaran checkout cepat dari Shopify, yaitu Shop Pay.
Ini sangat penting karena 9 dari 10 pelanggan Rainbow Shops mengakses situs melalui ponsel, sehingga setiap ketukan tombol tambahan sangat berpengaruh. Optimasi kecil bisa memberikan dampak besar pada konversi di e-commerce pakaian.
"Kemudahan login hanya dengan nomor telepon atau email, menerima kode lewat SMS, memasukkan enam digit, lalu selesai, itu adalah pengalaman checkout setara Amazon," kata David.
Pengalaman checkout mulus ini juga tidak berhenti di Rainbow Shops. Sebagai pengecer tradisional, mereka telah mampu menyesuaikan checkout untuk menerima kartu hadiah fisik serta menawarkan sejumlah opsi pengiriman, seperti FedEx Hold at Location.
Integrasi antara jaringan toko fisik yang luas dan platform digital mereka menciptakan pengalaman omnichannel yang kohesif, sesuatu yang jarang dicapai oleh pengecer di segmen harga mereka. Hasilnya adalah kehadiran ritel fisik dan e-commerce di mana pelanggan terlibat, rasio konversi yang tinggi, dan proses dari pencarian hingga pembelian yang tetap singkat dan praktis, terutama di perangkat seluler.
2. Psycho Bunny
Psycho Bunny telah berevolusi dari perusahaan dasi niche yang didirikan pada 2005 menjadi merek gaya hidup (lifestyle) global setelah didirikan ulang pada tahun 2016 sebagai pengecer pakaian premium. Beralih dari grosir ke pendekatan langsung ke konsumen (direct-to-consumer) dengan polo katun Peru berkualitas tinggi sebagai produk andalan, merek ini mengalami pertumbuhan luar biasa hingga hampir 1.000 karyawan dan lebih dari 90 toko di seluruh dunia, tanpa mengorbankan pengalaman pelanggan.

Solusi terintegrasi menciptakan pengalaman omnichannel yang mulus
Kisah Psycho Bunny adalah kisah pertumbuhan pesat, tetapi Anda tidak akan melihat kendala pertumbuhan itu tercermin di toko e-commerce maupun di lokasi ritel mereka. Justru, pertumbuhan yang begitu cepat membuat tim Psycho Bunny sangat fokus pada penciptaan pengalaman omnichannel yang mulus saat mereka beralih dari DTC murni ke ritel fisik.
Untuk meningkatkan skala layanan pelanggan seiring pertumbuhan pesat bisnis, Psycho Bunny menerapkan agen AI dari Gorgias (dijuluki Lisa) untuk mengotomatisasi sebagian besar permintaan dukungan rutin dan meningkatkan waktu penyelesaian hingga hampir 100%.
"Menyatukan seluruh sistem e-commerce menjadi sangat penting agar kami bisa lebih cepat beradaptasi dengan perubahan pasar dan terus bergerak menuju target pertumbuhan," kata Jean-Aymeri de Magistris, vice president IT, data dan analitik, serta PMO di Psycho Bunny.
Penyatuan sistem ini paling terlihat pada proses checkout dan pemenuhan pesanan, di mana pengalaman langsung dan online dirancang untuk bekerja sebagai satu sistem, bukan saluran terpisah.
Di ruang ritel fisik mereka, pelanggan Psycho Bunny melakukan checkout dengan Shopify POS yang terhubung langsung ke seluruh sistem teknologi perdagangan. Pelanggan dapat memilih pengembalian tanpa struk dan opsi pemenuhan pesanan serta pengiriman alternatif, seperti membeli online, mengambil di toko (BOPIS). Bahkan, toko fisik mereka juga difungsikan sebagai pusat pemenuhan pesanan.
Secara online, pelanggan dapat menggunakan Shop Pay untuk checkout cepat, fitur yang menurut Jean-Aymeri "bekerja sangat, sangat baik”. Seluruh kemampuan ini membantu mengurangi hambatan di setiap tahap perjalanan belanja pelanggan.
Dengan terhubung ke jaringan Shop Pay, Psycho Bunny lebih mampu mengenali dan memasarkan produk dengan lebih efektif. Hal ini membantu pengecer mengambil keputusan yang lebih tepat terkait langkah bisnis selanjutnya, termasuk ekspansi ke pasar internasional, dengan dukungan Shopify untuk proses lokalisasi.
3. Spanx
Spanx telah berkembang dari merek shapewear revolusioner menjadi merek pakaian modern yang mengutamakan kenyamanan dan kepercayaan diri. Merek ini dengan ahli menyeimbangkan fungsi dan gaya di seluruh rangkaian produk activewear dan pakaian sehari-hari mereka yang terus berkembang, mempertahankan semangat inovatif, terutama saat membantu pembeli membeli produk di mana kecocokan ukuran sangat penting.

Pengalaman situs yang sesuai dengan audiens mereka
Situs web Spanx menciptakan pengalaman belanja yang terasa suportif dan memberdayakan seperti produk mereka. Platform langsung ke konsumen mereka mencontohkan layanan premium, dengan panduan ukuran, edukasi bahan kain, dan saran gaya yang membantu pelanggan membuat keputusan pembelian dengan percaya diri. Pengalaman Spanx membantu mengurangi ketidakpastian sebelum pembeli mencapai checkout.
Komitmen merek terhadap kepositifan tubuh dan pemberdayaan perempuan terpancar di setiap aspek branding dan kehadiran digital mereka. Citra pemasaran mereka merayakan keberagaman tipe tubuh, sementara strategi konten mereka mencakup sumber daya edukatif dan tips gaya yang membantu pelanggan merasa percaya diri dengan pilihan mereka.

Halaman produk interaktif yang mendalam
Halaman produk Spanx tidak hanya menampilkan deskripsi pakaian secara sederhana, tetapi juga menjelaskan cerita di balik pengembangan setiap produk serta manfaatnya. Melalui informasi ukuran yang detail dan panduan ukuran, rekomendasi gaya, dan ulasan pelanggan nyata, Spanx membantu pembeli memahami dengan tepat bagaimana setiap pakaian akan cocok untuk tubuh dan lemari pakaian mereka. Informasi ini menjadi faktor krusial untuk konversi di kategori di mana kecocokan ukuran sangat penting.
Fitur obrolan AI, termasuk Spanx Virtual Assistant, memandu pelanggan melalui pertanyaan yang sering diajukan. Selain itu, pembeli juga bisa langsung mengajukan pertanyaan mereka sendiri melalui fungsi obrolan yang membantu mereka melanjutkan proses belanja tanpa meninggalkan halaman.
Program influencer yang membangun komunitas
Melalui program influencer mereka, Spanx Society, merek ini menawarkan keuntungan seperti komisi afiliasi, produk gratis untuk pembuatan konten, akses awal, dan promo eksklusif. Influencer bisa bergabung dengan minimal 500 pengikut, artinya merek ini berinteraksi dengan micro-influencer hingga mega-influencer. Setiap penggemar itu penting.
Pendekatan autentik terhadap pakaian dan kepercayaan diri ini telah membangun basis pelanggan setia yang mempercayai Spanx bukan hanya untuk shapewear, tetapi juga sebagai sumber utama untuk segala hal mulai dari legging hingga loungewear mewah.
Spanx secara efektif membuat program ini terasa seperti komunitas merek pakaian, bukan sekadar saluran afiliasi tradisional. Merek yang mereplikasi pendekatan ini dapat mengubah konten kreator menjadi konten buatan pengguna (UGC) seperti video mencoba pakaian, ulasan kenyamanan, dan klip gaya. Kemudian, mereka menggunakan kembali konten tersebut di halaman produk, dalam email dan SMS, serta di seluruh media sosial untuk memperkuat kepercayaan diri dan mendorong penjualan berulang.
4. Tecovas
Tecovas menawarkan sepatu bot dan aksesori bergaya Western yang indah dan buatan tangan untuk pria dan wanita. Merek ini bangga dengan standar tinggi mereka dalam hal kualitas, kenyamanan, kecocokan, dan gaya. Itulah mengapa tim mereka melalui lebih dari 200 tahapan proses untuk membuat satu pasang sepatu bot dengan tangan.
Selain situs web mereka, Tecovas menyambut pelanggan di lebih dari 30 toko di Texas dan di seluruh negeri, toko-toko yang dikenal dengan pengalaman uniknya, seperti minuman gratis dan semir sepatu bot gratis.
Seperti yang dijelaskan Kevin Harwood, CTO Tecovas, ide ini berada di pusat perjalanan digital Tecovas, yang membawa keramahan unik toko fisik merek ini ke dalam e-commerce.
"Salah satu mantra merek kami sebenarnya adalah 'Radical Hospitality'," kata Kevin. "Jadi, bagaimana kami membawa itu ke dalam perjalanan pelanggan digital?"
Bagi Tecovas, jawabannya terletak pada memperlakukan keramahan sebagai prinsip UX, bukan sekadar nilai merek.
"Saya sangat ingin memastikan tim saya fokus pada … memecahkan masalah yang meningkatkan pengalaman pelanggan kami dan terus memungkinkan kami membedakan diri," kata Kevin.
Etos tersebut terlihat jelas di seluruh kehadiran e-commerce Tecovas, mulai dari cara pelanggan menjelajahi dan membeli secara online, hingga cara pesanan dipenuhi lintas saluran.

Tampilan visual yang memikat saat digulir
Untuk desain situs pakaian, toko Tecovas secara visual menarik dan mudah digunakan. Mereka menggunakan lifestyle photography untuk merepresentasikan pesan merek, estetika, dan nilai-nilai Tecovas. Setiap elemen warna, gambar, atau teks membuat pengunjung merasa berada di dunia yang merayakan gaya hidup koboi, sambil tetap memudahkan navigasi dan belanja.
Ini tentu tidak hanya mencakup halaman beranda dan halaman produk, tetapi juga blog mereka yang menampilkan konten untuk membantu pembeli memadukan gaya, memakai, dan merawat sepatu bot mereka.

Orang-orang yang sudah pernah tahu Tecovas akan mengenalinya di mana saja. Tim di balik Tecovas memahami mengapa pelanggan mereka menyukainya dan apa yang diperlukan untuk tampil menonjol.
POS yang mendukung pengalaman berpusat pada pelanggan, baik langsung maupun online
Di toko fisik dan online, Tecovas memaksimalkan Shopify POS untuk menciptakan pengalaman toko fisik dan online yang terintegrasi. Pelanggan mendapatkan fleksibilitas tanpa kompleksitas operasional tambahan di balik layar.
Hal ini terutama berlaku untuk fungsionalitas SplitCart, yang dibuat khusus bersama Shopify, yang memungkinkan pelanggan memilih opsi berbeda untuk menerima produk pembelian mereka. Misalnya, pelanggan bisa langsung membawa pulang satu pasang bot dari toko fisik dan memilih satu pasang lainnya untuk dikirim ke rumah, semuanya dalam satu transaksi.
Shopify POS juga memungkinkan pembeli e-commerce Tecovas untuk membeli online dan mengambil di toko, sehingga memberikan pelanggan pilihan maksimal sambil memastikan efisiensi operasional di sisi pengecer.
Staf penjualan di toko dapat dengan mudah mengakses kode diskon dan data stok berkat ekstensi UI POS. Sementara itu, pembaruan stok secara real-time menjaga katalog online tetap terkini, sehingga pelanggan selalu tahu apa yang tersedia sebelum membeli.
Di balik layar, Tecovas telah bermitra dengan invent.ai untuk membuat alokasi dan pengisian ulang stok lebih berbasis AI, beralih dari perencanaan spreadsheet untuk meningkatkan performa ketersediaan stok dalam skala besar. Dengan berbagai pendekatan ini, toko e-commerce Tecovas menawarkan etalase toko digital yang menarik secara visual sekaligus sangat fungsional, yang melengkapi komitmen mereka terhadap pengalaman yang mulus dan berpusat pada pelanggan di lingkungan ritel online maupun fisik.
5. BYLT
BYLT telah menguasai seni pakaian esensial, menciptakan pakaian dasar serbaguna yang menyatu dengan gaya hidup modern. Awalnya, BYLT dikenal melalui lini pakaian pria, sebelum akhirnya berekspansi melayani semua pelanggan. Reputasi mereka dibangun lewat koleksi pakaian basic andalan dengan potongan yang pas, memadukan kualitas premium dan kenyamanan untuk penggunaan sehari-hari.

Pengalaman belanja omnichannel yang mulus dan terintegrasi
Situs web BYLT dengan sempurna mewujudkan komitmen mereka terhadap kesederhanaan yang elegan. Desain bersih dan navigasi intuitif mencerminkan filosofi merek bahwa pakaian dasar seharusnya tidak biasa-biasa saja. Setiap presentasi produk berfokus pada hal yang paling penting bagi pelanggan mereka, yaitu kecocokan, bahan premium, dan keserbagunaan, sehingga memudahkan untuk membandingkan pilihan dan membeli tanpa berpikir berlebihan.
Dengan toko ritel di seluruh Amerika Serikat, BYLT telah sepenuhnya menerapkan prinsip-prinsip perdagangan omnichannel terpadu. Shopify POS menawarkan pembayaran mudah di toko, sementara Shop Pay dan Shop App menyederhanakan checkout dan pelacakan pesanan secara online, membantu pelanggan berpindah antar saluran tanpa hambatan. Pengecer ini juga sedang menguji coba jenis pengalaman belanja alternatif yang sangat diminati pelanggan saat ini, seperti membeli online, mengambil di toko, yang mengutamakan kenyamanan pelanggan.
Mereka juga menawarkan aplikasi seluler khusus yang dibangun dengan TapCart, mitra ekosistem Shopify. Lebih dari 10% pembelian terjadi di aplikasi, yang terintegrasi mulus dengan strategi seluler commerce mereka secara keseluruhan, memungkinkan pelanggan berbelanja melalui saluran yang paling mereka sukai.
Ponsel dan tablet adalah etalase toko utama untuk belanja pakaian online. Riset melaporkan 70% pengunjung e-commerce berasal dari perangkat seluler, dengan penjualan menembus $2,5 triliun pada tahun 2025.
Paradigma seluler baru ini mengubah seperti apa situs e-commerce pakaian yang baik. Jika pengalaman seluler sedikit saja mengganggu, pembeli langsung pergi, terutama di industri pakaian, di mana menjelajah, membandingkan, dan menimbang-nimbang adalah bagian dari prosesnya.
Diskon dan hadiah yang mudah digunakan
Program loyalitas BYLT, didukung oleh aplikasi ekosistem Shopify Inveterate, berfungsi di semua saluran penjualan berkat integrasinya dengan Shopify Checkout. Pelanggan dapat menukarkan hadiah mereka dari mana saja, termasuk di toko ritel melalui sistem POS.
Program ini menggunakan model keanggotaan dengan dua tingkatan: gratis dan berbayar seharga $49 per tahun. Tingkatan berbayar mencakup kredit toko untuk setiap pesanan, diskon eksklusif, akses ke produk terbaru, dan keuntungan lain seperti pengiriman dan pengembalian gratis. Model ini mendorong pembelian berulang dan memberi penghargaan kepada pelanggan yang kembali untuk memperbarui koleksi pakaian dasar mereka dari waktu ke waktu.
6. Mejuri
Mejuri telah merevolusi pasar perhiasan mewah sejak didirikan pada 2013 oleh Noura Sakkijha, pembuat perhiasan generasi ketiga. Dengan misi menjadikan perhiasan mewah mudah diakses untuk pemakaian sehari-hari, bukan hanya untuk acara khusus, Mejuri memadukan keahlian tradisional dengan sensibilitas desain modern.
Yang awalnya hanya hadir sebagai merek yang langsung menjual ke konsumen khusus online kini telah berkembang menjadi 39 lokasi toko fisik di AS, Inggris, Kanada, dan Australia, dengan pertumbuhan yang terus berlanjut.

Posisi premium tanpa markup luxury tradisional
Mejuri selektif dalam memberikan diskon. Bagi merek perhiasan mewah mana pun, promosi terus-menerus bisa membuat produk terasa seperti komoditas biasa saat diskon berakhir. Dengan membatasi diskon, Mejuri menjaga ekuitas merek sambil tetap memberikan proposisi nilai yang menarik bagi pembeli.
Dengan menerapkan model DTC dan memotong perantara, Mejuri bisa melewatkan markup department store tradisional sepenuhnya. Mereka telah menemukan titik manis di mana harga adil untuk nilainya dan merek Mejuri tetap terasa kelas atas.
Pengalaman e-commerce yang mencerminkan pengguna, di mana pun mereka berada
Situs web Mejuri tampil menonjol di tengah padatnya industri e-commerce perhiasan melalui desain yang cermat dan pendekatan yang berpusat pada pelanggan. Merek ini menerapkan estetika minimalis yang elegan, yang melengkapi penawaran perhiasan modern mereka dengan sempurna sambil membiarkan produk itu sendiri menjadi pusat perhatian. Presentasi bersih ini menciptakan lingkungan belanja online yang terasa canggih sekaligus mudah didekati, seperti merek itu sendiri.
Tampilan dan nuansa tersebut mencerminkan apa yang ditemui pembeli di toko ritel fisik Mejuri, sehingga tercipta pengalaman yang konsisten di seluruh saluran.
Semangat integrasi inilah yang mendukung pertumbuhan internasional Mejuri. Alih-alih memperlakukan toko fisik sebagai tempat menampilkan produk, merek ini semakin menggunakannya sebagai pusat pemenuhan pesanan lokal yang melayani permintaan langsung maupun online.
Rohit Nathany, chief digital officer Mejuri, menggambarkan lokasi Sydney perusahaan sebagai "fulfillment node" atau simpul pemenuhan pesanan yang melayani pelanggan di seluruh kawasan Asia Pasifik untuk pengiriman lebih cepat. Pendekatan ini dimungkinkan berkat kemampuan pemenuhan pesanan kirim dari toko bawaan Shopify, yang menghilangkan kebutuhan akan alur kerja pengembangan khusus yang memperlambat ekspansi.
Transformasi lokasi ritel menjadi pusat pemenuhan pesanan regional telah menciptakan keunggulan bisnis yang signifikan bagi Mejuri. Strategi ini membantu meningkatkan perputaran stok sekaligus mengurangi waktu dan biaya pengiriman secara drastis untuk pelanggan internasional, tanpa menambah kompleksitas seiring berkembangnya merek. Platform berbasis cloud Shopify memastikan performa yang andal bahkan dengan peningkatan pengunjung dan transaksi lintas negara, sehingga menjaga pengalaman pelanggan berkualitas tinggi yang menjadi ciri khas Mejuri.
"Bayangkan memiliki jaringan toko ritel dengan stok yang tersedia," kata Rohit. "Sangat penting bagi kami untuk mengembangkan kemampuan perutean pesanan agar stok tersebut bisa dimanfaatkan [untuk memenuhi pesanan online] sekaligus meningkatkan perputaran stok. Dampaknya sangat besar bagi bisnis, baik dari sisi pendapatan maupun profitabilitas."
Bagi Mejuri, dampak itu terlihat dalam pemenuhan pesanan yang lebih cepat, pemanfaatan stok yang lebih baik, dan operasi global yang lebih tangguh.
7. SKIMS
SKIMS adalah merek pakaian yang dikenal dengan produk shapewear, loungewear, dan pakaian dalam mereka dalam berbagai ukuran dan pilihan warna kulit. Kim Kardashian ikut mendirikan SKIMS pada 2019 bersama pengusaha Jens dan Emma Grede dan mengembangkannya hingga mencapai valuasi $5 miliar.

Ada aplikasi, ada jalan
Pengalaman belanja SKIMS didorong oleh aplikasi seluler yang menggabungkan fitur bawaan Shopify dengan aplikasi dari ekosistem Shopify, yang diimplementasikan dengan bantuan mitra pengembangan By Radiant.
Produk tersedia dalam puluhan ukuran dan variasi, serta halaman produk dioptimalkan untuk membantu pelanggan melengkapi tampilan mereka dengan produk yang serasi. Ada juga opsi untuk membayar produk secara cicilan, serta melihat informasi ukuran, detail pengiriman, dan opsi pengembalian, yang membantu pembeli membuat keputusan belanja dengan minim keraguan.

Halaman produk SKIMS dipenuhi ulasan dan rating pelanggan yang membantu calon pembeli membuat keputusan dengan lebih yakin. Semua ini diimplementasikan dengan bantuan aplikasi Shopify, Okendo.
Selain itu, pelanggan dapat menikmati pengalaman pengembalian dan penukaran yang efisien dengan bantuan Narvar Return and Exchange, yang juga tersedia di App Store. Pengalaman pengembalian yang baik sangat penting bagi merek ini karena membantu membangun kepercayaan dan loyalitas melalui transparansi dan kemudahan di seluruh proses.
Untuk menjaga komunikasi dengan pelanggan, SKIMS mengandalkan Klaviyo untuk otomatisasi pemasaran email dan SMS berdasarkan data pelanggan, serta Attentive untuk pemasaran SMS dan MMS. Kombinasi aplikasi ini menjaga pelanggan tetap terlibat dan mendapat informasi terkini melalui kampanye tertarget dan pembaruan tentang peluncuran produk baru yang meningkatkan keterlibatan dan konversi. Sementara itu, Zendesk membantu memberikan layanan pelanggan yang lebih baik.
SKIMS juga menggunakan aplikasi Dynamic Yield untuk mempersonalisasi pengalaman situs web melalui konten, rekomendasi produk, dan penawaran yang disesuaikan dengan masing-masing pelanggan. Di sisi lain, Criteo digunakan untuk menjalankan kampanye iklan yang dipersonalisasi serta menargetkan kembali pelanggan yang sebelumnya pernah berinteraksi dengan merek.
Keuntungan loyalitas yang menarik pelanggan ke aplikasi
Aplikasi Rise.ai membantu SKIMS menjalankan program loyalitas dan hadiah yang kuat, di mana pelanggan dapat memperoleh kredit toko, mereferensikan teman, dan menukarkan hadiah. Ini mendorong keterlibatan berulang melalui aplikasi.
Merek ini menjalankan SKIMS Rewards melalui aplikasi seluler mereka, di mana anggota mendapatkan akses ke peluncuran produk dan penjualan, promo, dan notifikasi restock untuk memastikan mereka tidak pernah melewatkan item favorit. Program ini juga mengurangi risiko saat berbelanja secara online. Anggota rewards tidak dikenakan biaya pengiriman pengembalian, sehingga mereka bisa merasa nyaman membeli item yang sensitif terhadap ukuran tanpa khawatir.
8. Kulani Kinis
Didirikan pada tahun 2015, Kulani Kinis dimulai sebagai usaha sampingan dengan misi sederhana: menciptakan pakaian renang yang terjangkau, berkualitas tinggi, tanpa mengorbankan gaya. Saat ini, tim internasional mereka menghadirkan perlengkapan pantai bergaya dengan kehadiran global di kawasan Asia Pasifik, EMEA, dan Amerika Utara.

B2B yang terasa seperti B2C
Sebagai merek DTC (langsung ke konsumen), Kulani Kinis tahu cara menjual kepada pelanggan dan memenuhi kebutuhan mereka dengan efisiensi maksimal. Mereka membawa pengalaman pembelian yang sama hebatnya ke toko B2B mereka yang dibangun menggunakan fitur B2B Shopify Plus.
Awalnya, Kulani Kinis hanya bekerja sama dengan beberapa grosir besar. Namun, tim Kulani Kinis ingin memperluas operasi grosir mereka dan memudahkan grosir yang lebih kecil untuk membeli secara mandiri, seperti halnya pelanggan DTC, tanpa bergantung pada pesanan manual atau komunikasi bolak-balik.
Kini etalase toko ekspansi B2B khusus merek ini menjadi model yang patut ditiru. Alih-alih mengelola banyak halaman atau berpindah-pindah, halaman koleksi yang dikustomisasi memungkinkan pelanggan menambahkan berbagai ukuran dan jumlah besar produk, semuanya dalam satu halaman. Ini memudahkan pemilihan dari katalog yang terus berkembang hingga 800 produk.
Tim Kulani Kinis dengan mudah mempersonalisasi pengalaman pengguna. Alex Babich, managing director dan salah satu pendiri Kulani Kinis, mengatakan: "Kami sangat mengutamakan branding, daya tarik, dan estetika, serta dengan Shopify Plus, kami bisa membuat toko grosir terasa seperti identitas kami sendiri. Kemampuan B2B Shopify membantu kami menciptakan pengalaman merek yang konsisten sekaligus menyediakan opsi kustomisasi yang sesuai dengan kebutuhan mitra grosir kami. Kami tidak lagi dibatasi oleh keterbatasan platform lain."
Toko B2B tersebut telah menghasilkan lonjakan pesanan dan menarik pelanggan grosir baru dari seluruh dunia.
9. Little Sleepies
Ketika putra barunya mengalami eksim, Maradith Frenkel kesulitan menemukan pakaian tidur yang lucu, terjangkau, dan lembut di kulit bayi. Karena bukan tipe orang yang mudah menyerah, ibu dari dua anak ini menciptakan Lunaluxe™ Bamboo, kain yang dirancang khusus untuk kulit sensitif, dan meluncurkan Little Sleepies.
Apa yang awalnya dimulai sebagai solusi untuk masalah seorang ibu kini telah berkembang menjadi merek yang menawarkan segalanya mulai dari piyama hingga pakaian sehari-hari berbahan campuran bambu khas mereka. Little Sleepies pun menjadi favorit di kalangan orang tua dan pengasuh yang mencari kenyamanan sekaligus gaya untuk anak-anak mereka.

Insentif yang terus memberi
Little Sleepies telah tumbuh pesat sejak peluncurannya pada 2018. Salah satu alasan utamanya, selain kualitas dan desain warna-warni pakaian mereka, adalah penggunaan Shop Campaigns untuk mengakuisisi pelanggan. Merek ini menjalankan kampanye yang memberikan insentif kepada pelanggan baru dan pelanggan yang sudah lama tidak aktif untuk membeli Little Sleepies di Shop app.

Selain itu, saat berbelanja di Shop app dan situs web Little Sleepies, pelanggan bisa mendapatkan 1% Shop Cash kembali untuk setiap pembelian. Little Sleepies juga meluncurkan motif edisi terbatas baru setiap hari Selasa di situs mereka, yang sering kali habis terjual dengan cepat berkat permintaan yang konsisten dan terjadwal.
Bagi merek dengan komunitas VIP aktif yang beranggotakan hampir 500.000 orang, notifikasi push (pesan singkat yang muncul langsung di perangkat) memainkan peran kunci. Fitur ini membantu Little Sleepies mengubah peluncuran terbatas menjadi pengunjung berulang dengan menjangkau pelanggan tepat pada saat koleksi baru diluncurkan.
Little Sleepies mencapai rasio klik-tayang (click-through rate) 6,55% untuk notifikasi push mereka, yang dikirim ke satu juta pengguna Shop app. Penjualan Shop app mereka menghasilkan peningkatan 303,6% dibandingkan dengan rata-rata 28 hari sebelumnya. Ini menunjukkan bagaimana urgensi dan waktu yang tepat dapat mendorong keterlibatan yang luar biasa.
10. Girlfriend Collective
Merek activewear wanita Girlfriend Collective menjadikan keberlanjutan sebagai bagian dari kisah merek mereka. Mereka membuat activewear dari bahan daur ulang, seperti botol air plastik bekas, dan memproduksi di pabrik bersertifikasi.

Program pengembalian pakaian yang mendorong pembelian berulang
Dalam misi mereka untuk mempromosikan pakaian berkelanjutan, Girlfriend Collective menjalankan program daur ulang bernama ReGirlfriend. Program penggunaan kembali pakaian ini menerima pakaian dari merek mana pun dan memberi penghargaan kepada pembeli berupa diskon untuk pembelian berikutnya. Ini langkah cerdas karena mereka mendapatkan pengunjung dan retensi sambil memberi pelanggan alasan untuk kembali setelah pesanan pertama mereka.

Banyak inisiatif pakaian sirkular kesulitan berkembang ketika nilai yang ditawarkan kepada pelanggan tidak terasa jelas. ReGirlfriend membingkai program ini dalam istilah yang familiar, seperti mengapa program ini ada (untuk mengurangi limbah tekstil) dan insentif yang jelas (diskon). Kejelasan itu membuat partisipasi terasa bisa dilakukan dan diulang, mengubah keberlanjutan menjadi retensi, bukan sekadar aksi satu kali.
Tingkatkan situs e-commerce pakaian Anda
Dari seluruh 10 contoh ini, situs e-commerce pakaian terkuat memiliki beberapa kesamaan mendasar: mereka mengurangi keraguan di momen-momen krusial, menjangkau pembeli di tempat mereka sudah menjelajah (di perangkat seluler), dan memberikan pelanggan alasan yang jelas untuk kembali.
Dari pengecer lama yang berhasil beradaptasi dengan zaman hingga pendatang baru digital yang tumbuh pesat, merek-merek ini menunjukkan bagaimana presentasi produk yang cermat serta checkout dan pemenuhan pesanan yang mulus dapat mendorong pertumbuhan bisnis.
Ada satu kesamaan lain yang dimiliki semua merek tersebut: mereka memilih membangun toko online mereka di platform e-commerce Shopify, dengan memanfaatkan fitur, kemampuan, integrasi yang kuat, serta teknologi yang andal dan tangguh yang mendukung bahkan musim penjualan tersibuk sekalipun.
Ingin merasakan hal yang sama? Lihat apa yang bisa Shopify lakukan untuk Anda.
FAQ situs e-commerce pakaian
Platform e-commerce mana yang terbaik untuk pakaian?
Merek pakaian bekerja paling baik di platform yang memungkinkan mereka untuk:
- Berjualan di berbagai saluran yang terintegrasi
- Mengonversi sebanyak mungkin pembeli dengan checkout mudah dan opsi pembayaran fleksibel
- Berkembang secara global dengan fitur e-commerce internasional
- Menjalankan seluruh bisnis dari satu tempat, menggunakan integrasi dan kemitraan yang kuat
Shopify dibuat untuk merek pakaian yang ingin menyatukan etalase toko, checkout, dan operasional, sehingga mereka bisa berkembang tanpa menambah kompleksitas teknis yang tidak perlu.
Apa merek e-commerce pakaian terbesar di dunia?
Tidak ada satu merek e-commerce pakaian "terbesar" secara tunggal, karena sebagian besar grup pakaian besar beroperasi di saluran online maupun offline. LVMH adalah salah satu grup pakaian mewah terbesar di dunia berdasarkan kapitalisasi pasar dan mengoperasikan merek seperti Fendi, Givenchy, TAG Heuer, dan Stella McCartney, yang banyak di antaranya berjualan melalui kombinasi e-commerce, grosir, dan ritel fisik.
Berikutnya dalam daftar merek pakaian terbesar adalah Nike, Dior, dan Inditex (grup pakaian di balik merek Zara, Stradivarius, Bershka, dan Massimo Dutti).
Apakah Shopify adalah pilihan terbaik untuk merek pakaian?
Shopify dibuat untuk perusahaan e-commerce pakaian yang tumbuh cepat dan inovatif, serta ingin menjangkau lebih banyak pelanggan, mengonversi lebih banyak pembeli, dan berkembang dengan cepat.
Merek pakaian besar seperti SKIMS, Gymshark, Allbirds, Alo Yoga, dan Petal & Pup menggunakan Shopify untuk mendukung etalase toko dengan pengunjung tinggi, checkout fleksibel, dan ekspansi global.
Apa itu e-commerce pakaian?
E-commerce pakaian mengacu pada pembelian dan penjualan pakaian secara online melalui platform digital, termasuk situs web dan layanan e-commerce seperti Shopify. Ini mencakup halaman produk dengan deskripsi dan gambar detail, keranjang belanja dan proses checkout yang aman, berbagai opsi pembayaran, serta logistik untuk pengiriman dan pengembalian.
Pengecer melibatkan pelanggan melalui pemasaran email dan media sosial untuk meningkatkan pengalaman belanja mereka. Model ini memungkinkan konsumen berbelanja pakaian dengan nyaman dari mana saja, sementara pengecer dapat menjangkau audiens yang lebih luas melampaui toko tradisional.

